Apabila merujuk pada kehidupana saat ini yang serba modern dan harus dibuktikan secara ilmiah, mungkin saja peristiwa IIsra Miraj dianggap sebagai cerita karangan lantaran tidak ada bukti ilmiah ya, Ma.
Makanya, hanya iman dan taqwa lah yang berperan penting bagi kaum muslimin untuk percaya bahwa Isra Miraj terjadi benar adanya.
Adapun menurut M Quraish Shihab dalam Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW (2018) menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi'raj tidak bisa didekati dengan pendekatan ilmiah, melainkan penekatan iman.
Sebab Allah SWT sendiri juga sudah menegaskan dalam Al-Qur'an, surat al-Isra' ayat 1, disebutkan bahwa Allah lah yang memperjalankan hambanya (Nabi Muhammad) dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa pada suatu malam.
Sehingga dari beberapa penjelasan soal perjalanan Nabi melakukan Isra Miraj, ini mengajarkan tentang kebesaran Allah, kekuatan iman, dan tanggung jawab sebagai umat-Nya.
Selain itu, dengan memahami makna dari kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj, umat Islam diharapkan dapat meraih pelajaran berharga dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam urusan menjaga salat 5 waktu yang Allah SWT perintahkan. Semoga bermanfaat!
Apa yang dilihat Nabi Muhammad SAW saat melakukan perjalanan Isra Miraj? | Selama perjalanan Isra Mi'raj yang penuh keajaiban, Nabi Muhammad SAW dihadapkan dengan pilihan antara kebaikan dan keburukan. Beliau dengan bijaksana memilih susu, melambangkan kesucian dan jalan yang diridhoi Allah. Ini menjadi gambaran bahwa beliau dan umatnya akan senantiasa di jalan kebenaran. |
Bagaimanakah gambaran orang yang berzina yang dilihat Nabi Muhammad ketika melakukan Isra Miraj? | Rasulullah Saw melihat para pezina, di tangan mereka terdapat daging yang gemuk dan segar, dan di sampingnya terdapat daging yang bernanah dan membusuk. Mereka memakan daging yang bernanah dan tidak memakan daging segar, meski tersedia. Beliau melihat wanita-wanita yang suka membawa masuk lelaki asing. |
Berapa kali Nabi Muhammad bolak-balik saat Isra Miraj? | Nabi Muhammad sampai bolak-balik antara Sidratul Muntaha dan langit keenam berkali-kali. |