Kenali Perbedaan Olahraga dan Aktivitas Biasa, agar Bisa Lebih Positif

Merasa terupuruk, sulit untuk mensyukuri kehidupan yang ada, mungkin kamu kurang berolahraga Ma!

10 Juli 2020

Kenali Perbedaan Olahraga Aktivitas Biasa, agar Bisa Lebih Positif
Unsplash/Martin Bjork

"Kepalaku mau pecah, jalan macet bikin gerah, kota ini parah,"

Penggalan lirik grup rock asal Bali Navicula ini bercerita tentang keadaan kota Jakarta  yang semakin tak terkendali hingga mereka sebut Metropolutan.

Ya begitulah gambaran kota Jakarta, dengan megapolusi dan kesempitan ruang bergeraknya. Bahkan usia bumi kian tua pun tak hanya Jakarta yang nantinya akan seperti itu, bisa jadi semua kota di negeri ini akan kebagian sebutan metropolutan tadi. 

Wajar, karena hidup bukan makin sedikit manusia, melainkan semakin tak terkendali. Hanya keniscayaan yang mampu menjawab solusi kerumunan 'gila' bumi ini. 

Ma, kondisi tanah yang kita pijak boleh semakin tak sehat dan tak terkendali, tapi badan ini jangan sampai terbengkalai. 

Permasalahannya adalah kelelahan beraktivitas dan bekerja, menjadi alasan mengapa kita para "mesin" ini tidak berinvestasi kesehatan dengan olahraga. 

Sebagian merasa tak memiliki waktu, padahal di dunia ini, mengenal kata istirahat dua hari banyaknya dalam seminggu. Mengapa tak berinvestasi kesehatan dengan berolahraga? 

Alasan lainnya adalah merasa tak perlu dengan dalil aktivitas pekerjaan mereka sudah merupakan olahraga seperti mencuci mobil, jalan kaki menuju stasiun hingga harus berebutan masuk ke sebuah kereta, naik tangga penyebrangan yang amat panjang di area Semanggi, dan masih banyak lagi aktivitas harian yang dikaitkan dengan "sudah berolahraga".

Tahukah kamu Ma, bahwa sesungguhnya berolahraga dengan aktivitas biasa harian itu dua hal yang jauh berbeda. Keduanya memiliki esensi berbeda. 

Imbas bila kamu tak melakukan olahraga bukan aktivitas bekerja biasa seperti disebut di atas, amatlah banyak. Selain rentan terhadap penyakit seperti obesitas, nyatanya kondisi psikologis kamu juga memprihatinkan, misalnya saja bila kamu mudah berpikiran negatif terhadap orang lain. 

Hal demikian bisa menjadi tanda ragamu kurang berolahraga. Nah, demi agar kamu lebih sehat jasmani juga rohani Popmama.com akan mengupas manfaat dari olahraga dan perbedaannya dengan aktivitas harian yang kamu kerjakan. Simak ya Ma! 

Editors' Picks

1. Tidak cukup hanya aktivitas biasa, olahraga solusi kesehatan yang sebenarnya

1. Tidak cukup ha aktivitas biasa, olahraga solusi kesehatan sebenarnya
Unsplash/Nandhu Kumar

Aktivitas biasa merujuk pada gerakan yang membutuhkan kontraksi otot. Setiap kegiatan sehari-hari seperti naik tangga, berkebun, membereskan rumah, adalah contoh dari aktivitas tersebut.

Sementara itu olahraga adalah bentuk khusus dari aktivitas fisik yang terencana dan sengaja dilakukan untuk menyehatkan badan. Contohnya adalah senam, renang, bersepeda, sepak bola, dan lain sebagainya. 

Menurut David Bassett, Jr., PhD, profesor bagian studi waktu luang dan olahraga di Universitas Tennessee, kebanyakan aktivitas harian dikategorikan ringan sampai moderat. 

Namun kenyatannya, untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih besar, seperti kesehatan jantung, diperlukan olah fisik yang berat.

"Jogging atau berlari punya manfaat yang baik untuk jantung dibanding berjalan santai," katanya.

Meningkatkan kebugaran juga tak hanya tergantung dari seberapa berat aktivitas fisik yang dilakukan, tapi seberapa rutin dan energetik aktivitas itu tiap bulannya. 

Itu sebabnya, saat olahraga kardio kita perlu mencapai target detak jantung untuk meraih tingkat intensitas tertentu.

Kegiatan di rumah seperti menyapu dan mengepel, ataupun menyetrika baju sifatnya tidak terstruktur dan biasanya tidak repetitif sehingga sayangnya manfaat terhadap kesehatan tidak sama dengan olahraga terstruktur seperti berlari ataupun berenang.

Kegiatan rumah seperti disebutkan di atas bermanfaat dalam mengurangi waktu tidak aktif (sedentary time) sehingga secara tidak langsung dapat menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskuler dan sindroma metabolik, tetapi tidak bermanfaat langsung terhadap resiko penyakit tersebut begitu pula kebugaran tubuh kita. 

2. Kurang olahraga menjadi salah satu sumber pemicu pikiran negatif dan kecemasan tingkat tinggi

2. Kurang olahraga menjadi salah satu sumber pemicu pikiran negatif kecemasan tingkat tinggi
Unsplash/Cathy Pham

Ketika kamu merasa sedih atau stres, sebagian orang memilih untuk menyendiri atau melakukan hal negatif guna melampiaskan apa yang dirasakannya. 

Padahal, di dalam tubuh kita sudah terdapat penagkalnya yakni hormon endorfin yang bisa memberikan energi positif. Hanya saja, munculnya hormon tersebut kemungkinan perlu pemicu.

Endorfin adalah zat kimia seperti morfin yang dapat dihasilkan secara alami oleh tubuh dan memiliki peran dalam membantu mengurangi rasa sakit saat memicu perasaan positif. Hormon endorfin diproduksi oleh kelenjar pituari dan sistem saraf pusat manusia. 

Selain berpengaruh sebagai analgesik, yang berarti mengurangi persepsi rasa sakit, endorfin juga bertindak sebagai penenang.

Selain itu, dengan meningkatnya jumlah endorfin, maka dapat berfungsi dalam mengurangi efek buruk dari stres dan rasa sakit, melepaskan hormon seksual, menambah nafsu makan dan meningkatkan respons kekebalan tubuh.

Selain makanan, salah satu pemicu utama pengeluaran hormon ini adalah berolahraga. Peneliti menunjukkan, olahraga merupakan cara yang efektif untuk mengobati depresi atau stres. Baik depresi dengan tingkat ringan maupun depresi tingkat sedang. 

Olahraga juga bisa membantu kamu dalam mengatasi perasaan gelisah, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Saat Mama melakukan olahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin untuk mengurangi rasa sakit dan memberikan energi positif. 

Wah, pantesan ya Ma kalau kamu kurang olahraga bisa memicu keberlangsungan hal-hal negatif di pikiranmu. Bahkan bila berlangsung lama, kamu bisa saja tidak mensyukuri kehidupan lho Ma! 

Agar tidak memicu hal-hal negatif seperti disebutkan, kamu bisa melakukan olahraga seperti berenang, bersepeda, lari pagi, yoga, gym, ataupun senam kesegaran jasmani. 

Efek olahraga ini juga ternyata baik untuk kamu yang sedang hamil lho Ma. Kamu akan mendapatkan ketenangan emosional dan dukungan sosial, cobalah untuk bergabung dengan kelas olahraga di pusat kebugaran. Misalnya, mengikuti kelas yoga atau mengajak kerabatmu untuk melakukan olahraga bersama.

Secara umum, dianjurkan untuk berolahraga selama tiga atau empat kali dalam seminggu. Lakukan setidaknya 30 menit di setiap kali latihan. Pastikan untuk tidak memaksakan tubuh untuk berolahraga selama 30 menit penuh jika memang belum terbiasa. 

Sebagai permulaan, Mama bisa memulai olahraga selama 15-20 menit, lalu secara bertahap kamu bisa meningkatkan durasinya. Begitulah cara olahraga membantumu menjadi lebih positif. 

3. Cara meningkatkan hormon endorfin secara alami

3. Cara meningkatkan hormon endorfin secara alami
Unsplash/Shoeib Abolhassani

Sebuah penelitian telah berusaha membuktikan bahwa endorfin dapat ditingkatkan secara alami. Beberapa cara yang bisa Mama coba, yaitu dengan: 

  1.  Berolahraga teratur, olahraga menjadi salah satu cara utama untuk meningkatkan endorfin. Beberapa tips agar produksi endorfin naik adalah dengan berolahraga berkelompok atau memilih olahraga dengan intensitas sedang.
  2. Melakukan yoga dan meditasi, meditasi telah menjadi cara populer untuk membuat hati rileks. Hal ini bisa terjadi karena adanya endorfin yang dilepaskan.
  3. Menghirup aromaterapi, studi telah menemukan bahwa minyak aromaterapi dapat menenangkan jiwa dan dikaitkan dengan produksi endorfin. Beberapa contoh minyak aromaterapi untuk dihirup yaitu minyak lavender, rosemary, dan juga jeruk.
  4. Berhubungan seks, merasa gembira setelah bercinta? Hal ini terjadi karena adanya produksi endorfin, serta hormon lain seperti oksitosin saat kamu melakukannya. 
  5. Mengonsumsi cokelat hitam, cokelat hitam dapat merangsang produksi endorfin. Begitu juga dengan segelas wine, makanan pedas, dan  mengonsumsi makanan kesukaan juga mampu membantu kita menjadi lebih gembira.
  6. Bercengkrama dengan sahabat, banyak tertawa membuat kita lebih bahagia dan mengurangi rasa stres. Tertawa dengan para sahabat? Produksi endorfin tentu meningkat dan menaikkan rasa gembira di hati.
  7. Menonton film, saat mood begitu buruk, kamu bisa mengalokasikan waktu untuk menikmati film dan drama seri. Sebab, menonton drama dilaporkan dapat merangsang pelepasan endorfin.
  8. Berbuat baik, untuk yang satu ini kamu harus bisa merasa senang dengan membantu orang lain. Karena hal itu menjadi bukti bahwa adanya produksi endorfin di tubuh. Walau perasaan tersebut tak berlangsung lama, perasaan positif tersebut akan menjadi ‘candu’ bagi kita untuk terus membantu orang lain.

Jadi selain berolahraga, membantu orang ternyata mampu merangsang kita agar lebih positif dalam kehidupan Ma. Tentunya hal ini juga membuat kita lebih bersyukur dalam menghadapi kehidupan. 

Nah sudah tahu kan, perbedaan antara melakukan aktivitas dengan olahraga. Yuk Ma, luangkan waktu minimal 30 sampai 45 menit dalam sehari melakukan kegiatan olahraga yang memberikan efek positif untuk diri kamu.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.