Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Mengangkat Tema "ReHumanize", IdeaFest 2026 Suarakan AI Bukan Ancaman
Dok. IdeaFest
  • IdeaFest 2026 mengusung tema 'ReHumanize' untuk menegaskan bahwa teknologi, termasuk AI, harus tetap berpusat pada manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.
  • AI dipandang sebagai alat bantu yang mempercepat proses kreatif, membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk mewujudkan ide tanpa terkendala waktu atau kemampuan teknis.
  • Empati, budaya, dan kemampuan beradaptasi disebut sebagai kekuatan utama manusia yang tidak bisa digantikan oleh AI dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah perkembangan teknologi yang bergerak semakin cepat, penggunaan kecerdasan buatan seperti AI sudah tidak terelakkan lagi. Namun, penggunaannya memunculkan satu pertanyaan yang makin sering dibahas, apakah AI akan menggantikan peran manusia?

Menjawab keresahan tersebut, IdeaFest 2026 kembali diselenggarakan dengan pendekatan yang berbeda. Ajang kreativitas tahunan ini mengusung tema “ReHumanize”, sebuah pesan yang menekankan bahwa teknologi seharusnya tetap berpusat pada manusia, bukan sebaliknya.

Acara ini ingin mengajak masyarakat melihat AI dari sudut pandang yang lebih positif. Bukan sebagai ancaman, melainkan alat yang bisa membantu manusia berkembang, selama tetap digunakan dengan bijak dan tidak melupakan nilai-nilai kemanusiaan.

Lantas, bagaimana seharusnya manusia memandang perkembangan AI di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat? berikut Popmama.com telah menyiapkan pembahasan lengkapnya.

Teknologi Tetap Butuh Manusia sebagai Pengarah

Dok. IdeaFest

Salah satu pesan utama dari  “ReHumanize” adalah mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi berkembang, manusia tetap memegang peran penting di baliknya.

Teknologi memang bisa membantu mempercepat pekerjaan, tetapi keputusan, nilai, dan dampaknya tetap bergantung pada siapa yang menggunakannya.

Co-chair IdeaFest, Desy Bachir juga menekankan bahwa inovasi tidak lahir begitu saja tanpa keterlibatan manusia.

"Dibalik semua inovasi, dibalik kecanggihan teknologi, selalu ada kita, manusia, yang menciptakan, menggunakan, dan merasakan dampaknya," ujarnya dalam acara Kick-off Press Conference IdeaFest 2026, pada Rabu (13/5/2026). 

Menurutnya, masa depan memang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi. Namun, yang perlu dijaga adalah bagaimana nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi bagian utama di tengah perubahan yang terus terjadi.

AI Bisa Membantu Ide Kreatif Jadi Lebih Cepat Terwujud

Dok. IdeaFest

Di sisi lain, AI juga dipandang sebagai alat bantu yang dapat mempermudah proses kreatif. Jika dulu seseorang perlu waktu lama untuk mewujudkan sebuah ide, kini banyak proses bisa dilakukan dengan lebih cepat berkat bantuan teknologi.

"Kemajuan Al ini menjadi something yang dopamine rush banget gitu. Karena ini tuh jadi sesuatu yang bisa bantu kita. Yang tadinya kita harus belajar untuk fokus dan membiarkan semua ide-ide kita itu ditanam dulu, dikubur dulu. Sekarang itu semua bisa dijadikan realita dengan lebih cepat," Ucap Patrick Effendy selaku Serial Entrepreneur and Creative Prompt.

Perkembangan ini justru membuka lebih banyak peluang bagi orang-orang yang selama ini punya banyak ide, tetapi terkendala waktu, akses, atau kemampuan teknis untuk mewujudkannya.

Empati dan Budaya Tetap Jadi Hal yang Tidak Bisa Digantikan

Dok. IdeaFest

Meski AI semakin pintar, ada hal-hal yang dinilai tetap tidak bisa ditiru sepenuhnya oleh mesin. Salah satunya adalah kemampuan manusia dalam memahami emosi, budaya, dan hubungan sosial. Desy menilai bahwa aspek-aspek seperti empati dan intuisi tetap menjadi kekuatan utama manusia.

"Value-value kemanusiaan seperti empati, intuisi, pemahaman akan budaya, dan norma-norma itu tidak bisa digantikan oleh teknologi. Itu hanya milik manusia," tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Founder and CEO Haloka Group & Braintrust IdeaFest, Stephanie Regina yang mengingatkan bahwa hubungan antarmanusia tetap menjadi bagian yang paling penting, apa pun perkembangan teknologinya.

"Rehumanize adalah to remember that manusia itu di mana pun kita berada, komunikasi selalu nomor satu. So the real connection is still number one", ungkapnya. 

Pesan ini menjadi pengingat bahwa di era serba digital, komunikasi nyata dan hubungan personal tetap punya nilai besar yang tidak bisa sepenuhnya digantikan mesin maupun algoritma.

Kemampuan Beradaptasi Jadi Kunci Menghadapi Era AI

Dok. IdeaFest

Di tengah kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan pekerjaan manusia, kemampuan beradaptasi justru menjadi faktor yang paling menentukan.

Patrick menjelaskan bahwa perubahan teknologi akan terus terjadi, sehingga yang paling penting adalah kesiapan seseorang untuk belajar dan menyesuaikan diri.

"Sebenernya bukan teknologinya yang menggantikan, bukan Al nya, tapi adaption nya dia. Kalau dia bisa adapt, dia pasti akan bisa berkembang," jelasnya. 

Lewat pesan ini, IdeaFest 2026 ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada rasa takut terhadap teknologi, tetapi juga melihat peluang yang bisa dimanfaatkan.

AI memang bisa membantu banyak hal menjadi lebih praktis. Namun seperti yang disuarakan IdeaFest 2026, teknologi pada akhirnya tetap membutuhkan manusia, mulai dari cara menggunakannya hingga nilai yang dibawa di dalamnya.

Editorial Team