"Pembangunan SDM adalah kunci kita ke depan, dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak anak sekolah kita. Ini kunci emas untuk Indonesia ke depan, itu dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, tugas kita di situ," lanjut Jokowi.
Jokowi juga menyebutkan tak ingin lagi ada peningkatan kasus stunting nantinya.
Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.
Padahal merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah, Ma.
Di antaranya dengan mengatur pola makan bergizi seimbang, memperbaiki pola asuh dan ada akses dari sanitasi serta air bersih. Hal-hal inilah yang nantinya juga akan menjadi prioritas pemerintahan ke depan.
Selain Jokowi, sebelumnya wakil presiden terpilih, KH Ma'ruf Amin, juga sempat menyinggung tentang stunting, Ma. Tepatnya saat debat Pilpres 2019 di bulan Maret lalu.
Menurut Ma'ruf, masa penting dalam mencegah stunting yakni pada seribu hari pertama sejak ibu mulai hamil sampai disusui anaknya, yaitu melalui pemberian asupan yang cukup dan juga melalui sanitasi, air bersih, serta pemberian susu ibu selama dua tahun.