Duh! Ternyata Ini Silent Killer Paling Berbahaya yang Mengincar Kamu

Bahkan yang satu ini bisa mengincarmu sejak muda hingga masa tua

27 Oktober 2020

Duh Ternyata Ini Silent Killer Paling Berbahaya Mengincar Kamu
Paxels/Andrea Piacquadio

Kalau biasanya kamu akan lebih memerhatikan komposisi makanan yang rendah dari kandungan gula, garam, dan lemak, demi menghindari silent killer seperti diabetes, darah tinggi, dan kolesterol. 

Dalam pembahasan kesehatan kali ini tim Popmama.com akan menyajikan khasanah lainnya. Osteoporosis, mungkin sebagian dari kamu tidak cukup takut mendengar penyakit ini. 

Padahal penyakit satu ini sudah mengincar bila dirimu tak berjaga-jaga sejak usia dini Ma. Untuk itu simak ulasan khas redaksi kami ya! 

1. Osteoporosis bukan merupakan kondisi normal karena penuaan pada perempuan

1. Osteoporosis bukan merupakan kondisi normal karena penuaan perempuan
Unsplash/Cedric Wilder

Dalam konferensi pers virtual berjudul CDR ajak perempuan Indonesia Cegah Osteoporosis dengan 3S: Saatnya mulai dari dini, Sediakan nutrisi dan terapkan pola hidup sehat, Suplementasi dengan Vitamin D dan Kalsium pada Kamis, 22 Oktober 2020 Dr. Saptawti Bardosono yang merupakan Pakar Gizi Departemen Gizi FKUI-RSCM, memaparkan bahwa osteoporosis bukanlah hal yang normal karena usia yang mulai menua, melainkan sebuah kondisi yang harus diwaspadai sejak dini. 

"Memang kepadatan tulang menurun seiring bertambahnya usia, tapi tidak benar bahwa semua lanjut usia mengalami osteoporosis," jelasnya mengawali slide presentasi mengenai kesehatan tulang. 

2. Osteoporosis hanya mengincar perempuan ras kaukasia yang lanjut usia?

2. Osteoporosis ha mengincar perempuan ras kaukasia lanjut usia
Unsplash/Shreya Sharma

Seputar penyakit ini banyak yang beranggapan mengenai osteoporosis hanya mengincar perempuan dari ras kaukasia yang sudah menua. Ternyata ini hanyalah mitos saja, ras apapun memiliki tingkat kerentanan yang sama pada pemyakit ini. 

"Osteoporosis bisa mengenai semua kelompok usia, gender, dan juga etnis apapun," jelas Saptawati mengenai mitos tersebut. 

Editors' Picks

3. Perempuan lebih rentan terkena osteoporosis

3. Perempuan lebih rentan terkena osteoporosis
Pexel/Helmi Lutvyandi

Ini adalah fakta nyata, bahwa perempuan lebih besar kecenderungannya untuk terkena osteoporosis. Hal ini akan dialami oleh perempuan yang sudah melalui masa monopause. 

"Osteoporosis lebih sering terjadi pada perempuan (1 dari 3 perempuan), setelah monopause terjadi densitas tulang akan menurun disertai dengan menurun tajamnya hormon esterogen," ungkapnya lagi. 

4. Kampanye gerakan 3 S untuk kesehatan tulang

4. Kampanye gerakan 3 S kesehatan tulang
Unsplash/Owen Beard

Karena sifatnya yang mengincar perempuan sejak ia masih dalam kandungan maka CDR melalui kampanye 3 S mencoba untuk mengedukasi masyarakat Indonesia khususnya perempuan untuk mulai memerhatikan kesehatan tulang. 

Apa itu kampanye 3 S? 

Saatnya Mulai dari Dini

Saat Mulai dari Dini
Unsplash/Alora Griffiths

Nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil memengaruhi anaknya saat usia dewasa nanti. Setelah lahir hingga masa anak-anak terjadi pembentukan tulang yang amat pesat. 

Lalu sampai pada usia 18-19 masa puncak pemulangan mencapai 95 persen yang akan terus berlanjut dan berkhir di usia 30 tahun. 

"Setelah usia 40 tahun perempuan akan mengalami kehilangan masa tulang sekitar 0,5 persen setiap tahunnya. 1 dari 3 perempuan akan mengalami patah tulang karena osteoporosis, dan kejadian ini akan lebih sering dibanding gabungan dari serangan jantung, stroke atau kanker payudara," ungkap Saptawati. 

Maka dari penting dari sejak di dalam kandungan sampai usia 30 tahun bagi perempuan untuk mulai menabung atau menginvestasikan apa yang dibutuhkan olah tulangnya. Seperti calcium dan vitamin D. 

Sediakan Nutrisi dan Pola Hidup Sehat

Sediakan Nutrisi Pola Hidup Sehat
Dok. Prof. Dr. dr. Saptawati

Kalau biasanya kamu beranggapan bahwa tulang itu keras dan tidak memiliki aktivitas dalam tubuh alias diam saja sebagai bagian dari tubuh. 

Ternyata tidak begitu adanya, tulang adalah jaringan hidup yang bersifat dinamis seperti bagian tubuh lainnya. Bahkan tulang melakukan pelepasan massa melakukn perbaikan sendiri bila rusak. 

Tulang terdiri dari komponen mineral, protein, jaringan ikat, serabut saraf dan pembuluh darah serta adanya sumsum di bagian tengahnya. Oleh karena itu penting bagi tulang untuk selalu diberikan pasokan nutrisi dan pola pergerakan yang tepat. 

"Pola makanan gizi seimbang dengan makanan segar untuk mendapatkan asupan nutrisi yang mendukung kesehatan tulang. Juga aktivitas dan latihan fisik teratur sebagai signal tulang dalam melakukan perbaikan atau remodeling," papar Saptawati. 

Suplementasi dengan Kalsium dan Vitamin D

Suplementasi Kalsium Vitamin D
Dok. CDR

Tulang mengandung 99 persen kalsium dalam tubuh, maka dari itu perlu adanya asupan dari suplemen kalsium dan juga vitamin D yang berfungsi untuk penyerapan kalsium yang diperoleh dari makanan. 

"Dibutuhkan sebanyak 600-1200 mg kalsium per harinya. Terutama pada saat dini dimana pembentukan tulang sejak terjadi secara cepat," jelasnya lagi. 

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tulang, konsumsi suplemen yang tepat sangat diperlukan. Meski begitu dr. Suci Sutinah, Country Medical Lead Consumer Health Bayer Indonesia, juga amat menyarankan bagi perempuan indonesia agar melakukan konsumsi makanan sehat dan melakukan aktivitas yang rutin bagi kesehatan tulang. 

“Selain suplementasi, gaya hidup yang sehat juga diperlukan. Untuk memaksimalkan vitamin 
D dan pembentukan tulang, konsumsi makan bernutrisi dan berolahraga teratur,” tutupnya saat konferensi pers menuju akhir acara. 

Nah, Ma jadi jangan sampai kamu terbunuh oleh silent killer-nya para perempuan di dunia ini ya Ma. Oleh karena kamu harus perhatikan 3 S tadi. Keep healthy and love your bone ya Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.