Kekurangan Cairan Saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya

Jangan sampai lemas saat berpuasa ya

27 Mei 2019

Kekurangan Cairan Saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya
Unsplash/Ibrahim Boran

Tidak minum kurang lebih selam 12 jam selama puasa sambil melakukan aktivitas sehari-hari bisa membuat kamu berisiko mengalami dehidrasi. Namun tenang saja, karena dehidrasi saat puasa termasuk ringan dan tak membahayakan nyawa.

Akan tetapi, dehidrasi bisa menghambat berbagai aktivitas kan, Ma?

Lalu bagaimana cara yang tepat agar tidak kekurangan cairan saat puasa? Ada beberapa tips buat kamu, berikut ini Popmama.com bagikan tips mengatasi kekurangan cairan saat puasa. Simak yuk, Ma. 

1. Jangan terlalu banyak makan-makanan yang asin

1. Jangan terlalu banyak makan-makanan asin
Dok. IDN Times

Baru menjalani beberapa jam puasa sudah merasa haus? Ini bisa karena menu sahur yang kamu makan. Ya, makanan bergaram bisa membuat kamu haus bahkan sampai kekurangan cairan. Sebab, garam sangat berpengaruh terhadap pengaturan cairan di tubuh.

Jika kamu mengonsumsi garam terlalu banyak, maka kamu pun akan mudah haus ketika menjalani puasa.

2. Beraktivitas di dalam atau luar ruangan

2. Beraktivitas dalam atau luar ruangan
Pixabay/zoosnow

Kondisi kekurangan cairan saat puasa bagi pekerja kantor jauh berbeda dengan orang yang bekerja berat di lapangan yang terik.

Keluarnya cairan tubuh bagi orang yang bekerja di lapangan akan lebih banyak karena penguapan, pernafasan dan keringat, dibandingkan orang yang kerja di dalam kantor dengan pekerjaan ringan.

Meski begitu, bekerja di dalam ruang yang ber-AC juga bisa membuat seseorang terkena risiko dehidrasi. Akibatnya kulit jadi kering dan bibir pecah-pecah.

Baca juga:

Editors' Picks

3. Perbanyak minum jika saat sahur banyak mengonsumsi protein

3. Perbanyak minum jika saat sahur banyak mengonsumsi protein
lifezen.in

Selain makanan yang bergaram, mengonsumsi protein tinggi bisa membuat kamu kehausan dalam waktu yang cepat hingga hilangnya cairan.

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan Experimental Biology, mengatakan bahwa seseorang yang menerapkan diet protein tinggi untuk menghindari karbohidrat, cenderung berisiko mengalami dehidrasi jika dibandingkan mereka yang tak melakukannya.

Untuk menghindari hal tersebut, seimbangkan menu sahur kamu dan minu air putih yang cukup.

4. Puasa untuk detoksifikasi pada tubuh

Puasa menurut Prof.Hardinsyah, Ketua Pergizi Pangan Indonesia, bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan detoksifikasi (detoks) atau pembersihan racun di dalam tubuh kamu. Untuk tujuan detoks maka diperlukan minum dengan jumlah yang banyak, dan diutamakan air putih atau air putih diselingi teh hijau dan jus buah segar tanpa gula atau youghurt.

Untuk pola konsumsinya, kamu bisa minum 1-2 gelas saat berbuka, 2-3 gelas ketika makan malam, 2-3 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, 1 gelas sebelum sahur, hingga 2 gelas saat dan setelah sahur sebelum imsak.

5. Konsumsi buah dan sayuran yang beragam

5. Konsumsi buah sayuran beragam
Pixabay/dbreen

Cara mengatasi kekurangan cairan saat puasa berikutnya adalah mengonsumsi buah dan sayuran. Sebab cairan tak hanya diperoleh dari minuman saja, namun bisa juga dari makanan tersebut. Kurang lebih 10-20 persen kebutuhan cairan bisa kamu dapatkan dari makanan.

Maka dari itu, pilihlah makanan yang mengandung cukup air sehingga kamu bisa kenyang sekaligus kebutuhan cairan kamu terpenuhi. Kamu bisa mengandalkan buah dan sayuran untuk hal ini. Jadi, penuhi menu sahur dan buka puasa kamu dengan sayur dan buah-buahan ya.

Dengan melakukan tips-tips di atas, semoga Mama dan keluarga tidak akan kekurangan cairan saat puasa dan kuat menjalani puasa setiap hari sampai sebulan penuh. Semoga bisa membantu ya, Ma.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!