Popmama Arisan: 5 Cara Mudah Belajar Menulis Blog untuk Pemula

Bisa diterapkan saat belajar untuk menulis blog nih, Ma!

17 September 2019

Popmama Arisan 5 Cara Mudah Belajar Menulis Blog Pemula
Popmama.com/Denisa

Hobi menulis tidak hanya mampu memperkaya pengetahuan dan memberikan informasi saja, melainkan bisa menjadi sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang. Apalagi dengan teknologi yang serba canggih ini mampu menyalurkan hobi menjadi sebuah penghasilan baru. 

Dengan perubahan gaya hidup dan bisa menghasilkan uang melalui menulis, maka tulisan serta konten yang ada di blog perlu dibuat secara maksimal. Itu berarti Mama perlu belajar menulis dengan baik agar mendapatkan banyak pembaca. 

Berbicara mengenai belajar menulis dan menerbitkan tulisan di blog, belum lama ini Popmama.com kembali mengadakan Popmama Arisan dengana topik "Writing Tips for Millenials Mama" pada Kamis, 22 Agustus 2019 di Ko+labora Co-Working Space, Jakarta.

Acara yang diisi oleh Wendy Novianto sebagai SEO IDN Times membagikan beberapa tips yang membantu para Mama belajar mulai dari menulis serta menerbitkan tulisan di blog. 

Dalam sesi Popmama Arisan kali ini, Wendy Novianto menjelaskan beberapa hal seperti saat sudah memiliki blog, berusalah untuk tetap konsisten diisi dengan konten-konten berkualitas. Selain itu, penulis perlu fokus mencari keyword yang bisa dicari melalui beberapa tools. 

Fanni Dwi Abriyanti sebagai salah satu peserta di Popmama Arisan kali ini merasa sangat terbantu dengan penjelasan dari Wendy Novianto selama acara. Apalagi Mama dua anak ini sebelumnya masih belum fokus untuk menulis blog karena masih bekerja kantoran.  

"Setelah ikut acara ini, cukup banyak istilah-istilah baru mengenai SEO. Kalau saya sendiri sebenarnya belum menerapkan SEO tersebut, tetapi semenjak Popmama Arisan nanti ke depannya ketika akan menulis sebuah tulisan perlu memerhatikan keyword. Setidaknya keyword itu ada 4 persen dari jumlah kata yang ditulis. Aku sekarang menjadi lebih paham dan menerapkan SEO di blog kita," kata Mama Fanni.   

Ketika diwawancarai Popmama.com setelah acara berlangsung, Mama Fanin setelah ini akan berusaha untuk aktif dan konsisten setidaknya setiap hari tetap ada tulisan yang di upload. Konten yang akan dituliskannya mengenai resep masakan hingga traveling bersama keluarga.

Jika Mama baru ingin mulai dan masih pemula untuk belajar menulis blog, kali ini Popmama.com akan merangkum beberapa tipsnya. 

Semoga berguna ya, Ma!

1. Mencari topik yang paling dikuasai saat ingin ditulis 

1. Mencari topik paling dikuasai saat ingin ditulis 
Freepik/Katemangostar

Saat ingin belajar menulis blog perlu dipastikan untuk memulainya dengan topik yang paling dikuasai. Bila lebih menyukai topik tulisan bertema traveling atau kuliner, usahakan tidak keluar dari tema topik tersebut dan memilih menulis mengenai otomotif. 

Disadari atau tidak saat menguasai topik tertentu, maka membuat tulisan menjadi lebih cepat selesai dan bisa dikulik lebih mendalam.

Contoh sederhana ketika Mama suka memasak di dapur dan ingin membuat sebuah tulisan mengenai resep masakan tersebut, maka pengalaman memasak ini dapat membantu proses tulisan menjadi lebih cepat dan detail. 

Berbagai tulisan mengenai resep hingga rekomendasi tempat kuliner bisa menjadi pilihan yang sebagai sebuah tulisan karena sudah sangat dikuasai. Carilah beberapa keyword yang cukup tinggi mengenai topik ini, sehingga membantu Mama dalam memilih tema lainnya nanti. 

Perlu diingat lagi bahwa seseorang akan menjadi lebih cepat dan bersemangat saat menulis blog topik-topik yang disenangi. Jadi usahakan untuk mencari topik yang disenangi sekaligus pencarian kata kunci cukup tinggi ketika membuat sebuah tulisan ya, Ma. 

Baca juga: 6 Hal yang Dipertimbangkan Sebelum Mama Bekerja dan Mengasuh Anak

2. Membuat kerangka tulisan untuk mempermudah prosesnya

2. Membuat kerangka tulisan mempermudah prosesnya
Pexels/Tookapic

Ketika Mama sudah memilih topik yang akan ditulis, maka langkah selanjutnya yaitu membuat kerangka tulisan terlebih dahulu. Sebuah kerangka tulisan dapat membantu penulis menyampaikan berbagai gagasan-gagasan yang ingin disampaikannya menjadi lebih mudah. 

Kerangka tulisan secara tidak langsung juga dapat membantu ketika sedang mengeksekusi tulisan, sehingga tidak mudah bingung di tengah jalan dan berakhir malas untuk menulis blog.

Selain itu, kerangka tulisan yang dibuat sebelum mulai menulis juga berguna mengumpulkan berbagai ide. Setidaknya cara ini juga akan berguna dalam melengkapi dan memperkuat sebuah tulisan. 

Editors' Picks

3. Mencari data untuk memperkuat tulisan yang akan dibuat  

3. Mencari data memperkuat tulisan akan dibuat  
Pixabay/freeGraphicToday

Mencari sebuah data sangat dibutuhkan dalam membuat sebuah tulisan agar semakin kuat dan kredibel. Informasi yang nantinya dibaca kepada pembaca pun menjadi lebih beragam atau bahkan memberikan pengetahuan baru. 

Perlu diketahui bahwa ada dua jenis data yang bisa digunakan dalam melengkapi sebuah tulisan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer bisa diperoleh dari berbagai narasumber yang ditemui secara langsung selama proses wawancara. 

Selain data primer, Mama pun perlu mencari data sekunder yang bisa didapat dari beberapa literatur mulai dari buku, jurnal online, surat kabar hingga media online.

Data sekunder sendiri bisa berupa sebuah gambar, foto atau sebuah grafik. 

Ketika mengambil sebuah data sekunder ini pastikan untuk mencantumkan body note dan daftar pustaka di dalam tulisan ya, Ma. Kebiasaan ini dapat membantu melatih diri sendiri agar tidak dijuluki sebagai seorang plagiat dari karya orang lain.

Baca juga: 7 Pekerjaan Sambilan yang Bisa Dikerjakan Mama di Rumah

4. Mulailah menulis blog dengan kerangka dan semua data yang telah didapat 

4. Mulailah menulis blog kerangka semua data telah didapat 
Pexels/Rawpixel.com

Jika semua langkah sudah dilakukan dengan baik, maka Mama bisa memulai untuk menulis blog dengan berbekal kerangka sebagai sebuah ide tulisan dan data-data yang sudah didapat. Dengan memanfaatkan itu semua, Mama akan mudah menyelesaikan tulisan menjadi lebih cepat. 

Jika sewaktu-waktu kehilangan minat untuk menulis, sebaiknya cari inspirasi dengan beristirahat sejenak dan melakukan beberapa aktivitas yang menyenangkan. Setelah rileks, maka tulisan bisa dilanjutkan kembali. 

Ketika tulisan sudah selesai, cobalah kembali membacanya secara perlahan dari awal hingga akhir untuk memastikan tidak ada lagi kesalahan kata atau tanda baca. Mama bisa menggunakan bantuan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk membantu mengecek EYD dalam tulisanmu.

Pengecekan ulang ini, setidaknya dapat membantu untuk memerhatikan kesinambungan antar kalimat agar tidak membingungkan pembaca. 

5. Viralkan tulisan dengan membagikannya ke media sosial 

5. Viralkan tulisan membagikan ke media sosial 
Bloomberg/Chris Ratcliffe

Tulisan yang telah dibuat tentu ingin dibaca oleh banyak orang, sehingga Mama pun perlu memanfaatkan berbagai media sosial yang dimiliki untuk menyebarluaskan tulisan. Selain media sosial dan aplikasi chat membantu dalam menyebarkan hasil tulisan, Mama pun dapat memanfaatkan berbagai situs yang membantu penulis membagi karya-karyanya.

Ketika membagikan sebuah tulisan secara tidak langsung dapat membuka kesempatan untuk para pembaca memberikan kritik dan saran.

Cara ini bagus sebagai proses pembelajaran, sehingga bisa mengetahui kekurangan dari tulisan tersebut. 

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa diterapkan ketika Mama ingin belajar menulis. Semoga beberapa cara di atas bisa semakin membuat Mama semangat ketika sedang menulis blog. 

Tetap semangat membuat sebuah tulisan berkualitas!

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!