Perhatikan, Ini 6 Tanda Mama Butuh Detoks Media Sosial

Sering merasa iri salah satu alasan kalau kamu butuh rehat dari media sosial

1 Desember 2020

Perhatikan, Ini 6 Tanda Mama Butuh Detoks Media Sosial
Popmama.com/ Novy Agrina
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Di masa pandemi, sosial media sering menjadi tempat untuk saling menyapa di dunia maya. Sayangnya, ada kalanya Mama perlu melakukan detoks media sosial. 

Seringnya, seseorang tidak sadar bahwa dirinya sedang bermasalah karena sosial media. Bahkan menurut studi dari Journal of Social and Clinical Psychology mengungkapkan adanya keterkaitan antara media sosial dengan depresi dan kesendirian. 

Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui bagaimana tanda-tandanya. Dengan begitu, kamu bisa mengerem dan memperbaiki diri terlebih dahulu. 

Dirangkum Popmama.com, inilah beberapa tanda Mama sudah perlu detoks media sosial. 

1. Melakukan doomscrolling

1. Melakukan doomscrolling
Pexels/Pixabay

Doomscrolling adalah sebuah istilah yang digunakan bagi mereka yang terus mencari kabar buruk di sosmed, terus membacanya, dan merasakan cemas serta ketakutan. 

Rasa penasaran ini tak bisa berhenti dan terus bertambah semakin hari. Saat melakukan doomscrolling, kamu merasa puas karena telah mencari tahu berita buruk. 

Di masa seperti ini, doomscrolling bisa makin parah dan berujung depresi. Jika kamu sudah sering merasa khawatir tanpa alasan, terlebih setelah melihat media sosial, berarti saatnya melakukan detoks. 

2. Mengabaikan banyak hal untuk tetap update

2. Mengabaikan banyak hal tetap update
Freepik/cookie_studio

Fear of Missing Out atau FOMO bisa jadi tanda selanjutnya. Mama akan terus mencari tahu apa saja yang sedang viral saat ini, tak peduli berapa banyak kewajiban yang harus dilakukan. 

Mama bisa membiarkan anak-anak tetap nonton TV berlama-lama asal kamu bisa tetap main ponsel. Bahkan, rela memberikan menu yang sederhana pada anak asal tidak mengganggu waktu untuk berselancar di media sosial. 

Pada ujungnya, kamu kehilangan banyak waktu untuk mengurus kewajiban demi tetap update

Editors' Picks

3. Selalu memikirkan konten setiap hari

3. Selalu memikirkan konten setiap hari
Freepik/freepic.diller

Mama tak bisa menjalankan hari dengan begitu saja. Selalu ada yang dipikirkan agar bisa memberikan konten menarik di media sosial Mama. 

Meski di rumah, Mama rela mengatur anak agar bisa dipotret dan dijadikan konten. Begitu juga saat sedang masak, selalu menyempatkan untuk memposting proses atau hasil akhirnya. 

Juga, Mama bisa menghabiskan banyak waktu untuk membuat caption yang sempurna. Jika sudah begitu, sama saja Mama membentuk kehidupan yang palsu, kini saatnya rehat sejenak. 

4. Selalu terdistraksi dengan notifikasi

4. Selalu terdistraksi notifikasi
Pexels/Cristian Dina

Salah satu tanda orang kecanduan ponsel adalah tidak bisa jauh dari ponsel dan merasa khawatir saat baterai habis. Satu lagi, kamu selalu menyempatkan diri untuk membalas notifikasi yang masuk. 

Setelah membalas notifikasi, Mama malah melanjutkan browsing dan berlama-lama dengan ponsel. 

Alhasil, banyak pekerjaan yang malah jadi tidak selesai karena kerap terdistraksi. 

5. Sering merasa iri dengan orang lain di sosial media

5. Sering merasa iri orang lain sosial media
Freepik/drobotdean

Tadinya, kamu merasa baik-baik saja. Sampai pada waktu kamu melihat postingan teman yang terlihat begitu bahagia. Kemudian kamu merasa tidak puas dengan kehidupan dan protes pada pasangan. 

Ini adalah salah satu pemicu yang bisa berakhir menjadi hal besar. Sayangnya, ini dialami banyak orang, tanpa disadarinya. 

Pada dasarnya, media sosial adalah tempat untuk pamer kehidupan yang sempurna. Inilah hal yang harus kamu sadari. 

Jika kamu kerap merasa iri dengan postingan orang lain, maka ini jadi tanda kamu harus segera melakukan detoks sosmed. 

6. Keluarga sering protes saat kamu memegang ponsel

6. Keluarga sering protes saat kamu memegang ponsel
Freepik

Jika si Kecil sudah sering protes Mama kerap memegang ponsel, saatnya meletakkannya segera. Apalagi jika si Kecil sampai meminta perhatian untuk didengarkan Mama. 

Tak hanya anak-anak, pasanganmu pun sering protes karena kamu tak konsen saat diajak bicara. 

Jika dibiarkan terus-menerus, hubunganmu dengan orang sekitar bisa semakin buruk. 

Bila ada banyak tanda yang Mama alami dari daftar di atas, segera uninstall media sosial yang paling sering dibuka. Semua dilakukan agar bisa menyegarkan pikiran dan menjaga kesehatan mental kamu. 

Ingat, yang terpenting adalah keluarga dan teman-teman dekat. Kamu bisa tetap menghubunginya melalui layanan chat atau telepon. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.