Sebanyak 67% Perempuan Indonesia Pernah Dilecehkan via Online

Bisa melalui telepon, SMS dan online, Ma

8 Maret 2021

Sebanyak 67% Perempuan Indonesia Pernah Dilecehkan via Online
Freepik

Pelecehan bisa terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk dengan cara virtual. Popmama.com punya informasi mengenai bagaimana 67% perempuan Indonesia pernah mengalami pelecehan melalui ponsel. 

Perempuan sering dijadikan objek pelecehan. baik itu oleh orang yang dikenal maupun tak dikenal. Berada di rumah saja tidak melepaskan perempuan dari ancaman pelecehan. 

Bahkan cukup banyak perempuan yang mengaku pernah dilecehkan melalui ponsel, baik melalui telepon maupun secara online

Lebih dalam, inilah penjelasan mengenai pelecehan online pada perempuan. 

1. Sekitar 67% perempuan mengaku dilecehkan online

1. Sekitar 67% perempuan mengaku dilecehkan online
Dok. Istimewa

Sebuah survei dilakukan oleh Awas Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) pada tahun 2020. Hasilnya, ditemukan bahwa sekitar 67% responden perempuan mengaku menerima pelecehan seksual secara online selama pandemi. 

Komnas perempuan juga menemukan bahwa laporan seksual siber tahun 2020 meningkat sebanyak 348% dibanding tahun sebelumnya. 

Berdasarkan rilis yang diterima Popmama.com, dari 1.636 kasus yang terlapor, mayoritas merupakan ancaman untuk menyebarkan media tak senonoh (37,5%), pornografi balas dendam (15%), dan penuntutan gambar atau video tak senonoh (10,4%).

Editors' Picks

2. 80% Perempuan di dunia mengaku pernah dilecehkan melalui ponselnya

2. 80% Perempuan dunia mengaku pernah dilecehkan melalui ponselnya
Freepik/Cookie-studio

Sebuah penelitian juga dilakukan oleh Truecaller, aplikasi identifikasi nomor telepon dan pemblokir spam mengungkapkan bahwa 80% perempuan pernah mengalami pelecehan dan gangguan melalui ponselnya. 

Penelitian ini dilakukan di 5 negara dengan pelecehan seksual tertinggi yaitu Brasil, India, Kolombia, Mesir, dan Kenya. 

Setidaknya 1 dari 3 perempuan Mesir dan 1 dari 5 perempuan India pernah menerima telepon atau SMS pelecehan secara seksual.

3. Pelakunya kebanyakan orang yang tidak dikenal

3. Pelaku kebanyakan orang tidak dikenal
Freepik

Sebuah fakta yang cukup mengganggu, di mana kebanyakan pelaku pelecehan seksual via ponsel ini merupakan orang yang tidak dikenal. 

Hanya sebagian kecil pelaku yang berhasil diidentifikasi dan memang memiliki hubungan dengan perempuan yang dilecehkan. 

Kebanyakan pelaku meminta gambar senonoh, atau mengirimkan gambar tak senonoh, memaksa untuk berdiskusi tentang seks, atau memberikan komentar tak senonoh tentang penampilan atau bagian tubuh korban pelecehan. 

4. Cara menghindari pelecehan melalui ponsel

4. Cara menghindari pelecehan melalui ponsel
Freepik/Yanalya

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah dan menghindari pelecehan seksual lewat ponsel. Pertama, unduh aplikasi identifikasi penelepon dan pemblokiran seperti Truecaller. 

Jika masih tetap masuk, segera tutup telepon, laporkan, dan blokir melalui aplikasi untuk memastikan mereka tak bisa menghubungi kembali. Menariknya, Truecaller adalah aplikasi berbasis komunitas, sehingga semua pengguna secara aktif melaporkan nomor spam dan pelecehan secara real time untuk melindungi seluruh komunitas dari bahaya. 

Namun jika merasa masih terganggu, mintalah bantuan dari pihak berwenang dan laporkan semua jenis komunikasi yang membuatmu merasa tidak nyaman dan terancam.

Menurut Lindsey LaMont, Director of Brand Marketing Truecaller, penting untuk membicarakan mengenai masalah pelecehan melalui telepon dan online dengan orang-orang sekitar. Menurutnya, semakin banyak dibicarakan, maka semakin mudah membawa perubahan dan solusi untuk melawan isu sosial ini. 

5. Yang bisa dilakukan laki-laki untuk melawan pelecehan 

5. bisa dilakukan laki-laki melawan pelecehan 
pexels/viktoria-slowikowska

Perjuangan akan lebih mudah jika dilakukan bersama. Para laki-laki juga punya peran untuk menghentikan jenis pelecehan ini. 

Yang pertama, jangan pernah meremehkan masalah yang dialami perempuan. Sekecil apapun, tetap sebuah pelecehan. 

Jika kamu mengenal atau melihat pelecehan online, beranikan diri untuk menegur pelaku. Jelaskan kenapa hal itu tidak pantas dilakukan. 

Jangan segan untuk mengedukasi dan memberikan tekanan sosial agar semakin banyak orang yang paham mengenai perilaku yang pantas dan tidak pantas dilakukan. 

Sekecil apapun, pelecehan tetaplah sebuah pelecehan. Semakin banyak yang berani bicara, semakin banyak yang akan sungkan dan menyadari kesalahan mereka. 

Selalu dukung sesama perempuan ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.