Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

11 Kebiasaan Sederhana yang Dapat Membuat Lebih Produktif

Hindari pekerjaan yang menumpuk agar kamu tidak mudah cemas dan stress

5 Agustus 2019

11 Kebiasaan Sederhana Dapat Membuat Lebih Produktif
Freepik.com/User6739663

Menjadi orang yang produktif, mungkin adalah keinginan setiap orang. Karena menjadi produktif kita dapat mengerjakan berbagai macam pekerjaan yang diberikan di kantor, di rumah, atau di komunitas yang kita ikuti.

Menjadi produktif juga menyenangkan ketika kita dapat mengerjakan tugas-tugas yang kita sukai dan mendapatkan hasil yang terbaik lalu diapresiasi oleh banyak orang.

Namun, memiliki banyak pekerjaan juga terkadang membuat kita sulit untuk menentukan pekerjaan-pekerjaan mana yang penting dan kurang penting.

Menumpuknya pekerjaan terkadang menjadi tekanan bagi diri sendiri yang justru malah membuat kinerja kita menjadi menurun karena tingkat kecemasan yang tinggi, tidak fokus, yang pada akhirnya akan membuat stress.

Kali ini Popmama.com akan memberikan 11 tips mengenai kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dapat kamu terapkan di kantor, rumah, komunitas dalam menghadapi berbagai macam pekerjaan. Yuk disimak!

1. Buat daftar tugas dengan to-do-list

1. Buat daftar tugas to-do-list
Freepik.com/Rawpixel-com

Seringkali kita membuat daftar tugas yang justru membuat kita kewalahan, daftar tugas seringkali gagal karena kita membuat terlalu rumit atau penempatan tugasnya tidak merata.

Beberapa tugas yang memakan waktu lama, sehingga membuat tugas-tugas lain tidak kebagian waktu sama sekali. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan dalam membagi waktu kerja kamu, lho!

Analisa setiap tugas yang akan kamu kerjakan terlebih dahulu, lalu kamu bisa memperkirakan berapa lama kamu dapat mengerjakan tugas itu sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki, kemudian tuliskan di to-do-list kamu yang akan menjadi patokan apa yang perlu kamu kerjakan terlebih dahulu.

Karena dengan begitu kita akan bisa memanajemen waktu dengan baik agar pekerjaan tidak menjadi tertimbun dengan banyak. 

2. Tetapkan tujuan kecil untuk tugas-tugas tersebut

2. Tetapkan tujuan kecil tugas-tugas tersebut
Freepik.com

Dengan setiap tugas-tugas baru, ruang lingkup pekerjaan menjadi tampak terlalu besar. Tetapi, begitu kamu mulai membagi-bagi tugas tersebut dan menyadari apa pencapaiannya, mungkin kamu akan memperhatikan setiap bagian pekerjaan masing-masing saling membangun diatas yang lain.

Salah satu hal termudah dan paling praktis yang dapat kamu lakukan adalah membagi-bagi setiap pekerjaan dan melihat apakah pekerjaan satu dan yang lainnya dapat terhubung. Contohnya terdapat 2 pekerjaan dimana kamu harus menghubungi atau bertemu orang lain.

Agar tidak membuang-buang waktu, gunakan 1 waktu untuk langsung menemui 2 orang tersebut. Hal ini dapat membuat konsentrasi kamu pada pekerjaan tidak terbagi-bagi lagi nantinya. Membagi tugas ini dapat kamu lakukan sebelum menetapkan to-do-list lalu memperkirakan berapa lamu waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan.

Memahami ruang lingkup apa yang diminta, meletakkan langkah-langkah ditempat dan kemudian memperkirakan waktu yang dibutuhkan akan membantu kamu memahami apa yang diminta. Terkadang apa yang diminta dalam pekerjaan yang besar tidak akan memakan banyak waktu sama sekali jika kamu memahami bagaimana cara pengerjaannya terlebih dahulu.

3. Fokus pada satu tujuan pada satu waktu

3. Fokus satu tujuan satu waktu
Freepik.com/Branin

Dari sekian banyak pekerjaan yang diberikan, mungkin kamu akan pusing untuk menentukan tugas mana yang paling penting, bagaimana cara mengorganisasi pekerjaan mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. 

Nah, apapun pekerjaan yang diprioritaskan oleh perusahaan, tugas kamu adalah untuk mengeksekusi pekerjaan tersebut. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah melalui aturan 90-90-1. Aturan ini juga berfungsi dalam tugas berkelompok atau tim.

Cara penggunaan aturan 90-90-1 ini sangat mudah, lakukan 90 menit pertama untuk 1 tugas yang paling penting, tugas yang diberikan jangka waktu, tugas yang diminta oleh perusahaan. Lakukan kegiatan ini selama 90 hari kedepan.

Tujuannya untuk melatih kamu dalam mengerjakan tugas dengan efektif dan lebih praktis. Kamu tidak perlu menghabiskan seluruh waktu pada setiap hari untuk satu hal. Kamu juga dapat mengatur diri sendiri untuk fokus pada satu tujuan ini dan memastikan bahwa itu sejalan dengan permintaan atasan di perusahaan.

4. Lacak waktu Anda untuk mengidentifikasi pola

4. Lacak waktu Anda mengidentifikasi pola
Freepik.com

Melacak waktu pekerjaan kamu, walaupun tidak ada yang meminta dapat membantu kamu untuk memahami kebiasaan dan waktu ketika kamu mengerjakan tugas dari kantor.

Melacak waktu dapat mengetahui apa kebiasaan kamu dan gadgetmu, mulai dari saat memeriksa email hingga seberapa sering kamu memeriksa situs web atau media sosial favorit yang dapat memengaruhi hari kerja Anda dengan cara yang besar.

Dengan mengatur ulang beberapa hal itu, kamu bisa menyelesaikan lebih banyak. Melacak waktu selama satu atau dua minggu akan membantu untuk melihat di mana kamu menghabiskan banyak waktu, dan akan membantu dalam memperkirakan tujuan sedikit lebih baik di waktu berikutnya.

Lain kali jika diminta untuk tugas yang sama, kamu akan lebih memahami jumlah waktu yang dibutuhkan. Kamu juga dapat melihat apa yang menjadi permasalahan kamu di kantor, dibagian mana kamu cenderung kurang produktif atau mengidentifikasi kebiasaan penjadwalan tertentu yang ternyata memakan waktu banyak.

Editors' Picks

5. Cari tahu 2 jam sibuk kamu

5. Cari tahu 2 jam sibuk kamu
Freepik.com/Gdolgikh

Beberapa dari kita adalah orang-orang pagi, namun juga ada yang burung hantu malam. Burung hantu malam adalah orang yang menemukan tingkat energi mereka tinggi ketika orang lain sudah mereda. Biasanya sekitar jam 4 sore hingga 7 malam. 

Namun sayangnya, beberapa perusahaan tidak mengakomodasi kebiasaan seperti itu, mungkin kantor tidak buka sampai jam 9 malam. Untuk kamu yang sulit bekerja pada waktu sore hari, gunakan waktu itu untuk mengerjakan pekerjaan yang kurang strategis atau yang tidak perlu memerlukan banyak berpikir.

Disarankan agar kamu menemukan setidaknya 2 jam dalam sehari untuk mengerjakan pekerjaan yang memerlukan strategi dan lebih sulit. Gunakan jam lain untuk rapat atau tugas lain yang sekiranya kurang mendesak.

Kamu juga akan mengidentifikasi pola dan kapan kamu bisa terlibat dalam "pekerjaan mendalam" atau gagasan pekerjaan yang memerlukan fokus tinggi yang memakan jangka waktu lebih lama.

6. Matikan gangguan "digital"

6. Matikan gangguan "digital"
Freepik.com/Yanalya

Gadget, notifikasi kotak surat, pesan facebook, notifikasi twitter dan segala sesuatu yang muncul membuat pekerjaan kamu menjadi terganggu dengan adanya gangguan-gangguan digital yang sebenarnya kurang penting untuk perlu kamu ketahui saat itu juga.

Matikan notifikasi di gadget kamu untuk sementara waktu dan fokus mengerjakan tugas-tugas pekerjaanmu. Jadwalkan untuk melihat isi notifikasi pada waktu-waktu senggang seperti jam makan siang atau saat pekerjaan beratmu sudah selesai.

7. Cari waktu untuk berjalan atau berolahraga

7. Cari waktu berjalan atau berolahraga
Freepik.com/Katemangostar

Cari waktu dimana kamu dapat berjalan di sekitar perkantoranmu setidaknya sekali dalam sehari, tidak perlu jauh-jauh, itu bisa di sekitar tempat parkir, di jalan, atau ditaman. Hal ini lebih menyegarkan daripada apapun di media sosial yang justru akan menambah jenuh pekerjaanmu.

Ini bukan tentang menjaga kebugaran tubuh atau menurunkan berat badan, walaupun kamu juga dapat sekalian melakukannya ya, tapi olahraga dapat membantu kamu menjadi lebih produktif karena akan meningkatkan konsentrasi. Berolahraga dapat meningkatkan aliran darah dan kesehatan jantung, 

Kamu tidak akan terlalu cemas, menjadi lebih fokus, dan lebih mampu dalam menghadapi stress saat bekerja.

8. Hentikan multi-tugas

8. Hentikan multi-tugas
Freepik.com/Creativeart

Multi tugas atau yang biasa kita sebut dengan multitasking adalah cara kerja dimana kita mengerjakan satu dan yang lainnya secara bersamaan. Tapi multitasking sebenarnya dapat membuat kita mudah lelah lho!

Hal ini karena multitasking membutuhkan energi otak untuk berganti dan mengubahnya sesering lagi. Dengan multitasking kamu tidak menjadi lebih produktif karena melihat berbagai pekerjaan yang berbeda-beda. 

Biasanya, orang modern saat ini mengkonsumsi kafein untuk menambah fokus. Namun kebiasaan ini disanggah oleh seorang profesor perilaku neuroscience Daniel Levitin yang mengatakan: "Yang kamu butuhkan pada saat itu bukanlah kafein, tetapi hanya istirahat. Jika kamu tidak mengambil istirahat rutin setiap beberapa jam, otak tidak akan mendapat manfaat dari secangkir kopi tambahan itu, "

9. Mintalah bantuan untuk hal-hal yang tidak Anda mengerti

9. Mintalah bantuan hal-hal tidak Anda mengerti
Freepik.com/Maksymiv-yura

Ada beberapa orang yang menganggap dirinya bisa melakukan apapun sehingga tidak memerlukan bantuan orang lain, atau mengandalkan kemampuan internet dalam mencari jawaban. Namun, tidak semua yang kamu cari ada di internet bukan?

Hal ini justru membuat kamu lebih lama dalam bekerja karena kamu harus mencari tahu terlebih dahulu mana sumber yang benar dan mencoba mengaplikasikannya pada pekerjaanmu. Namun, jika kamu mencoba meminta bantuan orang lain, mungkin hasilnya akan lebih cepat!

Pada awalnya mungkin sulit untuk menyisihkan beberapa waktu ekstra untuk mencari orang yang mengerti tentang pekerjaanmu, namun pada akhirnya ini akan membantu kamu menjadi lebih efisien dengan tugas-tugas itu.

10. Rayakan setiap pekerjaan yang terselesaikan

10. Rayakan setiap pekerjaan terselesaikan
Freepik.com/Branin

Setiap kali kamu menyelesaikan beberapa tugas yang tertulis pada daftar tugasmu, kamu akan melepaskan zat kimia yang dapat membuat kamu bahagia di otak kamu yang disebut dengan dopamin. Ini juga yang memberikan kamu motivasi untuk maju dan melakukan lebih banyak pekerjaan lainnya.

Misalnya, setelah kamu selesai melakukan 3 tugas berat dan kamu mencoretnya dari daftar tugas yang dilakukan hari ini, perasaan kamu akan menjadi lebih bahagia yang jika dilepaskan kamu akan merasa lebih tenang dan lega.

Merayakan pekerjaan kecil tidak perlu sulit dan repot seperti setiap hari harus berbelanja di pusat perbelanjaan, namun kamu bisa cukup membeli cemilan atau es krim favoritmu untuk menambah semangat bekerja.

11. Bangun lebih pagi

11. Bangun lebih pagi
Freepik.com/Tirachardz

Yang terakhir ini mungkin agak sedikit membuat kamu bertanya-tanya, "apakah bisa membuat produktif?" namun, ternyata iya. Bangun tidur adalah salah satu alasan yang dapat membuat kamu lebih produktif!

Jika kamu mulai memutuskan untuk mulai bangun pada jam 5 pagi setiap hari, tingkat produktivitas dan kebahagiaan kamu bisa meningkat secara dramatis. Alasannya, jika kamu bangun lebih cepat dari biasanya kamu akan memiliki waktu yang lebih panjang untuk menyiapkan sarapan dan berangkat kerja lebih awal.

Bagi kamu yang tinggal di kota-kota besar, mungkin kamu akan merasakan manfaat yang signifikan jika kamu mencoba untuk bangun lebih pagi dan berangkat kerja lebih cepat dari biasanya, kamu dapat menghindari macet yang membuat kamu stress setiap paginya, benar bukan?

11 kebiasaan ini dapat kamu lakukan secara perlahan agar kamu menjadi lebih produktif kedepannya, jnamun perlu diingat untuk jangan terlalu memaksakan tubuh ya!

Kebiasaan apa yang sudah kamu lakukan untuk menjadi produktif?

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk