Papeda! Pengganti Nasi dari Bagian Timur Indonesia, Kaya Manfaat!

Tidak kaya kandungan vitamin tapi banyak manfaat bagi pencegahan penyakit pada tubuh

23 Oktober 2021

Papeda Pengganti Nasi dari Bagian Timur Indonesia, Kaya Manfaat
Instagram.com/hiyakhebistro

Siapa pernah makan papeda? Kalau kamu memilk teman atau kerabat dekat berasal dari timur Indonesia, pasti pernah mencoba atau melihat makanan ini. 

Papeda adalah makanan khas dari wilayah Indonesia Timur, makanan ini kerap dijadikan salah satu pengganti nasi yang populer disana.

Bisa juga dipadukan dengan hidangan apa saja, akan tetapi biasanya papeda disuguhkan dengan ikan kuah kuning.

Diolah dari sagu (Metroxylon sagu), ternyata makanan yanv memiliki warna putih dan tekstur lengket bak lem ini, memiliki berbagai manfaat kesehatan yang tak kalah menggiurkan dengan rasanya lho Ma? 

Popmama.com akan berikan informaai hasil penelusuran IDN Times mengenai papeda yang kaya akan manfaat, simak ya Ma. 

1. Menjadi sumber energi

1. Menjadi sumber energi
Instagram.com/uliasaid

Memang papeda tidak mengandung banyak vitamin. Bahkan Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia Kemenkes RI, dari berbagai jenis vitamin, porsi 100 gram papeda tercatat hanya mengandung 0,06 miligram (mg) vitamin B1 atau tiamina.

Akan tetapi, papeda bisa menjadi sumber energi yang baik Ma. Ini diakrenakan komposisi karbohidrat yang mencapai 14,9 gram dan kalori yang cukup tinggi sebanyka 61 kalori. 

Kedua aspek ini amat penting bagi tubuh kita agar dapat memproduksi energi bagi aktivitas sehari-hari.

2. Kandungan antioksidan

2. Kandungan antioksidan
Instagram.com/belabeliumkm

Manfaat kedua, sagu pada papeda mengandung antioksidan yang baik bagi menumpuknya zat radikal bebas dalam tubuh. 

Dengan kata lain, mengonsumsi ini kamu sekaligus membantu tubuhmu mencegah risiko penyakit kronis akibat stres oksidatif, meningkatkan imun, hingga menekan risiko penyakit jantung. 

Tka hanya itu, papeda dikatakan kaya akan antioksidan polifenol. Menurut studi di Malaysia yang dimuat dalam jurnal Sago Palm tahun 2018, sagu—yang merupakan bahan pembuat papeda ditemukan kaya akan flavonoid. 

Selain itu, studi di Universitas Sam Ratulangi, Manado, yang dimuat dalam jurnal Molekul tahun 2016 menemukan kandungan tanin dan fenolik yang tinggi pada sagu baruk (A. microcarpha).

Editors' Picks

3. Menurunkan risiko diabetes

3. Menurunkan risiko diabetes
Instagram.com/hiyakhebistro

Sagu sebagaibbahan pembuat papeda, mengandung 7,5 persen pati resistan. 

Pati resistan ini dapat melalui saluran pencernaan tanpa tercerna. Hasilnya, sagu bisa menjadi prebiotik, dan saat mencapai usus, pati resistan ini dapat dipecahkan menjadi asam lemak rantai pendek (SCFA).

Pada penelitian gabungan di Iran dan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2019, sagu diujikan sebagai konsumsi prebiotik untuk tikus. 

Hasilnya, tingkat SCFA di usus tikus meningkat dan risiko resistansi insulin (salah satu faktor penyebab diabetes) turut berkurang.

Meski baru teruji pada hewan, manfaat pati resistan pada manusia dikatakan tidak jauh berbeda. 

4. Melancarkan pencernaan

4. Melancarkan pencernaan
Instagram.com/belabeliumkm

Manfaat papeda tidak hanya terhenti sebagai prebiotik saja Ma. Pati resistan yangs udah disebutkan tadi, ditemukan bermanfaat untuk melancarkan pencernaan yang juga menyeimbangkan mikrobioma pada saluran pencernaan.

Data Komposisi Pangan Indonesia mencatat, papeda juga memiliki kandungan serat sekitar 0,5 mg. Meski kandungan seratnya tidak banyak, konsumsi papeda dan makanan serta minuman berserat lainnya dapat melancarkan pencernaan.

Adapun asupan serat yang dibutuhkan sehari-hari adalah sekitar 28-37 gram untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan adalah 27-32 gram.

5. Mencegah penyakit jantung

5. Mencegah penyakit jantung
Instagram.com/dunialoka_

Tingkat kolesterol dan trigliserida yang tinggi memang menjadi penyebab utama penyakit jantung. 

Menurut studi hewan di Jepang pada tahun 2000, pemberian sagu bisa menurunkan trigliserida dan kolesterol. Masa sih?

Ini karena kandungan amilosa, tipe glukosa yang lambat dicerna. Dengan begitu, pelepasan gula jadi lebih terkontrol, sehingga menurunkan kolesterol dan trigliserida. Amazing ya Ma! 

Sebuah studi lama di AS pada tahun 1989 menemukan bahwa diet padat amilosa menurunkan kolesterol, trigliserida, dan kontrol gula darah—tiga faktor penentu kondisi jantung.

6. Menurunkan risiko terkena hipertensi

6. Menurunkan risiko terkena hipertensi
Instagram.com/uliasaid

Papeda bisa bantu mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi? Tidak perlu terkejut Ma! 

Menurut Data Pangan Komposisi Pangan Indonesia, papeda memiliki kandungan kalium yang tidak sedikit, yaitu sekitar 20 mg.

Menurut keterangan dari American Heart Association, kalium dapat mengimbangi natrium, salah satu senyawa yang memicu hipertensi, dan membuangnya lewat urine. Selain itu, kalium dapat membuat dinding pembuluh darah relaks, sehingga mencegah tekanan darah agar tidak naik.

7. Meningkatkan performa tubuh

7. Meningkatkan performa tubuh
Instgaram.com/mdnfoodstory

Sebelumnya dikatakan bahwa tingkat karbohidrat yang tinggi membuat papeda menjadi sumber energi yang baik. 

Bahkan! Papeda juga dapat meningkatkan kinerja fisik. Ini dibuktikan melalui penelitian di Selandia Baru yang melibatkan atlet bersepeda dan dimuat dalam jurnal Temperature tahun 2016.

Dibandingkan hanya minum air, konsumsi sagu dapat meningkatkan waktu pemulihan tubuh setelah berolahraga. Oleh karena itu, para peneliti Selandia Baru menyarankan konsumsi sagu untuk atlet yang berolahraga di iklim hangat dan lembap.

Diansir healthline, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat sebelum olahraga meningkatkan ketahanan, sementara konsumsi sagu setelahnya meningkatkan waktu pemulihan.

Itulah Ma kaya manfaat dari mengonsumsi papeda, salah satu makanan pokok olahan sagu khas negeri ini.

Mau belajar membuat papeda dan menjadikannya alternatif pengganti nasi? Nantikan resep membuat papeda hanya di Popmama! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.