Alasan di Balik Pentingnya Pola Tidur Nyenyak Selama Masa Pandemi

Semua ini berpengaruh terhadap kekebalan tubuh nih, Ma!

20 Mei 2020

Alasan Balik Penting Pola Tidur Nyenyak Selama Masa Pandemi
Freepik/Eddows-animator

Penyebaran Covid-19 yang semakin memakan banyak jiwa tentu membuat situasi dunia dilanda rasa panik dan cemas.

Belum lagi dengan peraturan dari pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk menjalankan karantina mandiri, sehingga membuat banyak orang perlu beradatasi dengan pola hidup yang baru 

WHO juga telah mengatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 ini membuat perubahan besar pada rutinitas harian manusia. 

Tak jarang berbagai perubahan ini terasa sangat sulit, terutama untuk mereka yang tantangan kesehatan mental. Perasaan stres dan bingung menjadi sebuah dampak alami yang dapat terjadi di tengah masa krisis seperti sekarang. 

Untungnya, ada banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental yakni selalu berpikir positif dan tercukupinya waktu tidur setiap hari. Pola tidur yang baik di masa pandemi ini tentu berdampak positif karena mampu menjaga kekebalan tubuh lebih maksimal. 

Jika Mama ingin mengetahui alasan di balik pentingnya pola tidur, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Demi meningkatkan kekebalan tubuh di tengah pandemi Covid-19, istirahat cukup dan pola tidur yang nyenyak perlu diperhatikan dengan baik. 

Editors' Picks

1. Rasa cemas dan gelisah seringkali menyebabkan masalah tidur yang serius 

1. Rasa cemas gelisah seringkali menyebabkan masalah tidur serius 
Pexels/Kat Jayne

Selama pandemi Covid-19 berlangsung, tingkat kecemasan seseorang akan meningkat apalagi rasa takut terhadap penyebaran virus saat ini. 

Kecemasan pun akan memengaruhi diri sendiri, termasuk ketika merasa terisolasi di dalam rumah dan rasa khawatir ketika orang terkasih terkena virus. Berbagai pemikiran inilah yang cukup menguras tenaga dan membebani pikirannya sendiri. 

Perlu Mama ketahui bahwa sudah ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa rasa cemas dan gelisah mampu menyebabkan masalah tidur yang serius, salah satunya insomnia. 

Insomnia adalah masalah tidur akibat sulitnya tidur nyenyak yang berkelanjutan. Penyebabnya cukup beragam, termasuk muncul stres dan mengalami gangguan kecemasan. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang merasa lelah secara mental, sehingga menganggu kualitas tidur. 

Insomnia bisa muncul ketika seseorang telalu memikirkan pekerjaan, finansial keluarga hingg kondisi kesehatan diri sendiri atau keluarga di tengah pandemi. 

Padahal ketika kualitas tidur tidak terjaga dengan baik, maka akan berdampak pada kesehatan pikiran dan tubuhnya. 

“Tidur yang cukup dengan kualitas yang baik bagi orang dewasa adalah 8 jam. Kualitas tidur yang baik akan terasa keesokan harinya saat seseorang bisa beraktivas dengan baik dan tidak merasa ngantuk di siang atau sore hari," ucap  dr. Herman Irawan, Health Practitioner, PT Avrist Assurance. 

2. Bagaimana cara mencegah dan mengatasi rasa cemas di tengah pandemi Covid-19?

2. Bagaimana cara mencegah mengatasi rasa cemas tengah pandemi Covid-19
Freepik/yanalya

Kecemasan seseorang bisa meningkat ketika berada di situasi yang tak pasti, namun tetap bisa dicegah dan diatasi dengan baik. 

Untuk langkah pertama yang perlu dilakukan oleh semua orang, dr. Herman mengatakan bahwa perlu ada bekal pengetahuan terkait penyebaran Covid-19 saat ini agar lebih siap untuk menghadapinya. 

“Pertama dalam mencegah rasa cemas dan gelisah dapat membekali diri dengan pengetahuan yang tepat mengenai Covid-19. Tetap perlu menjaga kualitas  berita yang diterima setiap hari. Carilah informasi mengenai Covid-19 dari sumber berita terpercaya agar mengurangi rasa ketidakpastian," jelas dr. Herman. 

Selain itu, dr. Herman mengharapkan agar lebih banyak orang mulai melatih otak untuk tetap tenang dan memandang masalah dengan perspektif berbeda. Jalani semuanya dengan pikiran yang positif, sehingga menurunkan perasaan cemas. 

"Luangkan waktu untuk belajar hal baru agar dapat mengalihkan rasa kecemasan,” kata dr. Herman.

3. Perhatikan kebiasaan buruk yang justru memicu tidur menjadi tidak nyenyak

3. Perhatikan kebiasaan buruk justru memicu tidur menjadi tidak nyenyak
Freepik/cookie_studio

Perlu Mama ketahui bahwa memaksakan rasa kantuk atau tidur justru akan semakin menegangkan pikiran, sehingga justru berakibat tidak bisa tidur. 

Sebelum kualitas tidur semakin buruk dan menganggu kesehatan, dr. Herman menyarankan sebaiknya sebelum tidur melakukan latihan untuk menenangkan pikiran. Cobalah untuk membayangkan kegiatan favorit, misalnya melalui meditasi agar pikiran menjadi lebih rileks. 

Selain itu, dr. Herman menjabarkan bahwa ada beberapa kebiasaan sederhana yang perlu diperhatikan agar kualitas tidur bisa tetap nyenyak yakni:

  • Pastikan untuk selalu memerhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh, khususnya kadar nikotin, kafein dan alkohol. Asupan ini dapat mengganggu kualitas tidur seseorang. 
  • Batasi waktu tidur siang agar sesuai porsi, sehingga tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari. 

Itulah informasi penting di balik pentingnya pola tidur yang nyenyak selama masa pandemi Covid-19. 

Wajib diingat bahwa penurunan daya tahan tubuh di kondisi seperti ini hanya akan menyebabkan seseorang rentan terhadap penularan dan menyebabkan sakit.

Mulai atur kembali pola tidur menjadi lebih berkualitas yuk, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.