6 Mitos Tentang Ketombe Beserta dengan Faktanya

Banyak yang bertentangan dengan kenyataannya

5 Desember 2020

6 Mitos Tentang Ketombe Beserta Faktanya
Freepik/Sakoodter1

Ketombe adalah salah satu keluhan yang banyak dimiliki orang. Popmama.com akan mengulas mitos tentang ketombe dan apa saja faktanya. 

Ada banyak jenis ketombe yang dialami, begitu juga dengan warna dan bentuknya. Ada yang berwarna putih keabuan, atau kekuningan dengan minyak. 

Satu yang pasti, ketombe tidak menempel pada kulit kepala. Jika menempel, berarti itu penyakit kulit kepala. 

Nah, lebih dalam tentang ketombe, ada banyak mitos yang kerap dipercaya banyak orang. 

Inilah mitos mengenai ketombe dan apa saja faktanya. 

1. Ketombe hadir karena kulit kepala yang kering

1. Ketombe hadir karena kulit kepala kering
Freepik/lookstudio

Banyak yang mengatakan bahwa ketombe muncul karena kulit kepala kering. Kamu yang merasa kulit kepalanya berminyak mungkin takkan sadar bahwa sebenarnya bisa saja mengalami ketombe.  

Padahal, ada juga yang namanya ketombe basah yang timbul karena kelebihan ragi di kulit kepala yang berkembang saat ada minyak berlebih. Hasilnya, muncul ketombe yang menumpuk saat kulit kepala terasa basah atau terlalu berminyak. 

2. Ketombe harus digaruk sebelum keramas

2. Ketombe harus digaruk sebelum keramas
Freepik/cookie_studio

Dengan tujuan menghilangkan ketombe, banyak yang menyarankan untuk menggaruk kepala sebelum keramas. Bukanya menghilangkan ketombe, yang ada menambah masalah baru pada kulit kepala. 

Menggaruk atau menyisir berlebihan membuat kulit kepala teriritasi dan sakit saat terkena air apalagi shampo. Alhasil, kulit kepala bisa luka dan berdarah. 

Tak perlu menggaruk kepala sebelum keramas karena takkan berpengaruh apa-apa. Gunakan perawatan rambut khusus ketombe agar kulit kepala lekas bersih. 

Editors' Picks

3. Saat berketombe, sebaiknya jangan sering keramas

3. Saat berketombe, sebaik jangan sering keramas
Freepik/Torwaiphoto

Banyak juga yang mengatakan bahwa saat kulit kepala sedang berketombe, sebaiknya tidak keramas. Mitos ini didukung dengan mitos lain yang mengatakan bahwa ketombe timbul karena kulit kepala yang terlalu kering. 

Di mana, jika keramas terlalu sering dianggap bisa membuat kulit kepala lebih kering dari biasanya. 

Faktanya, saat berketombe kamu malah disarankan untuk keramas setiap hari. Tujuannya, untuk membersihkan ketombe dan kotoran. 

Pilih shampo yang mengandung bahan aktif seperti piroctone olamine atau zinc pyrithione untuk membantu membersihkan kulit kepala. Tambahkan juga penggunaan clarifying toner untuk perawatan lebih lanjut.

4. Terlalu banyak mengubah gaya rambut membuat kamu berketombe

4. Terlalu banyak mengubah gaya rambut membuat kamu berketombe
Freepik

Satu lagi mitos yang banyak dipercaya orang adalah bahwa jika sering mengecat atau melakukan styling rambut bisa membuat kamu berketombe. 

Hal ini tidak sepenuhnya salah, karena terlalu banyak produk rambut yang menumpuk di kulit kepala bisa memicu hadirnya ketombe. Namun sebanyak apapun, asal rutin membersihkan rambut, ketombe takkan muncul. 

Ini dikarenakan kondisi kepala berketombe dipengaruhi juga oleh faktor genetik, kondisi stres, dan pola makan yang tidak sehat. Jadi, perhatikan lebih baik lagi, ya!

5. Ketombe takkan membuat rambut rontok

5. Ketombe takkan membuat rambut rontok
Freepik/Pimnana

Banyak yang tenang saja saat mengalami ketombe berkepanjangan. Karena salah satu mitosnya adalah ketombe tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut. 

Namun nyatanya, kondisi kulit kepala yang buruk sedikit banyak berpengaruh pada pertumbuhan rambut juga. Ketombe yang tebal dan bersisik bisa menempel pada folikel rambut. Akhirnya, rambut bisa turut rontok. 

6. Sel kulit kepala yang mengelupas adalah tanda awal ketombe

6. Sel kulit kepala mengelupas adalah tanda awal ketombe
Freepik/gpointstudio

Jika di kepala ada sel kulit kering yang mengelupas dan terlihat seperti ketombe, maka ini sering disebut sebagai tanda awal ketombe. 

Nyatanya, itu bukanlah ketombe melainkan penyakit dermatitis seboroik. Ini adalah kondisi yang menyebabkan ketombe dan pengelupasan kulit kepala. Biasanya dibarengi dengan rasa gatal dan inflamasi. 

Keadaan ini tidak bisa disembuhkan dengan shampo anti ketombe, melainkan dengan cara lain. Segera datangi dokter kulit untuk penyelesaian masalah yang tepat. 

Dengan menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala, semua masalah kesehatan seperti ketombe dan dermatitis seboroik bisa dihindari. Jadi, jangan malas menjaga kesehatan kepala, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.