Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Harapan Baru untuk Keluarga Pejuang Kanker dengan Radioterapi CT-LINAC.jpg
Dok. MRCCC Siloam Semanggi

Intinya sih...

  • Integrated CT-LINAC hadir sebagai teknologi radioterapi presisi pertama di Asia Tenggara

  • Konsep "All-in-One" memangkas waktu tunggu pasien hingga 15-25 menit per sesi

  • Radioterapi adaptif dengan jumlah sesi yang lebih sedikit dan efisien, serta layanan terjangkau untuk pasien BPJS

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendengar diagnosis kanker dalam keluarga tentu menjadi momen berat bagi Mama dan keluarga. Di tengah proses pengobatan yang melelahkan, kehadiran teknologi medis yang lebih aman menjadi harapan besar.

Harapan itu kini hadir melalui Integrated CT-LINAC , teknologi radioterapi presisi pertama di Asia Tenggara yang tersedia di MRCCC Siloam Semanggi. Inovasi ini terwujud berkat kolaborasi Indonesia–Tiongkok untuk menghadirkan layanan kanker berstandar global.

Kolaborasi ini didukung oleh inovasi dan keunggulan klinis dapat memperluas akses layanan kanker berkualitas, memperkuat sistem kesehatan, dan berkontribusi pada kemajuan global berbasis onkologi yang presisi. 

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan mengenai teknologi Integrated CT-LINAC yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pejuang kanker. 

Konsep "All-in-One" yang Memangkas Waktu Tunggu Pasien

Dok. MRCCC Siloam Semanggi

Salah satu keunggulan utama dari Integrated CT-LINAC adalah kemampuannya menyederhanakan proses radioterapi yang sebelumnya sangat rumit.

Dengan teknologi ini, seluruh proses terapi dalam satu sesi tanpa perlu memindahkan posisi pasien, dengan waktu persiapan hingga penyinaran sekitar 15–25 menit. 

“Jadi memang di China sendiri sebelumnya untuk menjalani radiasi dibutuhkan empat jenis alat dan empat jenis Alat itu dimulai dari simulasi all the way sampai ke dilakukannya radiasi. Dengan alat ini, semua empat alat itu digabung menjadi satu alat sehingga memotong waktu sebelumnya,” ujar dr. Edy Gunawan, MARS, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi dalam acara peluncuran Integrated CT-LINAC di MRCCC Siloam Semanggi pada Kamis (22/1/2026). 

dr. Edy Gunawan menambahkan, simulasi sampai ke radiasi perlu waktu 2 minggu. Saat ini tidak lagi perlu menunggu 2 minggu tetapi langsung setelah city planning dilakukan simulasi. Setelah simulasi radiasi yang sebenarnya bisa langsung diberikan. Inilah yang disebut sebagai teknologi all-in-one. 

Radioterapi Adaptif: Lebih Aman Melindungi Jaringan Sehat

Popmama.com/Shalsabhilla Putri

Mama perlu mengetahui bahwa organ dalam tubuh bersifat dinamis, posisi tumor bisa bergeser hanya karena tarikan napas atau perubahan kondisi kandung kemih. 

dr. Denny Handoyo Kirana, SpOnkRad (K) menjelaskan, pada teknologi lama, titik radiasi sering kali bersifat stagnan atau tetap, sehingga jika organ bergeser, ada risiko radiasi mengenai jaringan sehat di sekitarnya atau justru tidak mengenai target tumor secara maksimal. 

Teknologi Integrated CT-LINAC menjawab tantangan ini dengan fitur ART yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (AI). Cara kerjanya adalah sebagai berikut:

  1. Pencitraan real-time

Setiap kali sebelum sesi penyinaran dimulai, alat ini melakukan pemindaian CT diagnostik untuk melihat posisi anatomi pasien saat itu juga. 

  1. Penyesuaian rencana otomatis

Dengan dukungan AI, sistem dapat mendeteksi perubahan ukuran atau posisi tumor secara otomatis dan menyesuaikan rencana radiasi dalam hitungan menit. 

  1. Presisi tinggi

Rencana terapi yang telah disesuaikan memastikan dosis radiasi tetap fokus hanya pada target (tumor), meskipun tumor tersebut telah mengecil atau sedikit bergeser dari posisi semula. 

Jumlah Sesi yang Lebih Sedikit dan Efisien

Popmama.com/Shalsabhilla Putri

Berkat akurasi yang sangat tinggi, dosis radiasi per kedatangan dapat dioptimalkan sehingga pasien tidak perlu terlalu sering bolak-balik ke rumah sakit. 

Berkat kemampuan alat untuk melakukan radioterapi adaptif yang menyesuaikan dengan anatomi pasien di setiap sesi, dokter dapat memberikan dosis radiasi yang lebih besar per kedatangan secara aman. 

“Kalau dia bisa akurat per treatment kali radiasi dosisnya bisa lebih besar sehingga pasien tidak perlu bolak-balik terlalu banyak. Zaman dulu radiasi bisa 25 kali, bahkan lebih dari 35. Makin canggih sebuah mesin, jumlah radiasi makin pendek. Jadi pasien itu tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit terlalu banyak,” ungkap dr. Denny Handoyo. 

Sebagai contoh, pada kasus kanker prostat yang biasanya membutuhkan 37 atau 38 kali radiasi, dengan mesin ini bisa dipangkas menjadi 20 kali saja. Begitu juga pada kasus kanker payudara, jumlah radiasi yang sebelumnya 25-30 kali kini bisa diselesaikan dalam 15 kali sesi. 

Hal ini tentu memberikan efisiensi dari segi waktu, biaya, dan tenaga bagi Mama serta keluarga yang mendampingi. 

Layanan Terjangkau untuk Pasien BPJS

IDN Times/Aditya Pratama

Mama tidak perlu khawatir mengenai aksesibilitas teknologi ini. Pihak rumah sakit berkomitmen bahwa perawatan terbaik tidak hanya dibatasi untuk kalangan tertentu. 

Terlepas dari metode pembiayaannya, selama terdapat indikasi medis yang sesuai, teknologi CT-LINAC ini diharapkan dapat melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk potensi pengurangan beban bagi pasien BPJS. 

Dengan adanya Integrated CT-LINAC, perjalanan melawan kanker kini bisa dijalani dengan lebih penuh harapan, presisi, dan tetap mengutamakan martabat serta kenyamanan pasien. 

Nah, itulah informasi lengkap mengenai teknologi Integrated CT-LINAC yang kini hadir untuk memberikan harapan baru bagi keluarga pejuang kanker di Indonesia. 

FAQ tentang Radioterapi

Apa perbedaan kemoterapi dan radioterapi?

Kemoterapi bersifat sistemik (obat masuk aliran darah), sedangkan radioterapi bersifat lokal (radiasi fokus pada lokasi kanker).

Berapa kali radioterapi untuk kanker?

Radioterapi biasanya diberikan setiap hari (5 kali dalam 1 minggu) dengan total 20-35 kali tergantung jenis kanker dan tujuan pengobatannya.

Radioterapi apakah harus rawat inap?

Biasanya radioterapi dapat dilakukan tanpa rawat inap.

Editorial Team