Apakah Melakukan Vaksinasi Covid-19 Menyebabkan Puasa Batal?

Membatalkan puasa atau tidak ya?

17 April 2021

Apakah Melakukan Vaksinasi Covid-19 Menyebabkan Puasa Batal
Freepik
Dok. Jovee

Vaksinasi menjadi langkah dalam mengatasi pandemi Covid-19, pembagian vaksin ini juga sudah dimulai sejak tanggal 13 Januari lalu. Jika tahapan vaksinasi dilakukan sesuai jadwal, tentu saja penyuntikan vaksin juga akan berlangsung pada bulan Ramadan ini.

Umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa saat ini, tentu saja bertanya-tanya, apakah vaksinasi Covid-19 boleh dilakukan saat sedang berpuasa?

Hal ini dikarenakan adanya cairan yang akan dimasukkan ke dalam tubuh. Ditakutkan jika vaksinasi bisa menyebabkan batalnya ibadah puasa yang tengah dijalankan.

Untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut, kali ini Popmama.com akan membahas seputar vaksinasi di bulan puasa berdasarkan informasi dari dr. Amanda Ismoetia selaku tim kesehatan dari Jovee.

Yuk simak informasi apakah vaksin menyebabkan batal puasa di bawah ini!

1. Apakah vaksinasi dapat membatalkan puasa?

1. Apakah vaksinasi dapat membatalkan puasa
Freepik/Lovelove56

Berangkat dari pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat ini, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwanya.

Pada tanggal 16 Maret silam, Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam, menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 tetap dapat dilaksanakan pada saat bulan Ramadan. Asrorun Niam menjelaskan bahwa vaksinasi tersebut tidak akan membatalkan puasa yang sedang dijalankan.

Pasalnya, vaksinasi Covid-19 dilakukan dengan cara injeksi intramuskuler atau penyuntikkan yang dilakukan melalui otot, bukan melalui lubang terbuka seperti mulut atau hidung. Pemberian vaksin pun tak akan menghilangkan rasa lapar dan juga dahaga.

2. Rekomendasi waktu vaksinasi saat bulan ramadan

2. Rekomendasi waktu vaksinasi saat bulan ramadan
Freepik

Walaupun vaksinasi dibolehkan ketika sedang menjalankan ibadah puasa, namun ada rekomendasi waktu pemberian vaksin yang disampaikan oleh Ketua Bidang Fatwa MUI tersebut.

Asrorun Niam menyampaikan bahwa sebaiknya pemerintah melakukan vaksinasi di malam hari pada bulan Ramadan, di mana orang sudah berbuka dan memperoleh energi baru. Pemilihan waktu ini dikarenakan adanya kemungkinan calon penerima vaksin dengan kondisi fisik yang lemah.

Sehingga ditakutkan kondisinya akan semakin menurun saat memperoleh vaksinasi di siang hari atau saat sedang berpuasa. Namun, jika kondisi fisiknya bagus, pemberian vaksin saat puasa tentu tak akan jadi masalah.

Selain di malam hari, vaksinasi saat puasa juga disarankan untuk dilakukan tak jauh dari jam sahur, yakni sekitar jam 7 hingga 8 pagi.

Saran ini diberikan oleh Profesor Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Tujuan dari pemilihan waktu ini adalah untuk memberikan rasa nyaman di perut alias perut tak dalam keadaan kosong saat vaksinasi.

3. Reaksi yang mungkin timbul setelah vaksinasi

3. Reaksi mungkin timbul setelah vaksinasi
Freepik/Dwiputras
Dok. Jovee

Setelah menjalani vaksinasi, ada beberapa reaksi yang mungkin dirasakan. Reaksi yang mungkin dialami seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat injeksi vaksin, demam, nyeri otot seluruh tubuh, nyeri sendi, atau sakit kepala.

Namun, dikatakan bahwa reaksi atau efek samping ini sifatnya ringan, segera, sementara, serta dapat hilang dengan sendirinya. Pemberian vaksin saat puasa dipastikan boleh untuk dilakukan, seiring dengan dikeluarkannya fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Editors' Picks

Persiapan Sebelum Menjalani Vaksinasi saat Puasa

Walau sedang menjalankan ibadah puasa, tentu saja persiapan menjelang dilakukannya vaksinasi tetap harus dijalankan.

Dengan adanya persiapan ini, diharapkan vaksin yang diinjeksikan ke dalam tubuh melalui otot bisa bekerja sebagaimana mestinya, yakni membuat tubuh terlindungi dari ancaman virus Covid-19.

Berikut beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan jelang vaksinasi:

1. Konsumsi makanan sehat dan bergizi

1. Konsumsi makanan sehat bergizi
Freepik/Miltsova
Dok. Jovee

Pengonsumsian makanan yang sehat dan bergizi dianggap sebagai salah satu faktor yang meningkatkan efektivitas vaksin.

Dengan memperoleh energi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi, maka daya tahan tubuh akan semakin baik.

Oleh sebab itu, pastikan Mama mengonsumsi makanan yaang bergizi saat sahur dan berbuka puasa, agar dapat menutrisi tubuh dengan baik.

2. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

2. Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Freepik/Kat_ka
Dok. Jovee

Walau sedang berpuasa, pastikan bahwa tubuh tetap terhidrasi dengan baik, terlebih lagi ketika akan menjalani vaksinasi.

Selain dengan mengonsumsi lebih banyak air putih, pengonsumsian buah yang kaya akan cairan dan elektrolit juga sangat direkomendasikan saat sahur dan berbuka puasa.

Buah-buahan yang diketahui kaya akan air seperti mentimun, semangka, dan juga buah kelapa.

3. Tidur yang cukup

3. Tidur cukup
Freepik/drobotdean

Tidur dengan waktu yang cukup sangat direkomendasikan untuk dilakukan menjelang vaksinasi.

Pasalnya, kondisi yang kurang tidur bisa menyebabkan berkurangnya produksi antibodi dalam tubuh.

Antibodi yang menurun akan bisa memicu gagalnya vaksinasi yang dilakukan. Pastikan untuk tidur yang cukup setidaknya 2 malam sebelum vaksinasi.  

4. Hindari stres

4. Hindari stres
Freepik/cookie_studio

Sama dengan kurang waktu tidur, stres yang dialami dapat menurunkan tingkat produksi antibodi dalam tubuh.

Akibatnya tentu sistem kekebalan tubuh akan melemah dan membuat vaksin yang diterima oleh tubuh tak bisa bekerja dengan maksimal.

Oleh sebab itu, lakukanlah hal yang bisa membuat pikiran jadi tenang dan lapang, khususnya saat menjalankan ibadah puasa.

Nah, itulah jawaban dari apakah vaksin menyebabkan batal puasa. Dengan mengetahui hal ini, masyarakat tak perlu khawatir akan kemungkinan batalnya puasa, walaupun perlu menjalani vaksinasi saat sedang berpuasa.

Vaksinasi yang dilakukan saat Ramadan nanti, akan melancarkan proses vaksinasi yang direncanakan pemerintah.

Semoga informasinya bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.