Hati-hati! Pa, Ini 5 Penyebab Impoten di Usia Dini & Tandanya

Bisa dari kebiasaan sehari-hari, lho

5 Desember 2020

Hati-hati Pa, Ini 5 Penyebab Impoten Usia Dini & Tandanya
Freepik

Impotensi adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti para pria. Lebih parah, apalagi jika terjadi pada Papa muda. 

Gaya hidup yang tidak sehat bisa jadi salah satu pemicu kenapa seseorang bisa mengalami impotensi meski umurnya tergolong masih muda. 

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi di mana ketika penis tidak mampu ereksi atau mempertahankan ereksi, meski sudah mendapat rangsangan seksual. Biasanya, masalah ini dialami pria berumur 40 tahun ke atas. 

Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada pria berumur di bawah 40 tahun juga. 

Agar tidak menyesal di kemudian hari, ada baiknya Papa mencari tahu apa saja penyebab impotensi dan bagaimana cara menghindarinya. 

Dirangkum Popmama.com, inilah penyebab impotensi di usia dini. 

1. Sering mengonsumsi alkohol

1. Sering mengonsumsi alkohol
Freepik/Racool_studio

Mengonsumsi alkohol memang tidak baik untuk kesehatan, termasuk untuk sistem reproduksi baik perempuan maupun pria. Alkohol sendiri merupakan depresan sistem saraf yang bisa memblokir impuls saraf. 

Tak hanya itu, alkohol juga bisa menghalangi komunikasi otak dengan tubuh. Saat ereksi dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol, maka bisa terjadi ketidaksinambungan antara otak dan saraf yang mengatur penis. 

Sedangkan jika hal ini terus terjadi, maka bisa mengganggu proses ereksi dan berujung impotensi. 

Editors' Picks

2. Menjadi perokok berat

2. Menjadi perokok berat
Freepik

Dalam imbauan di kemasan rokok sudah tertulis jelas bahwa merokok bisa mengakibatkan impotensi. Memang rokok tidak baik bagi kesehatan tubuh dan orang sekitar. 

Nikotin yang menimbun dalam tubuh bisa membuat aliran darah tidak lancar. Bukan hanya berbahaya bagi jantung, aliran darah tidak lancar ini juga berpengaruh pada ereksi. 

Untuk mencapai ereksi yang sempurna, diperlukan aliran darah yang lancar ke penis. Jika tidak berjalan normal, maka bisa mengganggu proses itu dan mengalami impotensi di usia muda. 

3. Mengalami depresi 

3. Mengalami depresi 
Freepik/freepik

Rasanya banyak sekali orang yang mengalami stres dan depresi di tahun ini. Hal ini tak hanya berpengaruh pada kesehatan pikiran, namun juga pada kesehatan tubuh. 

Saat mengalami depresi, tubuh bereaksi seperti mengalami rambut rontok, tidak berselera makan, sampai kesulitan ereksi. 

Jika tidak diselesaikan segera, hal ini bisa berlarut-larut dan berakhir pada impotensi di usia muda. 

4. Menggunakan obat tertentu, termasuk obat penumbuh rambut

4. Menggunakan obat tertentu, termasuk obat penumbuh rambut
freepik/serg60

Bagi sebagian pria, kebotakan bisa terjadi di usia muda. Mereka mencari solusinya dengan menggunakan obat penumbuh rambut. Sayangnya, ada efek samping dari obat penumbuh rambut yang bisa berbahaya bagi kesehatan pria yaitu impotensi. 

Salah satu obat keluaran Merck telah menjatuhkan korban yaitu pria muda yang kesulitan ereksi setelah rutin menggunakan obat penumbuh rambut darinya. 

Meski diklaim hanya terjadi pada sangat kecil kemungkinan, namun para dokter di AS dan Irlandia, kasus seperti itu cukup banyak terjadi. 

Sedangkan obat lain seperti obat tekanan darah tinggi juga bisa memengaruhi aliran darah ke penis dan menimbulkan gangguan ereksi.  

Daripada menyesal di kemudian hari, lebih baik telaah lebih lanjut isi dari obat-obatan yang akan kamu gunakan, Pa. 

5. Tanda awal kamu mengalami impotensi

5. Tanda awal kamu mengalami impotensi
Unsplash/Dainis Graveris

Pada dasarnya, tanda impotensi mudah sekali untuk dikenali, yaitu tidak bisa ereksi. Namun, ada tanda awal yang bisa jadi peringatan. 

Jika Papa merasa hasrat seksual berkurang, kesulitan mendapat ereksi meski sudah mendapat stimulasi maksimal, dan kalaupun ereksi, tidak bisa lama, maka harus hati-hati. 

Itu bisa jadi tanda awal kamu mengalami impotensi. 

Jaga gaya hidup yang sehat dengan menghindari alkohol dan rokok. Dukung dengan makanan yang sehat dan tidur yang cukup. Tangani depresi dan stres dengan segera agar tidak jadi masalah yang berlarut. 

Sehat terus, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.