TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

6 Tips Jaga Keamanan Keluarga saat Tetangga Pergi Liburan

Terapkan protokol keamanan yang maksimal, ya!

14 Desember 2020

6 Tips Jaga Keamanan Keluarga saat Tetangga Pergi Liburan
Pexels/Gustavo Fring

Liburan sudah di depan mata dan banyak yang berencana ingin tetap pergi liburan, meski pandemi belum berakhir. Popmama.com punya tips menjaga keamanan keluarga saat yang lain pergi liburan. 

Angka penyebaran Covid-19 di Indonesia masih tetap tinggi. Bagi sebagian orang, hal ini tidak mengubah rencana liburan yang telah dibuat secara matang. 

Namun bagi sebagian lainnya, hal ini membuat harus lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan diri dan keluarga. 

Lalu, bagaimana jika ada keluarga dan tetangga yang pergi liburan? Bagaimana Mama menjaga keluarga agar tetap aman dari kemungkinan penyebaran virus corona? 

Inilah langkah yang bisa dilakukan. 

1. Hindari kontak langsung dengan orang lain

1. Hindari kontak langsung orang lain
Freepik/prostooleh

Kita tidak tahu apa saja yang mereka lakukan saat liburan. Akan lebih baik jika Mama bisa menjaga untuk tidak melakukan kontak langsung dengan tetangga atau keluarga yang pulang liburan. 

Memang terlihat seperti sombong, namun lebih baik mencegah daripada mengobati. 

2. Jaga silaturahmi via online

2. Jaga silaturahmi via online
Freepik/cookie_studio

Tidak melakukan kontak langsung bukan berarti tidak berkomunikasi dengan cara lain. Mama masih bisa tetap menyapa tetangga dan keluarga dengan cara online

Mengobrol via chat mengenai liburan mereka pun bisa jadi cara yang tepat menjaga komunikasi agar tetap baik. 

Editors' Picks

3. Usahakan tidak ke luar rumah sementara waktu

3. Usahakan tidak ke luar rumah sementara waktu
Freepik

Jika bukan kita yang menjaga keamanan keluarga, maka siapa lagi? 

Mungkin orang lain merasa aman saja ke luar rumah dan berkegiatan seperti biasa. Namun ada baiknya Mama membatasi kegiatan di luar rumah atau mendatangi keluarga yang baru pulang liburan. 

Agar si Kecil tidak bosan di rumah, Mama bisa menyiapkan permainan atau kegiatan yang bisa dilakukan di dalam ruangan. 

Biarkan orang lain yang keluar rumah dengan leluasa. Lebih baik menjaga diri daripada menyesal kemudian. 

4. Membeli kebutuhan sehari-hari via online

4. Membeli kebutuhan sehari-hari via online
Freepik/benzoix

Setelah musim liburan, orang-orang akan kembali ke rumah. Ada yang menaati peraturan dengan isolasi mandiri selama 2 minggu, ada yang tidak. 

Daripada mengira-ngira apakah ada yang tidak isolasi mandiri di komplek perumahan, lebih baik memilih cara lain untuk belanja. Saat ini sudah banyak warung dan penjual sayur yang bisa dipesan via aplikasi chat. 

Mama bisa menerapkan cara ini untuk beberapa waktu. Kalaupun tidak ada, Mama bisa membeli sayuran dan kebutuhan dari aplikasi online. Semua bisa selesai dengan ponsel pintar Mama. 

5. Disiplin terapkan protokol kesehatan di rumah

5. Disiplin terapkan protokol kesehatan rumah
Pexels/Ketut Subiyanto

Untuk hal-hal yang tidak terduga, misal si Kecil tetap main ke luar rumah, atau terpaksa Mama ke luar rumah, atau ada yang datang ke rumah, pastikan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Jangan pernah lepas masker saat bertemu orang lain dan selalu mencuci tangan setelah masuk rumah. Disinfektan barang dari luar, termasuk sandal dan kunci kendaraan. 

    6. Minta tetangga untuk memastikan keamanan rumahnya ketika melakukan liburan

    6. Minta tetangga memastikan keamanan rumah ketika melakukan liburan
    Pexels/Life of Pix

    Hidup bertetangga, otomatis kita nggak boleh egois. Oleh sebab itu, mintalah tetangga untuk memastikan keamanan rumahnya sebelum mereka meninggalkan untuk melakukan liburan. 

    Minta mereka untuk cek kembali pintu dan jendela dalam keadaan terkunci dan disegel dengan baik. Termasuk garasi, dapur, gudang, dan bagian atap dapur yang biasanya selalu jadi incaran maling untuk masuk. 

    Selain itu, pastikan tetangga tidak memiliki kunci cadangan yang "tersembunyi" di bawah tikar atau di bawah batu rumah. Pencuri tahu ke mana harus mencari dan kunci memberi mereka akses mudah.

    Jika tetangga memiliki jendela atau pintu geser, letakkan sepotong kayu atau batang logam panjang di trek agar tidak bisa dibuka. 

    Tetangga juga harus mengecek keadaan gas kompor harus dalam keadaan tidak terpasang, tak ada listrik yang terhubung seperti charger handphone yang masih menempel, dan semua aliran listrik dalam keadaan aman serta tidak ada kabel terbuka untuk menghindari terjadinya banyak hal yang tidak diinginkan dan bisa merugikan kamu sebagai tetangga.

    Menjaga keamanan dan kesehatan keluarga, terutama di masa seperti ini, sangatlah penting. Meski begitu, tetap jaga perasaan orang lain ya, Ma!

    Baca juga:

    Tanya Ahli

    Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

    Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

    Mama CerdAZ

    Ikon Mama CerdAZ

    Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

    Cari tahu yuk