Pasangan Selingkuh? Ini 5 Tes Kesehatan yang Harus Kamu Jalani

Setelah meluapkan emosi, saatnya mengecek kesehatan

7 Mei 2021

Pasangan Selingkuh Ini 5 Tes Kesehatan Harus Kamu Jalani
Freepik/jcomp

Tidak ada orang yang ingin pasangannya selingkuh. Namun jika sudah terlanjur terjadi, ada beberapa tes kesehatan yang sebaiknya dilakukan. 

Mengetahui pasangan selingkuh memang seperti mendapat petir di siang bolong. Rasanya ingin marah dan segera mengakhiri hubungan saja. 

Namun tidak sampai di situ, ada beberapa hal yang harus dibereskan. Salah satunya adalah melakukan beberapa tes kesehatan. 

Dirangkum Popmama.com, inilah tes kesehatan yang sebaiknya dilakukan jika pasangan melakukan perselingkuhan. 

1. Mengecek HIV

1. Mengecek HIV
Pexels/Pranidchakan Boonrom

HIV adalah salah satu penyakit menular seksual. Virus ini menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Beberapa contohnya seperti air mani, darah, cairan vagina, dan air susu ibu. 

Mereka yang memiliki kebiasaan berganti pasangan dan melakukan hubungan seksual tanpa pengaman bisa rentan tertular penyakit tersebut. 

Selain itu, orang yang melakukan hubungan dengan pekerja seksual juga rentan terjangkit. 

Tes HIV memiliki beberapa jenis yaitu tes antibodi, tes kombinasi antibodi dan antigen, tes NAT, dan tes VCT. 

Jika dites negatif namun punya pengalaman berganti-ganti pasangan, kamu perlu dites kembali 3 bulan ke depan karena bisa jadi virusnya masih dalam masa inkubasi.

Editors' Picks

2. Mengecek penyakit raja singa

2. Mengecek penyakit raja singa
Freepik/gballgiggsphoto

Sifilis atau raja singa adalah jenis infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini masuk melalui tubuh melalui kulit terbuka di kulit, atau melalui kelamin. 

Tes VDRL/TPHA adalah tes skrining sifilis yang membantu dokter mendiagnosa sifilis pada tahap awal. 

Lalu, siapa saja yang perlu mendapat skrining tersebut? Mereka yang berganti pasangan, termasuk yang berselingkuh. 

3. Tes untuk mengecek herpes

3. Tes mengecek herpes
Pexels/cliffbooth

Selanjutnya adalah tes HSV dan HSV 2, tujuannya untuk mendiagnosis herpes. HSV tipe 1 bisa tertular melalui ciuman atau oral dan biasanya ini tidak memiliki gejala. 

Sedangkan HSV tipe 2 bisa tertular melalui hubungan seksual dan gejalanya adalah luka di area genital. 

Penyakit ini bisa didiagnosis berdasarkan penampakan terjadinya lesi dan juga pemeriksaan dengan laboratorium. 

Beberapa metode pemeriksaannya adalah metode swab dan melalui tes darah, Mereka yang berganti-ganti pasangan dan melakukan selingkuh sebaiknya menjalani tes ini untuk keamanan bersama. 

4. Tes untuk mengetahui penyakit Chlamydia

4. Tes mengetahui penyakit Chlamydia
Pixabay/derneuemann

Chlamydia adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri C trachomatis. Cara penularannya melalui hubungan intim berisiko, alat bantu seks yang digunakan bergantian, atau penularan ibu ke bayi. 

Gejalanya yang terjadi pada perempuan adalah keputihan tidak normal, nyeri saat buang air kecil, nyeri pada perut bawah, dan pendarahan di luar waktu menstruasi dan setelah berhubungan seksual. 

Pada pria, gejalanya adalah kencing nanah, nyeri saat buang air kecil dan nyeri pada testis. 

Untuk mendapatkan kepastian data, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dengan cara serologi. Nantinya, akan terlihat apakah ada antibodi dari penyakit ini. 

Biasanya yang dilihat adalah IgM dan IgG. IgM adalah penanda akut yang terbentuk 2-3 minggu setelah terinfeksi dan menghilang setelah 2-6 bulan. Sedangkan IgG adalah penanda adanya infeksi di masa lalu yang baru terbentuk 608 minggu pasca infeksi dan bisa bertahan bertahun-tahun. 

5. Siapa saja yang dicek? 

5. Siapa saja dicek 
Freepik/senivpetro

Lalu, siapa saja yang sebaiknya dicek? Apakah kamu sendiri atau bersama pasangan juga? 

Sebaiknya, mengecek bersama agar bisa melihat penyakit apa saja yang ternyata dimiliki. Dengan begitu, kedua belah pihak mengetahui siapa yang menularkan apa, dan bagaimana cara penyelesaiannya. 

Meski berat, namun pastikan untuk mengecek kesehatan demi keselamatan bersama. Tak mau kan tertular penyakit seksual padahal kamu tidak melakukannya?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.