Mimpi Buruk saat Pandemi, India Dihantam Gelombang Kedua Covid-19

200 Ribu kasus baru per hari, mayat bertumpuk menunggu dimakamkan

19 April 2021

Mimpi Buruk saat Pandemi, India Dihantam Gelombang Kedua Covid-19
pixabay/wiganparky0

India sedang mengalami mimpi buruk yang jadi kenyataan. Mereka mengalami gelombang kedua Covid dengan total hampir 200 ribu kasus baru per hari.

Saat ini, hampir seluruh dunia sedang dalam tahap pemberian vaksin pada para penduduknya. Begitu juga dengan India yang kini sudah banyak warganya yang mendapat vaksin. 

Merasa sudah aman, Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan pun mengatakan bahwa negaranya telah bisa mengatasi pandemi. Dilansir dari Reuters, ia mengatakan ini pada Januari 2021 kemarin. 

Nyatanya, kini mereka tengah dilanda gelombang kedua Covid-19 yang menghantam dengan keras. 

Seperti apa parahnya keadaan di sana sekarang? Popmama.com akan merangkumkan untuk Mama. 

1. Di Januari, India merasa telah mampu mengontrol Covid-19

1. Januari, India merasa telah mampu mengontrol Covid-19
Freepik/user7350813

Di bulan Januari, India telah melakukan vaksin pada sekitar 2,4 juta orang. Hal ini ditambah lagi dengan terjadinya penurunan kasus aktif dari tengah September 2020 sampai Januari 2021. 

Sehingga, banyak studi yang menyimpulkan bahwa India telah berhasil mencapai herd immunity alami. 

Harsh pun mengatakan bahwa negaranya telah bisa mengatasi pandemi. Pada waktu itu, ada sekitar 12.000 kasus menurun dalam kurun waktu 24 jam. Ditambah lagi, ada sekitar 146 distrik di India yang tidak memiliki kasus tambahan lagi. 

Meski begitu, WHO telah mengingatkan bahwa pemutusan rantai penularan baru bisa berhasil jika 60-70 persen penduduk di sebuah negara telah mendapat vaksin. Sedangkan, India masih jauh dari angka itu. 

2. Merasa aman, banyak acara dengan kerumunan kembali digelar

2. Merasa aman, banyak acara kerumunan kembali digelar
indianapublicmedia.org

Merasa aman dengan pernyataan Menteri Kesehatan India, masyarakat pun hidup seperti saat sebelum ada virus corona. Hal ini juga didukung dengan tak adanya larangan dari pemerintah. 

Dikutip dari VOA Indonesia, kota-kota besar India mulai kembali normal dan pengunjung mulai membludak ke pusat perbelanjaan dan restoran. Orang-orang juga mulai kembali liburan dan banyak bisnis yang kembali menggeliat. 

Belum lagi ada pesta demokrasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Pesta pernikahan dan acara keagamaan yang terus digelar menjadi potensi besar penularan lainnya. 

Editors' Picks

3.  Lockdown kembali dilakukan

3.  Lockdown kembali dilakukan
Pexels/Nandhu Kumar

Setelah sebelumnya banyak orang dari desa kembali ke kota untuk bekerja, kini semua harus kembali pulang. Ini terjadi karena diberlakukan lockdown dan banyak bisnis yang harus tutup sementara. 

Setidaknya ada sekitar 184 ribu kasus baru Covid-19 yang dilaporkan selama 24 jam terakhir. 

Lebih dari 1.000 orang dinyatakan positif Covid-19 setelah perayaan ritual mandi di sungai atau Kumbh Mela. Ritual yang dilakukan selama beberapa hari ini tidak dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga menjadi cluster baru. 

Sekitar 50 ribu sampel yang diambil, 1.000 di antaranya dinyatakan positif. Tak berhenti di situ, jumlahnya pun terus bertambah setiap harinya. 

4.Pasokan oksigen sangat menipis

4.Pasokan oksigen sangat menipis
pexels/muskan-anand

Lonjakan yang sangat besar ini menggoyang kestabilan garda terdepan, termasuk alat kesehatan yang sayangnya tidak cukup. 

Seperti yang diceritakan oleh Kshitij Takur, seorang politisi lokal di kotamadya Vasai-Virar di Maharashtra, ia memohon dengan putus asa mengenai kekurangan oksigen yang terjadi di rumah sakit pemerintah setempat. 

Setidaknya ada 7.000 kasus aktif setiap hari di daerah tersebut dan lebih dari 3.000 orang di antaranya butuh suplai oksigen setiap hari. 

Dari BBC, diketahui hal ini terjadi lebih parah di kota kecil. Saat rumah sakit tidak bisa menampung lagi, dokter akan menyarankan mereka pulang ke rumah dan memasang oksigen sendiri. 

5. Mayat bertumpuk, menanti dikremasi

5. Mayat bertumpuk, menanti dikremasi
Freepik/serdjophoto

Peningkatan kasus ini bersamaan dengan banyaknya pasien yang berujung kehilangan nyawa. Menurut Quartz India, tadinya sehari hanya 7-8 kremasi pasien Covid-19 per harinya. 

Namun selama seminggu terakhir, angkanya melonjak jadi 30, lalu 40 dan di hari Minggu (18/4) kemarin, ada sekitar 69 mayat yang mengantre untuk dikremasi. 

Para petugas pemakaman pun kewalahan karena alat kremasi terbatas dan membakar secara manual butuh waktu. Ini sebuah mimpi buruk. 

6. Yang bisa dilakukan agar tidak terjadi gelombang parah di Indonesia

6. bisa dilakukan agar tidak terjadi gelombang parah Indonesia
Pexels/evg-culture

Kasus yang terjadi di India adalah sebuah hal yang tak ingin dialami oleh negara manapun, termasuk Indonesia. 

Untuk itu, pastikan untuk disiplin dalam menjaga protokol kesehatan kapanpun dan di manapun. Ingat, vaksin tidak membuat seseorang jadi kebal dan Indonesia masih jauh menuju herd immunity. 

Selain protokol kesehatan yang ketat, kamu juga masih perlu menghindari kerumunan, membuka masker terlalu lama, dan membatasi mobilitas jika tidak terlalu penting. 

Dengan menjaga keselamatan diri sendiri, kamu sudah membantu kestabilan kesehatan negara. Jangan lengah, ya, virus corona masih ada di sekitar kita. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.