5 Fakta Perkembangan Kuota Haji 2021 

Kuota terbatas untuk warga yang sudah bermukim di Arab saja

17 Juni 2021

5 Fakta Perkembangan Kuota Haji 2021 
Unsplash/Haidan

Banyak yang menyayangkan mengenai keputusan pemerintah Indonesia yang memilih mundur memperjuangkan kuota haji tahun ini. Nah sebenarnya, seperti apa sih perkembangannya sekarang?

Membatasi super ketat tahun lalu, kini pemerintah Arab Saudi berencana membuka haji di tahun ini dengan kuota yang lebih banyak. Hal ini menarik perhatian dunia terutama negara dengan umat Muslim. 

Banyak petinggi negara yang persuasif mendatangi pemerintah Saudi agar mendapat jatah kuota.

Setelah banyak perubahan yang terjadi, Popmama.com akan memberikan beberapa fakta terbaru mengenai kuota haji 2021. 

1. Berencana memberi kuota 60 ribu jemaah

1. Berencana memberi kuota 60 ribu jemaah
Shafa/Popmama.com
kabah

Sebelumnya, kuota Haji 2020 yang diberikan pemerintah Saudi hanyalah 1.000 jemaah saja. Ini keputusan berat yang diambil mengingat kondisi dunia yang sedang pandemi. 

Dikutip dari Arab News, pemerintah Arab memberikan kuota sebanyak 60 ribu jemaah di tahun 2021. Hal ini menjadi angin segar bagi negara-negara yang memang memiliki banyak jemaah yang mengantre untuk pergi haji. 

Editors' Picks

2. Kuota hanya untuk mereka yang sudah tinggal di sana

2. Kuota ha mereka sudah tinggal sana
Pixabay/neildodhia

Untuk kuota 60 ribu jemaah ini akhirnya diberikan pada warga lokal dan ekspatriat yang sudah tinggal di Arab Saudi. Dilansir dari Haramain, seluruh tamu haji hanya dikhususkan warga negara dan penduduk dari berbagai kewarganegaraan yang ada di dalam negeri. 

Keputusan ini sebenarnya tidak berubah dari yang telah diberlakukan pada 2020 silam. 

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah membatalkan keberangkatan Haji 2021 pada tanggal 3 Juni 2021, jauh sebelum diumumkannya keputusan dari pihak pemerintah Saudi. 

3. Umur yang dibatasi untuk jemaah haji 2021

3. Umur dibatasi jemaah haji 2021
Shafa/Popmama.com
kabah haji

Untuk syarat haji di tahun ini, jemaah memiliki rentang umur yaitu hanya boleh yang berusia 18-65 tahun. Selain harus sehat, mereka juga tidak diperbolehkan memiliki penyakit kronis. 

Menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, pemerintah Saudi menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman Covid-19 yang belum reda. 

4. Vaksin yang diterima untuk haji 2021

4. Vaksin diterima haji 2021
Freepik

Selain ada rentang umur dan harus sehat, syarat haji tahun ini juga harus sudah divaksin. Mereka yang bisa melaksanakan haji haruslah sudah menerima 2 kali vaksin Covid-19. 

Itu juga tidak semua jenis vaksin bisa diterima. Dikutip dari Al Jazeera, beberapa yang diterima pemerintah Arab adalah Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Sedangkan Sinovac tidak masuk dalam daftar. 


     

5. Rencana kenaikan biaya, ASITA minta bantuan pemerintah

5. Rencana kenaikan biaya, ASITA minta bantuan pemerintah
Shafa/Popmama.com
makkah
Mengenai biaya haji yang naik, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Association of Indonesia Tour and Agency (ASITA) meminta pemerintah memberikan subsidi. Hal ini dinilai bisa memberatkan calon jamaah haji Indonesia, terutama masyarakat yang kurang mampu. 
Menurut Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Pemerintah, DPP ASITA, Dede Firmansyah, subsidi tersebut dirasa perlu karena ibadah haji tahun 2021 naik sebesar Rp 9,1 juta sehingga ONH menjadi Rp 44 juta. Sedangkan tahun lalu, biayanya hanya Rp 35 juta lebih saja. 
Kenaikan ini disebabkan untuk biaya protokol dan kenaikan nilai tukar Dolar yang berpengaruh pada biaya hotel dan katering. Untuk itu, besar harapan agar pemerintah bisa mengalokasikan dana untuk mengatasi penambahan biaya tersebut, khususnya untuk yang tidak mampu. 
Meski tahun ini belum dapat kuota, bukan berarti saat dapat kuota di tahun selanjutnya, biaya bisa lebih menurun. 

Itulah beberapa informasi mengenai kuota haji di tahun 2021.

Semoga tahun depan segalanya sudah kembali normal, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.