Bedakan! Ini 6 Jenis Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Ternyata penyebab dan cara menyelesaikannya bisa berbeda

4 Agustus 2020

Bedakan Ini 6 Jenis Rambut Rontok Cara Mengatasinya
hindustantimes.com

Salah satu masalah yang sering dialami perempuan adalah rambut yang rontok. Ada yang karena hormon, pola hidup, maupun gangguan di kulit kepala. 

Nyatanya, ada banyak jenis penyebab rambut rontok. Tak sampai situ, cara mengatasinya pun akan berbeda. Jika salah cara, maka tidak akan efektif dan berhasil. 

Untuk itu, Popmama.com akan mengajak kamu mengetahui jenis kerontokan rambut beserta cara mengatasi rambut rontok agar tidak terus rontok. 

1. Jenis alopecia involusional yang paling normal

1. Jenis alopecia involusional paling normal
befitandfine.com

Alopecia (kebotakan) involusional adalah jenis rontok yang paling sering dialami manusia. Pada dasarnya, rambut memang akan makin menipis seiring bertambahnya usia. 

Ini disebabkan oleh semakin banyak folikel yang masuk dalam fase istirahat dan tidak menumbuhkan rambut baru lagi. Kerontokan jenis ini langsung dari akarnya, jadi bukan karena rambut yang patah. 

Namun, kerontokan ini tidak terlalu banyak sehingga jatuhnya hanya 1 atau 2 helai rambut saja. Kamu bisa menjaga kesehatan rambut dengan rutin memberikan vitamin rambut dan mengonsumsi makanan sehat. 

2. Jenis alopecia androgenik berasal dari faktor genetik

2. Jenis alopecia androgenik berasal dari faktor genetik
scmp.com

Jenis kedua adalah alopecia atau kebotakan androgenik yang berasal dari faktor genetik. Kerontokan jenis ini dialami oleh laki-laki dan perempuan. 

Jika laki-laki, biasanya mereka akan mengalami kerontokan di usia 20-an, sedangkan perempuan yang mengalami kerontokan jenis ini akan dimulai pada usia 40-an. 

Gejala awal merupakan munculnya jerawat dan menstruasi yang tidak teratur. Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan atau ketidakseimbangan hormon. 

Untuk lebih lanjutnya, kamu bisa meminta bantuan profesional agar mendapat penanganan yang tepat. 

Editors' Picks

3. Jenis alopecia areata hanya menyerang di area tertentu

3. Jenis alopecia areata ha menyerang area tertentu
beautyzoomin.net

Kerontokan jenis ini biasanya terjadi pada masa anak-anak dan remaja. Tandanya, terjadi kerontokan besar-besaran namun hanya di area tertentu. 

Saat ini terjadi, pada akhirnya mereka mengalami kebotakan yang cukup terlihat. Ini dikarenakan, hanya 90 persen akar rambut yang bisa kembali tumbuh. Itupun akan tumbuh dengan jangka waktu yang cukup lama. 

Penyebab terjadinya kerontokan jenis ini adalah saat seseorang mengidap penyakit autoimun. 

4. Rontok jenis alopecia universalis menyerang seluruh rambut di tubuh

4. Rontok jenis alopecia universalis menyerang seluruh rambut tubuh
Unsplash/Curology

Cukup mengerikan, jika kamu mengalami kerontokan jenis alopecia universalis, maka semua bulu dan rambut di tubuhmu bisa ikutan rontok. 

Selain rontok rambut, rontok juga terjadi pada alis, bulu mata, ketiak, punggung, dan kaki. 

Ada banyak penyebab kenapa seseorang bisa mengalami kerontokan ini. Beberapa di antaranya adalah faktor genetis, trauma, infeksi virus, ketidakseimbangan hormon, atau stres.

Sedangkan jika kamu sedang menjalani kometerapi dan radioterapi, maka kerontokan jenis ini juga bisa terjadi. 

5. Jenis trikotilomania terjadi karena gangguan psikologis

5. Jenis trikotilomania terjadi karena gangguan psikologis
hairbuddha.wphscdn.com

Kerontokan jenis ini diakibatkan oleh perlakuan pemilik rambut. seseorang bisa punya kebiasaan mencabut rambut dan tanpa sadar, di area tertentu terjadi kebotakan. 

Orang yang mencabuti rambut jadi kebiasan dianggap mengalami gangguan psikologis. 

Untuk menghentikannya, diperlukan kesadaran penuh atau bantuan dari tenaga profesional. 

6. Kerontokan jenis telogen effluvium terjadi dalam jumlah yang besar

6. Kerontokan jenis telogen effluvium terjadi dalam jumlah besar
Freepik/freestockcenter

Yang terakhir adalah kerontokan jenis telogen effluvium. Saat mengalaminya, kerontokan yang terjadi akan cukup banyak dan terlihat menghawatirkan. 

Ibu yang baru melahirkan atau menyusui biasanya mengalami kerontokan rambut yang parah. Begitu juga orang yang demam tinggi, mengalami penyakit kronis parah, memiliki masalah psikologis, dan diet ketat bisa turut mengalaminya. 

Ini disebabkan oleh perubahan siklus pertumbuhan rambut. Banyak rambut yang beristirahat, merontokkan diri dan enggan tumbuh lagi. Efeknya, rambut jadi lebih tipis dari biasanya. 

Jika dibarengi dengan makan sehat, istirahat cukup, dan mindset yang positif, rambut bisa lebih mudah tumbuh kembali. 

Itulah 6 jenis kerontokan rambut yang bisa dialami manusia. Apakah kamu mengalami kerontokan juga, jenis yang mana?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.