Kembali Berduka, Dua Dokter Meninggal akibat Covid-19 di Semarang

Korban virus corona kian bertambah, tetap waspada ya!

9 Juli 2020

Kembali Berduka, Dua Dokter Meninggal akibat Covid-19 Semarang
VoiceofAmerica

Virus corona yang dapat menyerang siapapun ini membuat banyak orang takut untuk melakukan kontak terhadap para pekerja di bidang kesehatan. Padahal, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan untuk menghadapi para korban yang terjangkit Covid-19.

Korban yang meninggal disebabkan virus corona terus bertambah. Tercatat, lebih dari 500.000 jiwa di seluruh dunia meninggal karena terjangkit virus corona.

Berita duka kembali menyelimuti para tenaga medis. Tak sedikit yang meninggal dunia karena virus corona.

Di Indonesia, sudah lebih dari 20 dokter yang menjadi korban meninggal. Baru-baru ini kabar duka datang dari dokter di daerah Jawa Tengah. Berikut rangkuman dari Popmama.com

Editors' Picks

1. Dokter kakak beradik menjadi korban

1. Dokter kakak beradik menjadi korban
Pexels/EVG Photos

Dr. Elang Sumambar sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan kabar ada dua dokter di Semarang yang meninggal. Keduanya positif terpapar Covid-19.

Kedua dokter ini adalah dr. Sang Aji Widi Aneswara dan dr. Elianna Widiastuti.

Sebelumnya, dr. Sang Aji juga pernah bertugas menangani pasien Covid-19.

2. Awal terjangkit virus corona

2. Awal terjangkit virus corona
Freepik

Kedua kakak beradik ini bertugas di rumah sakit yang berbeda. Dr. Sang Aji Widi Aneswara bertugas di Puskesmas Karanganyar, Tugu. Sedangkan dr. Elianna Widiastuti bertugas di Puskesmas Halmahera Semarang.

Setelah dicari tahu, awalnya dr. Elianna lebih dulu mengeluh sakit, lalu siangnya di bawa ke rumah sakit Roemani. Sayangnya, dr. Elianna menghembuskan napas terakhirnya lebih dulu pada Minggu, (28/6/2020).

Sedangkan, dr. Sang Aji meninggal pada Senin, (6/7/2020). Setelah sebelumnya dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro. Istri dan anak dr. Sang aji juga turut positif terjangkit virus corona.

3. Dokter korban meninggal bertambah

3. Dokter korban meninggal bertambah
Freepik/pressfoto

Sebelumnya, ada dokter yang menjadi anggota IDI di Jepara meninggal dunia. Dr. Ane Rovian yang bertugas di Puskesmas Welahan Jepara ini sempat dirawat di Rumah Sakit Telogorejo Semarang.

Begitupun dengan dokter dari Purwodadi, dr. Sovian Endin. Dirinya meninggal dunia pada Rabu, (8/6/2020). Sebelumnya, dokter ini dirawat di RS Moewardi Solo.

Tingginya angka korban Covid-19 ini membuat banyak pihak khawatir. Bertambahnya korban meninggal dari dunia kesehatan menunjukkan pengorbanan para tenaga kesehatan dalam mengatasi kasus virus corona.

Sebaiknya memang untuk tetap di rumah saja ya, Ma. Sebagai bentuk upaya membantu menekan penyebaran virus corona. Semoga para tenaga medis lainnya selalu diberikan kesehatan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.