7 Alasan Kamu Harus Stop Makan Junk Food Selama Bulan Puasa

Kamu pasti tidak mau merasakan beberapa hal ini, lebih baik stop makan junk food yuk di bulan puasa

16 Februari 2019

7 Alasan Kamu Harus Stop Makan Junk Food Selama Bulan Puasa
Freepik/yanalya

Junk food itu enak banget kan. Pasti banyak yang setuju dengan hal ini ini, kecuali mungkin kalau kamu vegan.

Sayangnya selama bulan puasa, sebaiknya kamu berhenti makan junk food dulu. Kenapa begitu?

Berikut ini 7 alasan kenapa kamu harus stop makan junk food selama bulan puasa:

1. Menyebabkan bau mulut

1. Menyebabkan bau mulut
Freepik

Kebanyakan makanan junk food itu mengandung banyak minyak karena diolahnya dengan digoreng. Minyak bisa menyebabkan pencernaan panas dan secara tidak langsung berpengaruh pada bau mulut.

Tentu bau mulut saat puasa bisa membuat kamu merasa nggak nyaman ya.

2. Kalorinya berlebihan

2. Kalori berlebihan

Makanan yang kita konsumsi merupakan bahan bakar bagi tubuh. Sementara jika kita makan junk food, di dalamnya mengandung karbohidrat, gula, lemak dan garam yang berlebih.

Organ pencernaan kamu malah kesulitan menghancurkan junk food, ditambah lagi karena minum air mineral juga terbatas saat puasa.

3. Gagal menurunkan berat badan

3. Gagal menurunkan berat badan
Freepik/bearfotos

Menurut National Institutes of Helath, beberapa makanan cepat saji secara keseluruhan mengandung kalori dalam jumlah yang tinggi, hal ini berdampak pada kelebihan berat badan.

Kalau sudah begini, bagaimana kamu bisa menurunkan berat badan saat bulan puasa?

Alih-alih ingin jadi lebih mudah, makan junk food malah membuat kamu kesulitan menurunkan berat badan.

Editors' Picks

4. Berisiko bagi kamu yang diabetes

4. Berisiko bagi kamu diabetes
Instagram.com/pluspluscatering

Ketika tubuh menyerap asupan gizi dari yang berasal dari makanan sehat, hal ini berarti tubuh mendapatkan pasokan glukosa yang membantu menjaga sensitivitas insulin.

Sedangkan ketika tubuh menyerap asupan  makanan junk food, hal ini bisa mengakibatkan stres yang berlebihan pada metabolisme tubuh sehingga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin dengan benar. Karena junk food tidak memiliki kandungan serat, konsumsi secara langsung menghasilkan lonjakan kadar gula.

Konsumsi junk food saat puasa bagi orang yang diabetes malah menyebabkan obesitas dan menambah risiko kesehatan lainnya.

5. Menyebabkan gastroesophageal reflux (GERD)

5. Menyebabkan gastroesophageal reflux (GERD)
Freepik

Konsumsi junk food saat puasa akan lebih berisiko karena menyebabkan kamu mengalami gangguan pencernaan seperti gastroesophageal reflux (GERD).

Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah gangguan pencernaan yang mempengaruhi esophageal sphincter (LES) bawah, cincin otot antara esophagus dan lambung.

Banyak orang, termasuk ibu hamil, menderita sakit maag atau gangguan pencernaan asam yang disebabkan oleh GERD. Dokter percaya bahwa beberapa orang menderita GERD karena suatu kondisi yang disebut hiatal hernia.

Dalam kebanyakan kasus, GERD dapat dikurangi melalui perubahan pola makan dan gaya hidup. Namun, beberapa orang mungkin memerlukan obat atau operasi.

Nah, nggak mau seperti itu kan? Makanya stop makan junk food saat bulan puasa.

Baca Juga: 7 Bahan Alami untuk Mengatasi Heartburn

6. Junk food menjadi pencetus depresi

6. Junk food menjadi pencetus depresi
Instagram.com/pluspluscatering

Akibat terlalu sering mengonsumsi junk food, banyak perubahan hormonal terjadi, terutama pada ibu hamil dan remaja.

Hal ini bisa mempengaruhi perubahan suasana hati dan perubahan perilaku.

Mengonsumsi junk food dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting dalam tubuh, dampaknya meningkatkan kemungkinan menderita depresi hingga 58 persen.

Puasa yang sehat bisa sangat berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormonal, tapi kalau diawali dengan sahur junk food rasanya malah membuat kamu kesulitan menjaga kestabilan emosional kamu.

Selain itu, kandungan dalam makanan cepat saji seperti garam, daging olahan, nitrat, dan MSG dapat memicu terjadinya sakit kepala, bahaya juga kan kalau kamu sehari-hari merasa pusing.

Baca Juga: Kurang Vitamin D Menyebabkan 7 Gangguan Ini, Salah Satunya Depresi!

Baca Juga: Tak Hanya Orang Dewasa, Si Kecil Juga Bisa Mengalami Depresi Ma!

7. Ginjal jadi bekerja dengan ekstra

7. Ginjal jadi bekerja ekstra
Freepik/nikitabuida

Setelah mengonsumsi junk food seperti cheese burger, keripik kentang atau cemilan lainnya rasanya lidah dibuat bergoyang dan seketika kamu merasa senang.

Air liur yang diproduksi jadi meningkat dan kamu jadi makan junk food lebih banyak.

Kandungan lemak jahat dan natrium yang tinggi dari garam di makanan cepat saji bisa mengganggu keseimbangan sodium-potasium tubuh yang dapat menyebabkan hipertensi.

Hal ini dapat mengganggu fungsi ginjal sebagai penyaring semua racun dari darah. Akhirnya ginjal jadi bekerja keras untuk melindungi tubuh kamu selama bulan puasa.

Baca Juga: 6 Cara Mencegah Penyakit Ginjal dengan Perilaku CERDIK

Nah, kamu tentu ingin menjalankan bulan puasa dengan nyaman kan? Itulah 7 alasan stop makan junk food saat bulan puasa yang perlu kamu sadari. Hindari makan junk food, terutama saat sahur ya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!