Ibunda Presiden Jokowi Dimakamkan, Gibran: Begitu Cepat Eyang Pergi

Tetap semangat untuk Presiden Jokowi serta keluarga yang telah ditinggalkan!

26 Maret 2020

Ibunda Presiden Jokowi Dimakamkan, Gibran Begitu Cepat Eyang Pergi
Instagram.com/gibran_rakabuming

Kabar duka datang dari Presiden Joko Widodo, sang Ibunda bernama Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia di RST Slamet Riyadi, Solo sekitar pukul 16.45 WIB pada hari Rabu (25/3/2020).

Beberapa staf bersama Jokowi pun langsung berangkat ke Solo sekitar pukul 16.45 WIB dan Kakek dari Jan Ethes ini tiba di Solo sekitar pukul 17.52 WIB untuk bertemu dengang sang Ibunda terakhir kalinya. 

Sebagai informasi, Ibu Notomiharjo lahir di Surakarta pada tanggal 15 Februari 1943 dan hingga kini beliau menetap di kota Solo. Perempuan yang akrab disapa Ibu Noto ini wafat di usia 77 tahun. 

Beliau meninggalkan 4 orang anak, yaitu Jokowi, Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati.

Pemakaman Ibunda dari Jokowi ini dilakukan di Desa Mundu, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah pada Kamis (26/3/2020).

Upacara pemakaman diiringi dengan serangkaian penerapan physical distancing (jaga jarak secara fisik) bagi setiap tamu yang hadir demi mencegah penularan Covid-19. 

Jika Mama ingin mengetahui proses pemakaman hingga isi hati dari Gibran Rakabuming terkait kepergian Eyang Noto, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

1. Physical distancing sangat diterapkan selama proses pemakaman Ibunda dari Jokowi

1. Physical distancing sangat diterapkan selama proses pemakaman Ibunda dari Jokowi
Instagram.com/info.seputarindonesia

Dilansir dari IDN Times ada tradisi brobosan yang digelar sebagai upacara adat. 

Sebelum dimakamkan, digelar upacara adat Brobosan sebagai simbol penghormatan terakhir kepada almarhumah Eyang Noto. 

Upacara Brobosan adalah mengelilingi bawah jenazah sebanyak tujuh kali saat jenazah diangkat. Prosesi tersebut dilakukan oleh seluruh anak, cucu dan cicit.

Jenazah pun tiba di pemakaman keluarga tepat pukul 13:00 diiringi dengan Joko Widodo dan para keluarga inti. Jokowi ditemani oleh sang Istri dan Gibran Rakabuming yang menggunakan master selama proses pemakaman. 

Pemakaman dilakukan secara tertutup hanya untuk keluarga dan kerabat dekat. Diketahui bahwa selama pemakaman berlangsung tidak ada prosesi militer atau kenegaraan. 

Hal ini karena diterapkannya physical distancing serta menghindari terjadinya penyebaran Covid-19. 

Setiap pelayat yang datang diminta melakukan pemeriksaan suhu terlebih dahulu menggunakan thermal gun, sebelum diperbolehkan masuk ke area pemakaman. Setelah itu, pelayat perlu mencuci tangan dengan sabun hingga bersih. 

Pelayat yang hadir selama prosesi juga diberikan masker. Di area pemakanan disediakan bilik disinfektan agar setiap pelayat dapat disemprot menggunakan cairan disinfektan. 

Selain itu, tenda dan kursi tamu yang akan ditempati oleh para pelayat juga sangat steril. 

Terkait prosesi pemakaman yang menerapkan physical distancing ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat. 

Editors' Picks

2. Curahan hati terdalam dari Gibran Rakabuming atas kepergian sang Nenek

2. Curahan hati terdalam dari Gibran Rakabuming atas kepergian sang Nenek
Instagram.com/gibran_rakabuming

Sebagai cucu, Gibran termasuk anggota keluarga yang merasa sedih atas kepergiaan sang Nenek. Dalam sebuah tulisan yang penuh haru, Gibran mengatakan bahwa neneknya adalah sosok panutan di keluarga karena selalu mengajarkan untuk bersikap rendah hati dan berbuat baik. 

"Empat tahun Eyang Noto gerah, tetapi tak pernah menunjukkan rasa sakitnya kepada anak-cucunya," tulis Gibran. 

Melalui ceritanya di Instagram, Gibran mengatakan bahwa sang Nenek masih berusaha mendatangi pengajian dan kegiatan-kegiatan lain. Terkadang beliau pun naik becak sendirian atau meminta diantar sopir.

Menurut Gibran, neneknya sama sekali tidak pernah mau membebani anak dan cucunya untuk beragam aktivitas yang ingin dijalani. 

"Puasa dan shalat tahajudnya tak pernah putus, untuk mendoakan kami semua anak-cucunya, agar menjadi orang yang berguna untuk orang banyak," tulisnya. 

Kami sangat kehilangan atas kepergian beliau. Semoga Allah SWT mengampuni semua kesalahan semasa hidup, menerima semua amal baik dan dikaruniakan surga terbaik.

Kami memintakan maaf atas kekurangan dan kekhilafan almarhumah semasa hidup.

Bukan berarti keluarga melarang, tetapi dengan tanpa mengurangi rasa hormat, dan mengikuti kebijakan pemerintah terhadap situasi tanah air, saya menyarankan untuk mendoakan dari rumah saja.

Dalam sebuah karikatur yang diunggah oleh Gibran ke Instagram, dirinya mengatakan bahwa kepergian sang Nenek begitu cepat. 

"Begitu cepat Eyang pergi menghadap-Nya, saat kami membutuhkan nasihat-nasihatnya," kata Gibran. 

3. Ucapan belasungkawa untuk Jokowi dan keluarga

3. Ucapan belasungkawa Jokowi dan keluarga
Instagram.com/motulz

"Salah satu yang bikin hati sepatah-patahnya adalah kehilangan orang tercinta. Apalagi kondisi negara baru seperti ini. Begitu ngilu rasa di hati. Ndherek belasungkawa Pak Jokowi Kami hanya bisa turut berdoa. Semoga bapak sekeluarga kuat. Semoga ibu tenang beristirahat." - Adjie Santosoputro. 

"Sungguh Pak Jokowi, semoga bapak sangat sangat ditabahkan dan diberi kesabaran dalam kedukaan ini, juga dikuatkan dalam situasi bangsa dan negara sedang berduka ini. Doa terbaik kami untuk almarhumah, untuk Bapak sekeluarga. Alfatihah." - Ridwan Kamil. 

Begitulah beberapa ucapan duka yang diunggah oleh Adjie Santosoputro dan Ridwan Kamil di Instagram pribadi mereka masing-masing. 

Penulis buku Perahu Kertas, Dewi Lestari pun menuliskan ucapan belasungkawa untuk Jokowi sekaligus mengingatkan bahwa kehilangan seseorang yang dicintai tentu tidak akan pernah mudah. 

Kehilangan seseorang yang kita cinta tidak pernah mudah. Namun, pada masa seperti sekarang ini, kehilangan itu akan terasa jauh lebih berat. 

Duka yang tak bisa berlarut lama, yang tak bisa dihayati dalam keramaian, yang harus dilakukan dalam siaga. Kehilangan ibunda saat harus memimpin bangsa sebesar Indonesia melewati krisis besar, nyaris tak terbayangkan bebannya. Kami hanya bisa melayangkan doa. 

Semoga Pak Jokowi senantiasa dikuatkan. Semoga almarhumah Ibu Noto beristirahat dengan tenang. 

Begitulah kata-kata dari Dewi Lestari sebagai salah satu penguat untuk Jokowi usai ditinggal oleh sang Ibunda. 

Kehilangan seseorang yang dicintai tentu tidaklah mudah apalagi ditinggal pergi pasangan hidup untuk selama-lamanya. Sebagaimana orang lain yang sedang masuk ke dalam fase duka, maka Jokowi sekeluarga pun perlu melewati beberapa tahapan hingga benar-benar bisa ikhlas serta menjalani kehidupannya kembali. 

Tetap semangat untuk Jokowi dan sekeluarga! 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.