Latihan Mencium, Bagi Penderita Gangguan Penciuman Tersebab Covid-19

Disaat penciumanmu terganggu, kamu harus melatihnya agar kembali normal

5 Desember 2020

Latihan Mencium, Bagi Penderita Gangguan Penciuman Tersebab Covid-19
Pixabay/PublicDomainPictures

Covid-19 adalah salah satu hal dalam sejarah peradaban manusia yang tergolong unik. Meski sifatnya negatif bagi kehidupan manusia, penyakit yang bersumber dari virus corona ini mampu membuat manusia, untuk terus-menerus mempelajarinya. Tentunya hal ini tak lepas dari sifat si penyakit yang memang demikian unik. 

Penderita akan merasakan indera penciuman yang terganggu. Bahkan bila sudah parah si hidung akan merasa kehilangan penciumannya. 

Nggak perlu khawatir, Popmama.com akan sajikan fakta seputar hilangnya rasa beberapa indera dan juga cara untuk melatihnya kembali seperti semula.

Maka dari itu duduk tenang, menyimak artikel dan tetap gembira akan memberikanmu vibe bertahan hidup yang lebih baik di tengah pandemi seperti ini Ma. Simak ya. 

Editors' Picks

1. Membedakan hilangnya indera penciuman karena corona dan flu biasa

1. Membedakan hilang indera penciuman karena corona flu biasa
Freepik/lyashenko

Sebuah studi sejak terjadinya pandemi virus, menunjukkan bahwa seorang mengalami anosmia atau kehilangan indra adalah gejala paling umum yang dialami oleh dengan penyakit asal Wuhan ini. 

Ada temuan baru yang disusun oleh peneliti di Office for National Statistics (ONS), yang juga mengindikasikan bahwa anosmia tak hanya terjadi pada pasien bergejala saja, tapi terjadi juga pada pasien positif tanpa gejala lho.

Hilangnya bau yang menyertai virus corona akan berbeda dari yang dialami oleh seseorang yang sedang demam atau flu parah, kata peneliti Eropa yang telah mempelajari hal tersebut dsri pasien.

Ketika pasien Covid-19 kehilangan bau, itu cenderung tiba-tiba dan parah. Dan hidung mereka biasanya tidak tersumbat, ataupun juga meler, kebanyakan orang dengan virus corona masih bisa bernapas lega.

2. Tidak hanya indera penciuman yang terganggu, indera pengecap rasa juga mengalami hal yang sama saat corona

2. Tidak ha indera penciuman terganggu, indera pengecap rasa juga mengalami hal sama saat corona
Unsplash/freestock

Hal lain yang membedakan mereka dengan flu biasa adalah hilangnya rasa yang "sebenarnya" pada indera pengecap. Bukan karena selera makan mereka terganggu, tapi lebih kepada indera pengecap mereka tidak berfungsi, kata para peneliti di jurnal Rhinology.

Penderita virus Corona yang kehilangan rasa benar-benar tidak dapat membedakan antara pahit ataupun manis. Para ahli menduga ini karena virus pandemi mempengaruhi sel-sel saraf yang terlibat langsung dengan sensasi penciuman dan juga rasa.

3. Latihan untuk memulihkan indera penciuman

3. Latihan memulihkan indera penciuman
Pexels/Anete Lusina

Dilansir dari WebMD, melalui sebuah penelitian di Inggris belum lama ini, peneliti menemukan cara khusus yang dapat membantu pasien Covid-19 mendapatkan kembali kemampuan indera penciumannya. 

"Kehilangan penciuman juga merupakan gejala utama Covid-19, dan kami tahu bahwa pandemi ini menyebabkan banyak orang kehilangan kemampuan penciuman jangka panjang atau distorsi bau seperti parosmia," ungkap peneliti Carl Philpott, dari Norwich Medical School di University of East Anglia.

Untuk melakukan latihan ini, seorang dengan Covid-19 harus mengendus setidaknya empat bau berbeda dalam dua kali sehari, yang dilakukan setiap hari dalam jangak waktu beberapa bulan ke depan.

Menuru Philpott, latihan ini dialkukan agar memulihkan penciuman berdasarkan neuroplastisitas atau kemampuan otak untuk me-restart ulang dirinya sendiri sebagai pemulihan pasca adanya perubahan ataupun cedera.

Peneliti menguji hal ini ke lebih dari 140 orang yang mengalami kehilangan atau perubahan rasa pada indera penciuman mereka.

Partisipan diberikan berbagai benda-benda pelatihan penciuman, termasuk bau-bauan yang berbeda, seperti kayu putih, lemon, mawar, kayu manis, coklat, kopi, lavender, madu, stroberi, dan juga timi. 

Philpott mengungkapkan, para peneliti menemukan bahwa munculnya parosmia dan kinerja penciuman pada pengujian tersebut mulai teridentifikasi secara klinis dalam fungsi penciuman seseorang setelah terinfeksi Covid-19.

"itu artinya, latihan ini mampu membantu memulihkan kemampuan penciuman," katanya.

Para peneliti juga menemukan bahwa ternyata orang tua akan lebih cepat memulihkan indera penciuman mereka. 

Wah, Ma jangan sampai deh kena penyakit ini. Nggak enak banget pasti rasanya kehilangan rasa pada indera pengecap dan penciuman! Jadi ya baiknya menjaga protokol kesehatannya yang benar ya Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.