Kasus Virus Corona di Jabotabek Naik, Sekolah Tatap Muka Minta Ditunda

Ketua PGRI meminta sekolah tatap muka terbatas ditunda

15 Juni 2021

Kasus Virus Corona Jabotabek Naik, Sekolah Tatap Muka Minta Ditunda
Freepik/pch-vector

 2 Minggu terakhir virus corona kembali mengamuk di Indonesia. Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pembukaan sekolah ditunda. 

Pantauan dari JHU CSSE Covid-19 Data, penambahan rata-rata kasus Covid-19 di Indonesia selama 7 hari terakhir adalah 7.903 kasus. Pada tanggal 14 Juni 2021 kemarin, bahkan ada penambahan 8 ribu lebih kasus di Indonesia.  
 
Di DKI Jakarta sendiri, ada 2 ribu lebih kasus yang baru per harinya. Ini cukup membahayakan mengingat Jabodetabek mulai mirip dengan Bangkalan dan Kudus.   
Untuk itu, Ketua PGRI Unifah Rusyidi meminta untuk rencana sekolah tatap muka terbatas untuk ditunda.
 
Belum lagi, ada beberapa guru yang bahkan sudah tertular virus meski belum masuk dalam kegiatan belajar mengajar secara offline. Untuk lebih jelasnya, Popmama.com akan menjabarkan untuk Mama.

1. Pembelajaran tatap muka minta ditunda karena sedang banyak kasus baru

1. Pembelajaran tatap muka minta ditunda karena sedang banyak kasus baru
Pexels/panditwiguna
Ilustrasi

Provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan kasus terbanyak dengan jumlah 2.722 kasus. Di bawahnya, terdapat Jawa Barat dengan 1.532 kasus dan Jawa Tengah dengan 1.400 kasus. 

Untuk itu, Unifah meminta untuk mengkaji ulang mengenai rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar Juli 2021 mendatang. 
Menurutnya, hal ini bisa membahayakan baik dari pihak guru maupun bagi para siswa. Lebih lanjut Unifah menjelaskan bagaimana rindunya orangtua, murid, dan guru untuk bisa kembali belajar di sekolah secara langsung.

Namun ia menegaskan, yang paling penting saat ini adalah keselamatan dan keamanan bersama.

Editors' Picks

2. Pencapaian vaksin untuk guru yang masih rendah

2. Pencapaian vaksin guru masih rendah
Freepik/Pressfoto
Guru termasuk salah satu kelompok prioritas yang diberikan vaksin. Namun sayangnya, masih sedikit yang sudah divaksin. Lainnya ada yang belum dapat jatah maupun memang menolak. 
Unifah menjelaskan, saat ini baru 28% guru yang sudah divaksin. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dipenuhi sebelum memberikan rasa aman bagi semua belah pihak untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka.

3. Kasus corona yang tinggi membuat uji coba PTM ditunda

3. Kasus corona tinggi membuat uji coba PTM ditunda
Freepik/pch-vector
Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah mengatakan, SD Negeri 08 Kenari, Jakarta Pusat, menunda pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka pada 9-26 Juni 2021. Hal ini diputuskan karena adanya seorang guru yang positif Covid-19. 
Selain itu, ada juga SMAN MH Thamrin menunda belajar tatap muka dengan alasan beberapa rukun warga (RW) di sekitar sekolah berstatus zona merah dan terjadi lonjakan Covid-19. 
Selain karena pertimbangan di atas, ada juga yang menunda PTM karena mendapat penolakan dari orangtua murid. Sekolah tersebut adalah Madrasah Ibtidayah RPI atau setingkat dengan sekolah dasar (SD). 

4. Bandung pun mengkaji ulang rencana PTM

4. Bandung pun mengkaji ulang rencana PTM
Freepik/master1305

Dengan keterisian rumah sakit setinggi 88% dalam beberapa hari terakhir di Bandung, pemerintah daerah pun berencana mengkaji ulang rencana ini. 

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, keputusan apakah akan diadakan PTM di bulan depan akan diumumkan hari Jumat (18/6) oleh Wali Kota Bandung.

Ia melanjutkan, jika melihat tren kasus yang terus naik, kecenderungannya akan ditunda. 

Pandemi belum berakhir, baik orangtua, murid, dan guru masih harus disuruh bersabar untuk menjalani sekolah online sedikit lebih lama. Memang tidak mudah, namun ini yang terbaik untuk bersama, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.