Awas Bangkrut, Kenali 5 Faktor Kesalahan yang Memicu Bisnis UMKM Gagal

Tanpa strategi yang baik, kegagalan bisa mengancam bisnis UMKM

21 November 2019

Awas Bangkrut, Kenali 5 Faktor Kesalahan Memicu Bisnis UMKM Gagal
Freepik/Pressfoto

Menjalani bisnis UMKM bukanlah pekerjaan yang mudah karena pelan-pelan perlu berproses, sehingga memajukan segala bentuk usaha. Selain fokus, bekerja keras serta attitude, orang-orang di belakang bisnis UMKM pun perlu memiliki strategi yang tepat.  

Meskipun begitu, masih ada pemain bisnis di UMKM yang melakukan kesalahan sampai berakibat fatal untuk usahanya sendiri. Tanpa belajar dari pengalaman terkadang berbagai kesalahan yang terjadi secara berulang-ulang dapat membuat seseorang gagal dalam berbisnis. 

Jika Mama ingin mengetahui beberapa faktor kesalahan yang seringkali memicu bisnis UMKM gagal, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Semoga ini bisa menjadi pembelajaran ketika sedang menjalani bisnis UMKM ya, Ma!

1. Terlalu banyak menerima masukan bisnis

1. Terlalu banyak menerima masukan bisnis
Freepik/Yanalya

Ketika terjun di bisnis UMKM seringkali butuh masukan dari berbagai mentor apalagi orang yang telah berhasil menjalaninya dengan baik. Namun, beberapa masukan cerdas dalam menjalani bisnis UMKM dapat menciptakan situasi pada dua pilihan antara berhasil atau gagal. 

Cara seseorang dalam menjalani bisnis UMKM belum tentu sama karena setiap orang memiliki cara yang masing-masing.

Ketika mendapatkan masukan atau saran-saran tertentu dari orang lain, maka ada baiknya tetap berusaha untuk memilahnya terlebih dahulu. 

Proses memilah saran yang diberikan oleh orang lain juga bisa menjadi proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan tidak semua masukan terkait menjalani bisnis UMKM harus diterapkan begitu saja. 

Masukan atau saran yang kurang tepat ketika diaplikasikan ke dalam bisnis UMKM sendiri justru akan membahayakan. Maka dari itu, pilihlah mentor bisnis yang khusus bergerak di bidang sejenis sehingga lebih memudahkan karena memiliki pengalaman serupa. 

Editors' Picks

2. Kurang memahami dan memprioritaskan konsumen 

2. Kurang memahami memprioritaskan konsumen 
Freepik/Snowing

Memprioritaskan konsumen tentu menjadi salah satu tujuan dalam memulai bisnis UMKM. Padahal selain mendapatkan sebuah keuntungan, bisnis UMKM pun seharusnya juga perlu memahami serta memprioritaskan kebutuhan konsumen. 

Maka dari itu, strategi dalam memulai bisnis UMKM termasuk menentukan harga jual serta potensi produk perlu diperhatikan dengan baik.

Tujuannya sederhana agar para konsumen seolah merasa dimengerti atas segala yang mereka butuhkan. 

Lalu usai meluncurkan sebuah produk, maka perlu sekali memantau komunikasi yang baik bersama konsumen agar hubungannya tetap terjaga. 

3. Tidak memiliki pemasaran yang membantu proses penjualan 

3. Tidak memiliki pemasaran membantu proses penjualan 
Freepik/Snowing

Pemasaran yang terjadi selama menjalani bisnis apapun termasuk UMKM perlu sekali dilakukan untuk melancarkan proses penjualan.

Namun, seringkali kesalahan yang terjadi pada bisnis UMKM yakni tidak memiliki pemasaran padahal ini menjadi kunci dalam mendapatkan keuntungan. 

Perlu disadari bahwa banyak pengusaha bisnis UMKM beranggapan kalau gagasannya sudah cukup baik, sehingga proses penjualan bisa berkembang dengan sendirinya. 

Padahal bagaimanapun pemasaran dalam sebuah bisnis perlu dilakukan.

Teknologi yang semakin maju pun membuat pemasaran secara online seharusnya bisa menjadi alternatif yang dapat membantu penjualan semakin meningkat.   

Tanpa pemasaran yang kurang baik hanya akan membuat bisnis mengalami kemunduran karena produknya pun tidak dikenal baik oleh para calon konsumen. 

4. Terlalu berekspektasi terlalu tinggi, namun tidak fokus dalam mengembangkan UMKM

4. Terlalu berekspektasi terlalu tinggi, namun tidak fokus dalam mengembangkan UMKM
Pexels/Nathan Cowley

Dalam menjalani bisnis UMKM, berekspektasi terlalu tinggi sebenarnya sah-sah saja. Hanya saja perlu sekali mengubah sebuah ekspektasi menjadi aksi nyata, sehingga menghasilkan sebuah keuntungan. 

Meskipun hasil yang diinginkan membutuhkan dalam sebuah bisnis memerlukan proses serta waktu tidak singkat, maka perlu sekali kerja keras dalam meraihnya. 

Bicara mengenai ekspektasi dan kerja keras semua ini memang perlu dicapai termasuk mengenal keinginan konsumen. Terkadang beberapa pemain bisnis UMKM seringkali lambat masuk ke pasar, sehingga tidak dapat mengembangkan produknya dan berakhir gagal menyaingi para pesaing. 

Padahal ketika tetap menjalani bisnis dengan fokus serta mengembangkan produk agar semakin lebih baik.

Berbagai saran dari konsumen pun perlu direspon dan diamati dengan baik, sehingga membuat usaha UMKM berkembang sesuai harapan. 

5. Selalu melakukan segala pekerjaan di dalam bisnis UMKM sendirian  

5. Selalu melakukan segala pekerjaan dalam bisnis UMKM sendirian  
Freepik/Creativeart

Menjalani sebuah bisnis UMKM tentu tidak bisa dilakukan seorang diri karena pasti akan membutuhkan bantuan orang lain. Ketika bekerja seorang diri untuk memasarkan produk hingga menghitung semua keuntungan sendiri, tanpa disadari akan membuat siapa saja merasa kewalahan. 

Padahal dengan merekrut orang-orang yang berkompeten bisa sangat membantu selama menjalani bisnis dengan baik. 

Sebelum bingung dalam menentukan strategi dalam penjualan produk UMKM, Mama pun harus bijak serta membuka peluang agar bisa berkolaborasi dengan yang lain.

Carilah berbagai informasi yang ada di sekitar, sehingga memudahkan serta semakin memperkenalkan produk UMKM sendiri ke masyarakat luas. 

Tokopedia Center merupakan experience center yang menghadirkan pengalaman berbelanja secara O2O (online-to- offline atau offline-to-online), sekaligus berperan sebagai pusat edukasi digital yang membantu para pegiat UMKM mengembangkan usaha mereka melalui aplikasi Tokopedia. 

Sejak diluncurkan pada September 2018, Tokopedia Center telah hadir di 37 kota/kabupaten di Indonesia untuk menghubungkan para pegiat UMKM di Indonesia dengan pasar nasional. 

“Indonesia selalu menjadi fokus utama Tokopedia, maka kami terus berkomitmen untuk menggerakkan perekonomian dalam negeri. Kami menghadirkan beberapa inisiatif lokal seperti Tokopedia Center, Mitra Tokopedia, serta berbagai kegiatan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi dalam menciptakan peluang,” jelas Ekhel Chandra Wijaya selaku External Communications Lead Tokopedia saat ditemui di Makassar pada Kamis (7/11/2019). 

Sebagai perusahaan teknologi Indonesia, Tokopedia terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem, selalu berkomitmen mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia melalui berkolaborasi dengan para pengguna, penjual dan mitra strategis lainnya. 

Dengan segala kemudahan yang ada, maka pemilik warung, toko kelontong dan usaha sejenis lainnya mampu mengembangkan bisnisnya dengan berjualan berbagai macam produk digital.

Intinya semua peluang bisnis bisa terbuka dengan luas, bila teliti dan bijak dalam memahami apa yang sedang tren saat ini. 

Itulah beberapa hal yang seringkali menjadi faktor pemicu sebuah bisnis UMKM gagal di tengah jalan dan tak bertahan lama. 

Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.