Pengertian Halal Bihalal dan Syariatnya, Bukan Sekadar Kumpul-Kumpul

Pahami pengertian dan syariatnya agar tidak keliru

9 Mei 2022

Pengertian Halal Bihalal Syariatnya, Bukan Sekadar Kumpul-Kumpul
Pexels/mentatdgt

Halal bihalal merupakan tradisi masyarakat setelah lebaran, tepatnya di bulan Syawal. Biasanya acara halal bihalal diisi dengan makan-makan sambil berkumpul bersama keluarga dan kerabat dekat.

Menurut pandangan Islam, halal bihalal bertujuan untuk menyambung silaturahim dengan sanak saudara maupun kerabat dan menghormati sesama manusia. Jika dilihat dari sisi silaturahim, halal bihalal dapat memperluas rezeki dan memperpanjang umur.

Perlu diketahui, tradisi halal bihalal justru tidak ada di Makkah dan Madinah. Halal bihalal sendiri merupakan tradisi masyarakat Indonesia. Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab, halal bihalal merupakan hasil pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Asia Tenggara.

Untuk mengetahui pengertian halal bihalal dan syariatnya menurut ajaran Nabi SAWPopmama.com telah merangkum ulasan yang dilansir dari ceramah Ustaz Muhammad Romelan melalui kanal YouTube Yufid.TV. Simak ulasannya!

Editors' Picks

Pengertian Halal Bihalal

Pengertian Halal Bihalal
Pexels/mentatdgt

Dalam Bahasa Arab, halal bihalal memiliki makna saling memaafkan. Sedangkan menurut KBBI, halal bihalal adalah hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Biasanya kegiatan diadakan sekelompok orang di auditorium atau aula. Halal bihalal juga didefinisikan sebagai silaturahmi.

Menurut ulama M. Quraish Shihab, halal bihalal merupakan kata majemuk bahasa Arab dari kata halala yang diapit dengan satu kata penghubung ba (dibaca: bi). Kata tersebut artinya penyelesaian masalah, mencairkan yang beku, dan melepaskan ikatan membelenggu.

Pentingnya Segera Meminta Maaf menurut Nabi SAW

Penting Segera Meminta Maaf menurut Nabi SAW
Pexels/Cytonn Photograph

Nabi SAW pernah mengingatkan tentang pentingnya segera meminta maaf kepada orang lain. Nabi bersabda dalam hadis Abu Hurairah yang berbunyi:

"Barang siapa yang memiliki kezaliman atau pernah menzalimi saudaranya, maka mintalah maaf pada hari ini. Karena sesungguhnya di sana tidak akan bermanfaat dinar dan dirham. Dan tidak akan dimaafkan sampai seorang kemudian diambil kebaikannya kepada seseorang yang dizalimi. Dan apabila seseorang sudah tidak memiliki kebaikan untuk diberikan kepada orang yang dizalimi, maka kejelekan orang tersebut akan diambil dan diberikan kepada orang yang pernah menzaliminya."

Hadis ini merupakan perintah dari Nabi SAW untuk segera untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizalimi. Minta maaf tidak diikat oleh waktu, sehingga halal bihalal tidak sesuai dengan yang disebutkan nabi.

Seseorang yang membuat kesalahan harus segera meminta maaf kepada orang yang dizalimi, tanpa harus menunggu saat halal bihalal. Hal inilah yang bisa menimbulkan kemungkaran menurut Nabi SAW.

Apa yang Tidak Diperbolehkan dan Diperbolehkan saat Halal Bihalal menurut Syariat Islam?

Apa Tidak Diperbolehkan Diperbolehkan saat Halal Bihalal menurut Syariat Islam
Freepik/freepik

Menurut Ustaz Muhammad Romelan, saat halal bihalal terjadi ikhtilath. Pengertian ikhtilath dalam definisi syariah adalah berbaurnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya dalam satu tempat yang memungkinkan munculnya dampak negatif.

Hal ini mendapat teguran dari Nabi SAW dalam beberapa hadis. Nabi SAW saat keluar dari masjid bersabda:

"Minggirlah kalian, sesungguhnya kalian tidak berhak untuk menutup jalan, berada di tengah jalan, atas kalian untuk berada di pinggir jalan."

Ustaz Romelan menambahkan,

"Maka dari itu, perempuan ke pinggir hingga pakainnya mepet ke tembok. Ini bertujuan untuk mencegah maksiat karena bercampurnya laki-laki dan perempuan bahayanya berjabat tangan lawan jenis yang bukan mahramnya

Nabi SAW bersabda "Seseorang ditusuk kepalanya dengan tusukan maka sungguh itu lebih baik daripada seseorang yang menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya"

Nabi SAW melarang laki-laki bersentuhan dengan perempuan yang bukan dari mahramnya untuk menjaga diri, menutup kemungkinan, menjauhkan pandangan, dan menghindari perzinaan.

Sementara untuk hal yang diperbolehkan menurut syariat Islam adalah saling mendatangi dan bermaaf-maafan. Nabi SAW bahkan memperbolehkan budak bernyanyi tentang kemerdekaan, kedamaian, atau yang bersifat pujian. Jadi hindari hal yang tidak diperbolehkan syariat Islam ya!

Nah itu tadi penjelasan mengenai pengertian halal bihalal dan syariatnya menurut ajaran Nabi SAW. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk