Miris, Siswi SMP di Tasikmalaya Diperkosa 10 Orang Secara Bergilir

Pemerkosaan secara bergilir kembali terjadi pada anak-anak di bawah umur

26 November 2020

Miris, Siswi SMP Tasikmalaya Diperkosa 10 Orang Secara Bergilir
Pexels/mikoto.raw

Kasus pemerkosaan secara bergilir kembali lagi terungkap baru-baru ini. Seorang siswi SMP berusia 14 tahun asal Tasikmalaya Selatan, Jawa Barat menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan secara bergilir oleh 10 laki-laki. 

Perbuatan keji ini sudah dilakukan berulang kali selama kurang lebih satu tahun. Di antara 10 laki-laki tersebut, ada dua pelaku yang merupakan orang terdekat alias tetangga korban. 

Kedua pelaku sudah lansia yang masing-masing berusia 70 tahun dan 73 tahun. Pelaku pemerkosaan ini juga bukan orang biasa, melainkan tokoh masyarakat kampung setempat di mana korban tinggal. 

Kasus pemerkosaan yang terjadi secara bergilir ini sedang ditindaklanjuti secara hukum, sehingga para pelaku lainnya bisa segera terungkap.  

Terkait dengan kasus pemerkosaan yang kembali terjadi ini, Mama perlu mengetahui bahwa penting sekali untuk menjaga anak-anak agar terhindar dari pelaku tindak kejahatan. 

Jika Mama ingin mengetahui informasi yang bermanfaat agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang, Popmama.com telah merangkumnya. 

Editors' Picks

1. Apa saja efek kesehatan yang bisa terjadi pada korban pemerkosaan?

1. Apa saja efek kesehatan bisa terjadi korban pemerkosaan
Freepik

Pemerkosaan yang terjadi secara bergilir dengan berbeda-beda orang tentu akan meningkatkan risiko buruk pada kesehatan. Belum kalau kalau korban pemerkosaan masih di bawah umur. 

Terkait kasus yang terjadi pada siswi SMP di Tasikmalaya sebagai korban pemerkosaan 10 orang secara bergilir, memungkinkan ia memiliki luka fisik dan mental. 

Berikut beberapa kemungkinan yang umum terjadi pada korban pemerkosaan, seperti: 

  • Berpotensi terkena HIV yang ditularkan dari pelaku pemerkosaan. 
  • Memungkinkan terjadinya infeksi atau pendarahan pada bagian vagina atau anus. 
  • Meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual (PMS), yakni hepatitis, herpes dan clamidia. 
  • Terjadi peradangan pada bagian vagina apalagi jika pelaku melakukan tindak kekerasan saat berhubungan seksual. 

Selain itu, kasus pemerkosaan yang melibatkan aktivitas oral secara kasar juga akan menyebabkan luka di bagian mulut. 

2. Korban pemerkosaan akan memiliki beban psikologis yang berat

2. Korban pemerkosaan akan memiliki beban psikologis berat
Freepik/cookie_studio

Sebuah peristiwa buruk yang tidak diinginkan terjadi tentu akan membuat kondisi psikologis seseorang terguncang, apalagi ketika ia menjadi korban pemerkosaan. 

Secara psikologis, korban pemerkosaan akan merasa cemas dan takut ketika harus bertemu dengan orang lain. Ada rasa trauma, saat ia harus bertemu dengan orang asing atau orang terdekat yang dikenalnya. 

Tak jarang, rasa penyesalan karena telah menjadi korban pemerkosaan juga terus menghantui pikirannya.

Kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri akan terus muncul, bahkan memicu tindakan bunuh diri karena sudah merasa depresi. 

3. Orangtua perlu mengajari anak untuk meminimalisir terjadinya pemerkosaan dan pelecehan seksual

3. Orangtua perlu mengajari anak meminimalisir terjadi pemerkosaan pelecehan seksual
Freepik/yanalya

Sebagai seorang psikolog klinis, Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt mengaku sangat miris dengan banyaknya kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi pada anak-anak di bawah umur. 

Menurut pandangannya, anak-anak remaja sudah perlu sekali untuk waspada seiring bertambah usia terkait pelaku pelecehan seksual. 

"Biasanya pelaku yang bisa melakukan pelecehan seksual itu seringkali terlihat sama dengan orang lain. Namun, perlu berhati-hati dengan orang asing yang bertindak kurang wajar," kata Alexandra.

Menurut Alexandra, berikut beberapa sikap orang-orang yang perlu diwaspadai karena bisa saja menjadi pelaku pelecehan seksual antara lain:  

  • Orang asing yang memperlihatkan ketertarikannya pada masalah seksual. Ia berusaha membuat pembicaraan yang menjurus ke arah seks. 
  • Seseorang yang secara sengaja memerhatikan korban dengan tatapan penuh hawa nafsu. Tak jarang, ia pun tidak malu memperlihatkan organ intimnya ke orang lain. 
  • Perlu mewaspadai orang-orang yang senang melontarkan candaan yang mengandung konteks seksual. Perlu hati-hati juga terhadap orang asing yang berusaha menyentuh atau membelai dengan maksud terselubung. 

Beri tahu juga ke anak bahwa ia perlu hati-hati kepada orang asing yang baru dikenal. Hindari jika orang asing tersebut ingin menawarkan hal-hal yang sifatnya personal, seperti mau mengantarkan pulang ke rumah. 

Tak hanya orang asing saja yang perlu diwaspadai, namun anak mama perlu mawas diri terhadap orang terdekat.  Orang-orang di sekitar pun memungkinkan melakukan tindakan tidak senonoh dan menjadi pelaku pelecehan seksual. 

Nah, itulah beberapa informasi terkait peristiwa pemerkosaan siswi SMP di Tasikmalaya yang dilakukan secara bergilir. 

Semoga ada pelajaran yang bisa diambil ya, Ma. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.