6 Fakta dan Cara Menangani Jantung Berhenti dengan CPR

Dapat meningkatkan peluang seseorang untuk hidup

17 Januari 2021

6 Fakta Cara Menangani Jantung Berhenti CPR
laoistoday.ie

Jantung merupakan bagian tubuh manusia yang berfungsi untuk memompa darah yang akan dialirkan seluruh tubuh.

Memiliki riwayat penyakit jantung dan gaya hidup yang tidak sehat terkadang menjadi risiko mengalami jantung berhenti.

Orang yang mengalami jantung berhenti dapat mengambil manfaat dari CPR. Banyak orang yang berusaha menyelamatkan jantung berhenti namun tidak melakukan CPR.

Popmama.com telah menyiapkan informasi tentang CPR agar kamu dapat menangani jantung yang berhenti.

1. CPR meniru cara kerja jantung dengan memberikan tekanan untuk memompa darah ke seluruh tubuh

1. CPR meniru cara kerja jantung memberikan tekanan memompa darah ke seluruh tubuh
Freepik/Asiandelight

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) adalah prosedur darurat yang dapat membantu menyelamatkan nyawa seseorang jika pernapasan atau jantungnya berhenti.  Ketika jantung seseorang berhenti berdetak, mereka mengalami serangan jantung.  

Selama jantung berhenti, jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk otak dan paru-paru.  Kematian dapat terjadi dalam beberapa menit tanpa pengobatan.

CPR menggunakan tekanan pada dada untuk meniru cara jantung memompa. Tekanan ini membantu menjaga aliran darah ke seluruh tubuh.

2. Perbedaan jantung berhenti dengan serangan jantung

2. Perbedaan jantung berhenti serangan jantung
freepik/jcomp

Henti jantung tidak sama dengan serangan jantung. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat.  

Seseorang yang mengalami serangan jantung masih berbicara dan bernafas.  Sehingga orang yang mengalami serangan jantung tidak membutuhkan CPR  tetapi mereka harus segera pergi ke rumah sakit.  

Namun, serangan jantung yang tidak diberikan penanganan lanjut dapat meningkatkan risiko terkena henti jantung

Editors' Picks

3. CPR dapat meningkatkan peluang hidup seseorang yang terkena jantung berhenti

3. CPR dapat meningkatkan peluang hidup seseorang terkena jantung berhenti
Freepik/Ego-tanfreepix

Saat ini, sekitar 9 dari 10 orang yang mengalami jantung berhenti yang tidak ditangangi di rumah sakit dapat meninggal. Tetapi CPR dapat membantu meningkatkan peluang seseorang untuk hidup

Jika dilakukan dalam beberapa menit pertama  jantung berhenti, CPR dapat menggandakan atau melipattigakan peluang seseorang untuk bertahan hidup.

Orang-orang tertentu, termasuk orang-orang di lingkungan berpenghasilan rendah, dan hispanik, lebih kecil kemungkinannya menerima CPR.

Perempuan juga lebih kecil kemungkinannya menerima CPR jika mereka mengalami serangan jantung di tempat umum.

4. Kejadian jantung berhenti lebih sering di luar rumah sakit dan tidak mendapatkan penanganan dengan cepat

4. Kejadian jantung berhenti lebih sering luar rumah sakit tidak mendapatkan penanganan cepat
Freepik

Sekitar 350.000 kejadian jantung berhenti terjadi di luar rumah sakit setiap tahun dan sekitar 7 dari 10 di antaranya terjadi di rumah.

Sayangnya, sekitar setengah dari orang yang mengalami serangan jantung di rumah tidak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan dari ahli medis sebelum ambulan tiba. 

Jika kamu melihat kejadian jantung berhenti terjadi, segera hubungi 911 dan kemudian lakukan CPR sampai ahli medis tiba. 

5. Seseorang tidak perlu memiliki sertifikasi CPR namun harus mengerti cara penanganannya

5. Seseorang tidak perlu memiliki sertifikasi CPR namun harus mengerti cara penanganannya
Freepik/Rawpixel-com

Kamu tidak memerlukan sertifikasi khusus atau pelatihan formal untuk melakukan CPR, tetapi memang membutuhkan waktu untuk mempelajarinya.
Jika jantung berhenti terjadi pada seseorang di sekitar kamu, jangan takut dan bersiaplah.
Ikuti langkah-langkah ini jika kamu melihat seseorang dalam keadaan jantung berhenti:

  • Panggil 911 segera

Jika ada ahli medis disekitar, minta bantuan untum menelpon 911 dan cari alat AED untuk memulai CPR.  
AED adalah mesin portabel yang dapat menyetrum jantung secara elektrik dan menyebabkannya mulai berdetak lagi.

  • BerikanCPR

Dorong keras dan cepat ke tengah dada dengan kecepatan 100 hingga 120 kali per menit. Biarkan dada kembali ke posisi normal setelah setiap dorongan.  
Metode CPR hanya menggunakan tangan dan tidak melibatkan pernafasan ke mulut orang tersebut. Terus berikan CPR sampai ambulans tiba

6. Cara mengetahui seseorang dengan kondisi jantung yang terhenti

6. Cara mengetahui seseorang kondisi jantung terhenti
Pixabay/Pexels / 9152 foto

Ciri-ciri orang dengan jantung yang terhenti adalah orang itu tidak responsif, bahkan jika kamu mengguncang atau bahkan meneriaki mereka. Kemudian, orang itu tidak bernapas atau hanya terengah-engah.

Jika kamu melihat seseorang dalam kondisi jantung berhenti segera hubungi 9-1-1 dan kemudian mulai CPR.

Terus lakukan CPR sampai ahli medis tiba yaa! Dengan pertolongan darimu dapat meningkatkan peluang orang lain untuk hidup.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.