Takut Pesan Makanan Online di Masa Pandemi, Cek Dulu Fakta Berikut!

Ikuti ulasan menarik kami yang bersumber dari dr. Adam Prabata

27 Juli 2021

Takut Pesan Makanan Online Masa Pandemi, Cek Dulu Fakta Berikut
Pexels/Gustavo Fring

Ada kekhawatiran ketika masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), ya benar saja saat dimana kita ingin jajan makanan secara online. 

Justru karena berhasil mengurung diri di rumah, membeli makanan via online adalah jalan keluar untuk kamu tak harus berpergian. 

Tapi pasti kamu sering mencurigai, apakah makanan yang kamu pesan aman dari paparan virus corona, ya kan? 

Popmama.com akan beritahu kamu nih kebenaran masalah itu, ikuti terus artikel berikut ya Ma. 

1. Belum adanya bukti ilmiah

1. Belum ada bukti ilmiah
Freepik/cookie_studio

Dilansir dari laman feed instagram dr. Adam Prabata, tentang adanya penularan melalui media makanan dan minuman ternyata belum ada bukti ilmiahnya. 

"Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah mengenai Covid-19 dapat menular melalui makanan maupun minuman," tulis penjelasan dr. Adam di IG-nya.

Editors' Picks

2. Risiko kecil penularan melalui bungkus makanan

2. Risiko kecil penularan melalui bungkus makanan
Instagram.com/adamprabata

Bagaimana bila dari bungkus maupun kemasan makanan atau minuman?

Ya, betul bahwa virus dapat menempel pada wadah atau bungkus makanan namun risiko penularan kecil. 

"Tangan menyentuh bungkus makanan atau minuman yang ada virus penyebab Covid-19. Tangan yang ada virusnya menyentuh mata, hidung atau mulut. Barulah penularan terjadi," katanya lagi. 

Jadi, dengan menerapkan protokol cucii tangan ketat sehabis menyentuh bungkus makanan atau minuman, setelah memasak dan juga sebelum/sesudah makan, maka kamu akan lebih aman dari risiko penularan ya Ma. 

Atau bisa juga dengan menyemprot disinfektan food grade pada bungkusan makanan atau minuman yang hendak masuk ke rumahmu. 

3. Masak atau hangatkan makanan bila memungkinkan

3. Masak atau hangatkan makanan bila memungkinkan
Freepik/senivpetro

Hal ini mungkin sering terlewat olehmu. Memasak kembali atau menghangatkan makanan yang baru di beli dari luar. Hal itu rupanya menjadi siasat agar virus Corona mati. 

"Diperkirakan virus penyebab Covid-19 bisa mati pada suhu lebih besar atau sama dengan 60 derajat celcius dengan waktu masak 20 menit, lebih besar atau sama dengan 65 derajat celcius dengan waktu masak 5 menit dan lebih besar atau sama dengan 75 derajat celcius dengan waktu masak 5 menit," tulis dr. Adam dalam slide IG-nya.

4. Cuci buah atau sayur yang akan langsung kamu makan

4. Cuci buah atau sayur akan langsung kamu makan
Freepik/senivpetro

Sayur dan buah terkadang ada yang biasanya langsung kamu makan. Nah, bagaimana kasus demikian? 

Ya kamu harus mencucinya dengan air  keran yang mengalir dan jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. 

"Jangan mencuci buah dan sayur yang akan langsung dimakan dengan pemutih, alkohol, disifektan atau bahan kimia lainnya," jelas dr. Adam. 

5. Diinfektan food grade tidak untuk digunakan langsung atau berkontak langsung dengan permukaan makanan.

5. Diinfektan food grade tidak digunakan langsung atau berkontak langsung permukaan makanan.
Freepik/nakaridore

Perihal pemakaian disinfektan food grade dr. Adam Prabata juga membahasnya di feed yang diterbitkannya pada (25/7/2021) lalu. 

"Disifektan food grade atau food contact hanya dipergunakan untuk membersihkan permukaan yang kontak dengan makanan (piring, sendok dan lain-lain). Bukan untuk digunakan langsung pada makanannya," paparnya lagi. 

Kesimpulannya Ma, memang Covid-19 berisiko kecil menular melalui makanan dikarenakan virus yang menempel pada bungkus atau kemasan makanan. 

Namun dengan protokol kesehatan yang ketat pada dirimu dan juga keluargamu, ini membuat pesanan makanan online atau hasil belanjamu amat sangat kecil berisiko untuk menjadi penularan virus corona. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.