Mengenang Karya Pelantun 'Januari' yang Tutup Usia di Bulan April

Hampir seluruh jagat media sosial akan memasang fotonya sebagai penghormatan. Selamat jalan Glenn!

9 April 2020

Mengenang Karya Pelantun 'Januari' Tutup Usia Bulan April
Instagram.com/Glenn Fredly

Timeline seluruh media sosial Mama hari ini hingga waktu yang belum ditentukan, bisa diyakini akan dihiasi dengan senyum khas pria asal Ambon, Maluku ini.

Senyum lesung pipit hangatnya adalah  sesuatu yang akan sangat menjadi pengunci ingatan dari pria kelahiran 30 September 1975 ini. 

Glenn Fredly Deviano Latuihamallo, dengan nama panggung Glenn Fredly, pria yang tergabung dalam grup Trio Lestari ini pada akhirnya beristirahat untuk selama-lamanya pada Rabu (8/4), di Jakarta, Indonesia, sekitar pukul 18.00 WIB. 

Masih simpang siur sakit yang diderita pelantun tembang ikonik 'Januari'  ini, namun kabar terkuat sampai berita ini diturunkan Beliau menderita penyakit meningtis atau radang selaput otak. 

Bumi Indonesia bersedih karenanya, negeri ini kehilangan sosok aktivis, musisi, sekaligus orang dengan hati yang amat lemah lembut. 

Betapa tidak, hampir semua tembang dari laki-laki yang baru saja menikahi perempuan bernama Mutia Ayu ini, melekat di hati hingga menusuk di jiwa. 

Lagu-lagu bernuansa cinta kasih kerap kali terdengar dari lantunan pita suara indahnya.

Untuk mengenang karya Beliau, Popmama.com menyusun deretan lagu mendiang Glenn Fredly yang paling memecah raga jiwa menjadi kepingan-kepingan rasa bersalah. 

Apa saja sih Ma, simak ulasannya! 

1. Januari

Salah satu lagu yang pecah di era 2000-an awal adalah 'Januari' milik Glenn Fredly.

Keganasan lirik yang ia sampaikan dalam lagu ini begitu membuncah. 

Single dari album SelamatPagi, Dunia! (2003) ini membuat karir Glenn semakin melambung sebagai seorang penyanyi solo pria bernapaskan pop r&b.

Tidak mungkin kamu tak bernyanyi pada bagian 

Dengarkan.
Dengarkan lagu, lagu ini
Melodi rintihan hati ini.
Kisah kita.
Berakhir di Januari.

Nyanyi kan Ma! Memang karya beliau dalam lagu ini begitu tertuang. Suara merdunya mampu menyampaikan sebuah perpisahan yang terjadi di bulan Januari. 

2. Kasih putih

Meski bukan soal perpisahan, tembang yang satu ini mungkin bagi beberapa orang tidak se-ikonik lagu 'Januari' ya Ma. Tapi 'Kasih Putih' adalah lagu romansa percintaan yang juga amat memorable

Terdapat pada album kedua sang penyanyi yang berjudul Kembali, lagu ini berhasil menjadi single yang ampuh mewarnai hati para fans.

Teriakan panjang penuh kemerduan di bagian menuju akhir lagu tak akan terlupakan sampai kapanpun. 

Editors' Picks

3. Sekali ini saja

Masih dalam album Selamat Pagi, Dunia!, lagu berjudul 'Sekali Ini Saja' mampu memperoleh perhatian tersendiri. 

Kali ini departemen lirik menjadi kunci sengatan cinta dalam nomor ini. Nadanyapun didesain catchy oleh almarhum sehingga mampu memberikan kesan seksi di beberapa bagian. 

Simak bagian reff menuju akhir, suara falsetto pria penyayang hewan anjing ini amat memilukan. 

Namun bila waktuku telah habis dengannya.
Biar cinta hidup s'kali ini saja.

4. Tega

Bagi Mama sekalian yang nyatanya fans garis keras, siapa yang telinganya tidak luput dari lantunan berjudul 'Tega'. 

Lagu ini betul-betul mujarab mewakilkan cerita perselingkuhan yang mungkin pernah dirasakan. Hayo pernah nggak? 

Suara Glenn pada lagu ini semakin menunjukkan kematangannya. Hingga mampu membius dengan desiran liriknya yang berbunyi.

Kau bunuh hatiku.
Saatku bernafas untukmu.
Kau kebanggaan aku.
Yang tega menipuku.

5. Akhir cerita cinta

Bahkan di lagu ini, 'Akhir Cerita Cinta', adalah satu dari sekian banyak lagu cinta miliknya yang mungkin hampir semua orang bisa menyanyikannya dari awal hingga akhir lagu. 

Dalam konsernya tembang yang juga terdapat pada album Selamat Pagi, Dunia! ini, memang pas menjadi theme song kesedihan pada masanya. 

Tim redaksi yakin, Mama pasti ingat sama lirik awalnya yang bertuliskan 

Sandiwarakah selama ini.
Setelah sekian lama kita telah bersama.

Inikah akhir cerita cinta.
Yang sekalu aku banggakan.
Didepan mereka.

Nyanyi kan, Ma? 
Lagu ini cukup evergreen di telinga orang sekarang.

6. Sedih tak berujung

Rangkaian guratan ini nampaknya tidak lengkap bila tak ditutup dengan lagu berjudul 'Seding Tak Berujung'. 

Yang teringat dari lagu yang satu ini adalah pada reff-nya yang begitu sedih membingkai sebuah perpisahan. 

Perpisahan yang sebenarnya tak akan pernah diharapkan, oleh karena itu digambarkann olehnya dengan kalimat "Tak Berujung". 

Semua akan merasakan kesedihan dalam lagu ini ketika bait ini dinyanyikan dengan lengkingan nada yang presisi oleh Glenn. 

Selamat tinggal kisah tak berujung.
Kini ku kan berhenti berharap.
Perpisahan kali ini untukku.
Akan menjadi kisah sedih yang tak berujung .

Semua bersedih, semua yang pernah mendengarnya, semua yang mencintainya, seluruh negeri ini kehilangan seorang yang amat sangat baik dan tulus Ma. 

Seperti pada penggambarannya di lagu 'Sedih Tak Berujung', begitu juga rindunya telinga ini nanti pada karya seorang Glenn Fredly tak akan pernah berujung sampai selama-lamanya.

Namun semua harus mengikhlaskan kepergiannya. Karena beliau sudah beristirahat dengan tenang selamanya. 

Rest in peace Glenn Fredly (1975-2020).

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.