Viral, Seorang Kades Diduga Pamer Alat Kelamin Lewat Facebook

Hati-hati pelecehan seksual juga bisa terjadi secara online, tetap harus waspada!

27 September 2020

Viral, Seorang Kades Diduga Pamer Alat Kelamin Lewat Facebook
Unsplash/Dainis Graveris

Kabar tentang pelecehan seksual kembali lagi terjadi, kini banyak korban dilecehkan melalui media sosial termasuk Facebook. Belum lama ini ada kasus dari seorang oknum kepala desa di wilayah Kecamatan Asesa, Kabupaten Ngada, NTT yang diguga telah memamerkan alat kelaminnya secara virtual kepada istri orang. 

Padahal korban merupakan warganya sendiri dan kasus ini sempat menghebohkan masyarakat setempat serta media sosial. 

Korban pelecehan seksual yang terjadi secara virtual ini berinisial MS (40). Korban menceritakan bahwa Pak Kades meminta dirinya bertemu secara langsung pada Kamis (17/9/2020). 

Permintan sang Kades kepada korban ini dilakukan via inbox di Facebook. Korban yang enggan bertemu secara langsung, tiba-tiba saja terkejut karena Pak Kades mengirimkan foto alat kelamin lengkap dengan wajahnya. 

"Saya merasa dilecehkan, maka hari ini saya datang ke Polres Nagekeo untuk melaporkan Oknum Kades Aeramo. Ini mengenai dugaan pengiriman alat vital di inbox Facebook," kata MS di Mapolres Nagekeo, Kamis (24/9/2020). 

Kasus yang dialami MS pun seringkali terjadi pada orang lain. Perlu diketahui apabila pelaku sudah terlalu sering memperlihatkan alat kelamin secara virtual atau langsung di kehidupan nyata bisa saja ada dugaan bahwa ia memiliki perilaku eksibisionis. 

Jika ingin mengetahui terkait informasi mengenai eksibisionis, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Simak informasinya sebagai sebuah pengetahuan baru ya, Ma!

Editors' Picks

1. Apa itu eksibisionis?

1. Apa itu eksibisionis
Unsplash/Dainis Graveris

Perlu diketahui bahwa eksibisionis masuk ke dalam perilaku paraphilic disorders atau parafilia. 

Parafilia adalah suatu permasalahan yang menyangkut kontrol terhadap impuls. Kondisi ini terjadi baik secara langsung atau intens terhadap fantasi seksual, perilaku yang melibatkan objek, aktivitas serta situasi tertentu yang tidak lazim. Seseorang dengan parafilia selalu memiliki ketertarikan terhadap aktivitas seksual. 

Sementara itu, eksibisionis adalah sebuah gangguan mental yang ditandai ketika seorang laki-laki dan perempuan berusaha memperlihatkan alat vital kepada orang lain. 

Tak jarang pelaku juga bisa memperlihatkan alat vitalnya, walau sedang berada di tempat umum atau transportasi umum. 

Pelaku seolah merasa senang jika korban merasa takut dan terkejut ketika melihat aksinya. 

2. Bagaimana seseorang bisa memiliki perilaku eksibisionis?

2. Bagaimana seseorang bisa memiliki perilaku eksibisionis
Unsplash/Dainis Graveris

Eksibisionis termasuk penyimpangan seksual di mana pelaku mampu menciptakan rangsangan dengan memperlihatkan kemaluannya sendiri kepada orang lain. 

Perlu diketahui bahwa dorongan fantasi ini bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan. Walau begitu, berikut beberapa penyebab seseorang bisa memiliki perilaku eksibisionis: 

  • Pernah mengalami pelecehan secara emosional dan seksual pada masa anak-anak. 
  • Faktor lingkungan yang membuat seseorang memiliki perilaku seks menyimpang. 
  • Adanya cedera otak traumatis (TBI) tanpa riwayat penyalahgunaan alkohol atau pelanggaran seksual sebelumnya. 

3. Bagaimana caranya agar terhindar dari pelaku eksibisionis?

3. Bagaimana cara agar terhindar dari pelaku eksibisionis
Pixabay/Robert-Owen-Wahl

Demi terhindar dari pelecehan seksual yang terjadi di luar rumah, maka penting sekali untuk mengenali orang-orang yang berpotensi memiliki perilaku eksibisionis.   
 
Ada beberapa cara yang perlu diwaspadai agar terhindar dari pelaku eksibisionis, antara lain: 

  • Hindari berpergian sendirian ke tempat-tempat sepi karena hanya akn menjadi incaran para pelaku penyimpangan seksual. 
  • Jika ada orang asing yang mendekat dan terkesan mencurigakan, usahakan untuk menjauh. Tidak ada salahnya untuk meminta bantuan orang lain di sekitarmu. 
  • Cobalah untuk melarikan diri tanpa memperlihatkan tanpa ekspresi ketakutan. Perlu diketahui bahwa pelaku eksibisionis akan merasa senang apabila korban merasa takut dan terkejut terhadap aksinya. 

Selain itu, cobalah untuk mengenali pelaku agar dapat segera dilaporkan ke pihak berwajib. Rekam dalam ingatan terkait wajah, cara penampilan dan ciri-ciri lain dari pelaku. 

Itulah beberapa informasi terkait eksibisionis yang perlu diketahui. 

Semoga korban-korban dari pelaku eksibisionis tidak semakin banyak ya, Ma. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.