CDC: SARS-CoV-2 Tidak Melekat di Permukaan Benda Seawet yang Kita Kira

Agar tak terlalu mencemaskan kehidupanmu baiknya kamu mengetahuinya Ma

31 Juli 2021

CDC SARS-CoV-2 Tidak Melekat Permukaan Benda Seawet Kita Kira
Freepik/freepik

Baiklah kamu pasti menghkawarirkan kesehatanmu Ma, apalagi selama pandemi Covid-19, pastinya kamu akan sebaik mungkin melindungi diri dari penularan.

Selain dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan, ada pula upaya ekstra lainnya nih misalnya pendisinfeksian permukaan benda atau benda apa pun yang banyak disentuh secara rutin. 

Apakah kamu salah satu yang seperti itu? 

Selain lewat droplet, sempat dikatakan bahwa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 juga bisa menular lewat fomite (benda yang terkontaminasi organisme menular). 

Ini membuat kamu dan masyarakat  lainnya khawatir, bahkan sampai semprot disinfektan sana-sini termasuk ke makanan sebagai langkah pencegahan.

Nah, ada sedikit kabar bahagia bagi kamu yang suka begitu Ma, ternyata penularan Covid-19 lewat permukaan benda dikatakan rendah. Berikut Popmama.com beri penjelasannya ya!

1. Penelitian sebelumnya tentang waktu virus corona bertahan di berbagai jenis benda

1. Penelitian sebelum tentang waktu virus corona bertahan berbagai jenis benda
Freepik/master1305

Dilansir dari IDN Times, Seperti kita ketahui, SARS-CoV-2 menyebar lewat partikel lendir atau air liur (droplet) dan partikel padat atau cair yang sangat kecil dan ringan, aerosol mislanya termasuk saat bicara, batuk, dan bersin.

Sebelumnya, penelitian menyatakan bahwa usia virus yang melekat di permukaan benda bisa berbeda-beda. 

Ada yang bisa bertahan dalam hitungan jam, bahkan ada yang bisa sampai hitungan hari.

Hal tersebut telah dipublikasi dalam penelitian berjudul "Persistence of coronaviruses on inanimate surfaces and their inactivation with biocidal agents",yang dimuat dalam Journal of Hospital Infection tahun 2020.

Penelitian yang dilakukan di Jerman tersebut menyatakan bahwa SARS-CoV-2 bisa bertahan di benda-benda berikut dalam jangka waktu yang cukup lama, berikut datanya. 

  • Di udara: 3 jam.
  • Di bahan tembaga: 4 jam.
  • Di bahan aluminium: 2-8 jam.
  • Di sarung tangan operasi atau medis: 8 jam.
  • Di bahan karton atau kardus: 24 jam.
  • Di bahan besi atau baja nirkarat: 2-3 hari.
  • Di bahan kayu: 4 hari.
  • Di bahan kaca: 4 hari.
  • Di bahan kertas: 4-5 hari.
  • Di bahan plastik: 2-3 hari (ada kasus khusus sampai 5 hari)

Bahkan, media kertas dan plastik dikatakan paling rentan karena SARS-CoV-2 bisa menempel selama 5 hari.

Tidak heran, Badan Kesehatan Dunia (WHO) waktu itu, sempat merekomendasikan untuk beradaptasi dengan kebiasaan non-tunai atau cashless untuk menjauhi benda yang berpotensi menularkan virus.

Editors' Picks

2. Kritik Emmanuel Goldman mengenai kontaminasi virus Corona pada permukaan benda

2. Kritik Emmanuel Goldman mengenai kontaminasi virus Corona permukaan benda
Freepik/drobotdean

Hal tersebut dipandang terlalu berlebihan. Salah satunya, Professor Mikrobiologi, Biokimia, dan Genetika Molekuler di Rutgers University di Amerika Serikat (AS), Emmanuel Goldman. 

Pada Juli 2020 lalu, ia merilis riset sekaligus kritik pedas di jurnal The Lancet Infectious Disease mengenai ketakutan SARS-CoV-2 akan penularan melalui permukaan benda.

Dalam riset berjudul "Exaggerated risk of transmission of COVID-19 by fomites" tersebut, Goldman mempertanyakan infeksi Covid-19 lewat fomite. 

Kemungkinan terinfeksi SARS-CoV-2 lewat fomite amat rendah, kecuali jika seseorang menyentuh fomite yang baru terpapar oleh batuk dan bersin pasien Covid-19 dalam kurun waktu sekitar 1-2 jam. 

3. CDC: SARS-CoV-2 tidak melekat di permukaan benda seawet yang kita kira

3. CDC SARS-CoV-2 tidak melekat permukaan benda seawet kita kira
Freepik/pressfoto

Akirnya penelitian mengenai kontaminasi permukaan benda dengan Covid-19 ini masih terus berlangsung dan makin banyak temuan baru yang bermunculan. 

Pada awal April 2021, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga ikut mengiyakan kritikan pedas Goldman.

CDC mengatakan bahwa kemungkinan penyebaran SARS-CoV-2 dari permukaan benda amat rendah. Hal ini dikarenakan skenario laboratorium tidak bisa disamakan dengan dunia nyata. 

Kalau SARS-CoV-2 di laboratorium bisa bertahan berjam-jam hingga berhari-hari, dinamika dunia nyata bisa berkata sebaliknya!

"Berdasarkan data epidemiologi yang tersedia dan studi tentang faktor penularan lingkungan, penularan fomite bukanlah jalur utama penyebaran SARS-CoV-2, dan risikonya dianggap rendah," jelas CDC.

Hal ini dikarenakan perbedaan berbagai faktor yang memengaruhi seberapa lama SARS-CoV-2 bisa bertahan pada permukaan benda apapun. 

CDC menekankan bahwa situasi laboratorium berbeda dengan situasi dunia nyata, maka faktor-faktor di laboratorium kemungkinan besar tidak relevan dengan yang berada di luar (dunia nyata).

4. Masih perlukah membersihkan permukaan benda?

4. Masih perlukah membersihkan permukaan benda
Freepik/master1305

Oke bila referensi berubah lagi, perlukah kita berhati-hati terhadap penularan melalui permukaan benda dan tidak menjaga kebersihan benda-benda yang ada? 

Meskipun kabar gembira ini teesampaikan, jangan sampai membuat kita lengah.

Tetaplah waspada, tapi mungkin kamu tak perlu lagi semprot sana-sini ke segala penjuru hingga sampai pada makanan.

Goldman pun juga mengingatkan kalau fomite tetap bisa jadi media penularan bila tersentuh 1-2 jam setelah SARS-CoV-2 menempel. 

Jadi, meskipun risiko penularan lewat fomite tidak signifikan, menjaga kebersihan permukaan benda yang sering disentuh atau digunakan juga amatlah penting ya Ma. 

Kamu juga tetap diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketta untuk mencegah penyebaran Covid-19, seperti berikut.

  • Memakai masker saat ke luar rumah atau di kerumunan.
  • Mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik atau dengan hand sanitizer.
  • Menjaga jarak di kerumunan 1,8-2 meter.
  • Tidak keluar rumah saat tidak fit atau tidak ada keperluan.
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut.
  • Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Dengan tetap waspada dan menjaga protokol, kemungkinan untuk menularkan atau tertular droplet dan aerosol bisa ditekan serendah-rendahnya.

5. Kapan harus membersihkan permukaan benda?

5. Kapan harus membersihkan permukaan benda
Freepik/whatwolf

Jika kamu mengunjungi tempat dengan kerumunan seperti restoran, food court, atau pasar, ada baiknya untuk membersihkan permukaan benda sebelum disentuh.

Tidak perlu disinfektan khusus, CDC mengatakan bahwa air dan sabun atau detergen seharusnya sudah cukup.

Selain itu, CDC mengatakan, membersihkan permukaan benda dengan disinfektan disarankan jika orang terdekatmu dicurigai atau positif Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam. 

Kemudian, jemurlah benda-benda dan tambah sirkulasi udara juga semakin mengecilkan risiko penularan Covid-19.

Itulah penjelasan mengenai bukti bahwa penularan Covid-19 melalui permukaan benda atau fomite rendah. 

Meskipun ini kabar bahagia Ma, sekali lagi kamu jangan sampai ceroboh dan mensepelekan kebersihan ya Ma. 

Sisi baiknya sekarang kamu tak perlu semprot disinfektan sana-sini dan melakukannya terlalu sering, tapi jangan lengah dan tetap waspada. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.