Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Fenomena Solo Dining, Tren Makan Sendiri Semakin Populer
Pexels/cottonbro studio
  • Solo dining kini jadi bagian gaya hidup modern yang terkait dengan self-care, kesehatan mental, dan kebutuhan menikmati waktu sendiri di tengah rutinitas padat.
  • Banyak orang memilih makan sendiri untuk punya kendali penuh atas waktu, suasana, dan pilihan menu tanpa kompromi dengan orang lain.
  • Restoran mulai menyesuaikan diri dengan tren ini lewat fasilitas ramah solo diner serta teknologi pemesanan mandiri yang membuat pengalaman makan lebih nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fenomena solo dining atau makan sendiri kini makin populer di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Jika dulu makan sendirian sering dianggap canggung atau identik dengan rasa kesepian tetapi kini pandangan itu perlahan berubah.

Di tahun 2026, solo dining justru berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern yang berkaitan dengan self-care, kesehatan mental, hingga kebutuhan menikmati waktu sendiri di tengah rutinitas yang padat. Restoran hingga media sosial pun ikut mendorong tren ini semakin diterima banyak orang.

Berikut Popmama.com rangkum alasan kenapa banyak orang kini memilih makan sendiri.

1. Solo dining jadi bentuk self-care di tengah hidup yang sibuk

Pexels/Tima Miroshnichenko

Bagi banyak orang, makan sendiri kini menjadi cara sederhana untuk beristirahat dari tekanan sosial dan rutinitas yang melelahkan. Duduk sendirian sambil menikmati makanan favorit bisa membantu merasa lebih tenang tanpa harus memikirkan obrolan, basa-basi, atau menyesuaikan diri dengan orang lain.

Di tengah gaya hidup urban yang serba cepat, solo dining juga dianggap sebagai bentuk emotional wellness. Banyak orang memanfaatkan momen makan sendirian untuk mengisi ulang energi mental, menikmati ketenangan, hingga sekadar fokus pada diri sendiri tanpa distraksi.

2. Banyak orang ingin punya kendali penuh atas waktunya

Pexels/Adrienn

Tren ini juga berkaitan dengan munculnya fenomena ME-ME-ME Economy, di mana banyak orang lebih mengutamakan kenyamanan dan keputusan pribadi. Saat makan sendiri, seseorang bebas menentukan menu, tempat makan, durasi, hingga suasana tanpa harus berkompromi dengan orang lain.

Hal kecil seperti memesan dessert favorit, minuman spesial, atau mencoba restoran viral sendirian kini dianggap sebagai bentuk penghargaan untuk diri sendiri. Momen sederhana itu bahkan sering disebut sebagai “kemewahan kecil” yang bisa membantu memperbaiki suasana hati setelah hari yang melelahkan.

3. Makan sendiri tak lagi dianggap menyedihkan

Pexels/Andrea Piacquadio

Pandangan masyarakat terhadap orang yang makan sendiri perlahan berubah. Jika dulu solo dining identik dengan kesepian, sekarang justru dianggap sebagai simbol kemandirian dan rasa percaya diri.

Banyak orang merasa lebih nyaman datang ke restoran sendiri tanpa takut dihakimi. Media sosial juga ikut membantu mengubah stigma tersebut lewat berbagai konten makan sendirian, mukbang, hingga vlog me time yang membuat aktivitas ini terasa lebih normal dan menyenangkan.

4. Solo dining juga berkaitan dengan kesehatan mental

Pexels/Ron Lach

Fenomena solo dining ternyata punya hubungan erat dengan kondisi emosional masyarakat modern. Banyak orang memilih makan sendiri sebagai bentuk coping mechanism untuk mengurangi stres, kecemasan sosial, hingga kelelahan berinteraksi setelah bekerja seharian.

Beberapa orang bahkan merasa cemas ketika harus menjaga percakapan saat makan bersama orang lain. Karena itu, makan sendiri dianggap memberi ruang aman untuk relaksasi mental tanpa tekanan sosial. Aktivitas sederhana seperti menikmati makanan favorit pun bisa menjadi mood booster yang membantu seseorang merasa lebih baik.

5. Restoran kini mulai menyesuaikan diri dengan tren solo dining

Pexels/Helena Lopes

Melihat tren ini semakin besar, banyak restoran mulai beradaptasi dengan menyediakan fasilitas yang nyaman untuk pelanggan yang datang sendirian. Beberapa tempat makan menghadirkan booth privat, kursi khusus solo diner, hingga paket menu satu porsi yang lebih praktis.

Selain itu, penggunaan teknologi seperti QR code dan layanan pemesanan mandiri juga membuat pelanggan tidak perlu terlalu banyak berinteraksi dengan staf restoran. Konsep ini membuat pengalaman makan sendiri terasa lebih nyaman, aman, dan bebas canggung bagi banyak orang.

Itulah alasan kenapa fenomena solo dining kini makin populer di kalangan masyarakat. Makan sendiri ternyata bukan lagi soal kesepian, melainkan cara menikmati waktu dan menjaga kenyamanan diri sendiri di tengah hidup yang serba cepat.

Editorial Team