Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pexels/Engin Akyurt
Pexels/Engin Akyurt

Memasuki bulan suci Ramadan 2025, masyarakat dihadapkan dengan kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Di antara komoditas yang mengalami lonjakan, cabai rawit merah menjadi salah satu yang paling signifikan.

Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran di kalangan konsumen, apalagi Ramadan identik dengan peningkatan konsumsi bahan makanan, terutama yang digunakan dalam sajian berbuka puasa. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan bahwa pemerintah akan terus memantau pengendalian harga dan distribusi bahan pangan agar tetap stabil.

Berikut Popmama.com merangkum harga bahan pangan naik di awal Ramadan 2025 secara lebih detail. Yuk, disimak informasinya!

1. Lonjakan harga cabai rawit merah

Freepik/jcomp

Kenaikan harga cabai rawit merah menjadi sorotan utama saat menjelang Ramadan. Menurut Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, harga cabai mengalami peningkatan drastis akibat cuaca buruk yang mengganggu pasokan.

Hujan yang terus-menerus menghambat petani dalam melakukan panen menyebabkan pasokan menjadi terbatas, sehingga harga melonjak hingga Rp120.000/kg di sejumlah pasar. Dalam konteks ini, konsumsi cabai diprediksi akan meningkat tajam selama bulan puasa, dengan proyeksi kebutuhan mencapai 85,2 ribu ton.

Ketidakstabilan pasokan disertai cuaca yang tidak mendukung, membuat masyarakat cemas akan kelangsungan stok dan harga cabai di pasar, terutama menjelang Ramadan.

2. Kenaikan harga beras yang mengkhawatirkan

Popmama.com/Juan Dwi Satya

Sementara itu, ada juga kenaikan harga beras yang terlihat di pasar dengan lonjakan berkisar 2 hingga 4 persen. Menanggapi hal ini, Amran Sulaiman menegaskan bahwa meskipun stok beras melimpah, ada beberapa pedagang yang mencoba memanfaatkan situasi menjelang Ramadan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

Dia menekankan bahwa tindakan tegas telah dilakukan terhadap pedagang yang berani mengabaikan aturan harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah tidak tinggal diam menghadapi tindakan para pedagang nakal ini.

Beberapa pedagang yang kedapatan menjual beras di atas HET telah disegel untuk mencegah praktek yang merugikan konsumen. Upaya pemerintah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan harga beras, demi ketahanan pangan masyarakat selama Ramadan.

3. Minyak goreng MinyaKita di atas HET

Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng, khususnya MinyaKita, yang hingga saat ini masih berada di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan. Dengan harga rata-rata nasional mencapai Rp17.653 per liter, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pasokan MinyaKita hingga dua kali lipat guna menurunkan harga dan menghindari spekulasi di pasar.

Untuk memastikan keterjangkauan harga, pemerintah tengah menggelar operasi pasar dengan menjual MinyaKita di bawah HET, yakni Rp14.700 per liter. Pemerintah berharap dengan tersedianya stok yang mencukupi, harga minyak goreng bisa kembali stabil dan masyarakat dapat menikmati makanan berbuka puasa tanpa harus terbebani dengan biaya yang tinggi.

Nah, itulah penjelasan terkait harga bahan pangan naik di awal Ramadan 2025 yang penting untuk diketahui. Semoga informasinya dapat bermanfaat ya, Ma.

Editorial Team