Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Jenis Busi Motor Sesuai Kegunaannya
Istockphoto/Jorge Villalba

Intinya sih...

  • Busi standar (Nickel / Copper Plug) - Cocok untuk motor harian - Harga terjangkau untuk perawatan rutin - Pilihan aman bagi pengguna pemula

  • Busi platinum (Platinum Plug) - Umur pakai lebih panjang - Meningkatkan kenyamanan berkendara - Cocok untuk motor harian tanpa modifikasi besar

  • Busi iridium (Iridium Plug) - Performa maksimal tanpa mengorbankan keiritan - Umur pakai sangat panjang, cocok untuk motor harian dan touring - Pembakaran lebih efisien membantu mesin tetap stabil dalam kemacetan lama

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Busi adalah komponen kecil yang memegang peran besar dalam proses pembakaran mesin motor, karena tugasnya memercikkan api untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar.

Meski bentuknya mirip-mirip, busi ternyata punya banyak jenis dengan karakter yang sangat berbeda satu sama lain. Setiap tipe dibuat untuk kebutuhan mesin tertentu, mulai dari motor harian, motor touring, sampai motor balap bertenaga besar.

Memilih busi yang tepat bisa membuat tarikan lebih halus, konsumsi BBM lebih irit, dan mesin lebih responsif. Sebaliknya, menggunakan busi yang salah justru bisa membuat motor cepat panas, brebet, sampai hilang tenaga.

Supaya Papa nggak bingung lagi, berikut Popmama.com akan memberikan rekomendasi 7 jenis busi motor sesuai kegunaannya. Yuk simak!

1. Busi standar (Nickel / Copper Plug)

fortuna-motor.co.id

Busi standar adalah tipe paling umum yang jadi bawaan pabrik hampir semua motor, karena sudah cukup untuk kebutuhan mesin harian.

Elektroda berbahan nikel ini menghasilkan percikan api yang stabil sehingga cocok untuk penggunaan jarak pendek maupun jauh. Meskipun performanya tidak terlalu agresif, busi ini punya karakter pembakaran yang aman dan konsisten.

Usia pakainya biasanya lebih singkat dibanding busi premium, tetapi harganya sangat terjangkau untuk perawatan rutin. Motor yang difokuskan untuk mobilitas sehari-hari biasanya tidak membutuhkan busi mewah.

Karena sifatnya serbaguna, busi standar dianggap sebagai pilihan aman bagi pengguna pemula. Papa bisa pakai ini jika ingin kenyamanan tanpa ribet soal karakter mesin.

2. Busi platinum (Platinum Plug)

fortuna-motor.co.id

Busi platinum memiliki elektroda yang lebih tahan panas dan korosi dibanding busi standar, sehingga umur pakainya jauh lebih panjang. Percikan api yang dihasilkan cenderung lebih fokus, membuat mesin bekerja lebih efisien.

Dampaknya, respons gas terasa lebih halus dan pembakaran lebih sempurna. Harga busi ini memang lebih mahal, namun sebanding dengan ketahanan dan performa yang ditawarkan.

Tipe ini cocok untuk motor harian yang ingin sedikit peningkatan tanpa harus melakukan modifikasi besar. Pengendara yang sering menempuh jarak jauh juga biasanya lebih cocok memakai busi platinum.

Papa bisa mempertimbangkannya kalau ingin upgrade ringan yang meningkatkan kenyamanan berkendara.

3. Busi iridium (Iridium Plug)

fortuna-motor.co.id

Busi iridium dianggap sebagai kelas tertinggi karena elektroda super-tipisnya mampu menghasilkan percikan api yang sangat kuat dan presisi. Desainnya membuat pembakaran lebih sempurna sehingga tarikan motor terasa lebih responsif.

Selain itu, busi iridium memiliki umur pakai yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai puluhan ribu kilometer. Walaupun harganya paling mahal, performa dan keawetannya membuatnya populer untuk motor harian maupun motor touring.

Pembakaran yang lebih efisien juga membantu mesin tetap stabil meski dipakai di kemacetan lama. Banyak pengguna merasakan getaran mesin lebih halus setelah menggunakan busi iridium.

Papa bisa pilih ini kalau ingin performa maksimal tanpa mengorbankan keiritan.

4. Busi racing / performance (Cold Plug)

fortuna-motor.co.id

Busi racing dirancang untuk mesin berkompresi tinggi yang bekerja dalam suhu ekstrem, misalnya motor balap atau motor yang sudah bore up.

Elektroda businya dibuat untuk membuang panas lebih cepat sehingga mesin tidak overheating. Percikan api yang dihasilkan juga sangat agresif, membuat pembakaran terasa lebih “galak”.

Namun busi ini tidak ideal untuk motor standar karena pembakaran bisa tidak optimal jika suhu mesin tidak cukup tinggi. Sering kali, penggunaan busi racing pada motor harian justru menyebabkan brebet atau tarikan berat.

Tipe ini lebih cocok untuk Papa yang memang memakai motor performa tinggi. Jika tidak, tetaplah gunakan busi standar atau iridium agar mesin bekerja ideal.

5. Busi panas (Hot Type Plug)

Google photo/ Adrenal Ken Gunadarma

Busi panas lebih lama menyimpan panas sehingga cocok digunakan pada motor kecil atau motor yang sering dipakai jarak dekat. Karakter ini membantu menjaga pembakaran tetap stabil meski mesin tidak mencapai suhu tinggi.

Itulah sebabnya busi panas sering direkomendasikan untuk penggunaan kota yang sering stop and go. Namun busi jenis ini tidak cocok untuk mesin bertenaga besar karena dapat menyebabkan overheat.

Performa busi panas cenderung lebih lembut dan aman untuk pemula. Kebutuhan perawatannya juga tidak terlalu rumit. Papa bisa memakai busi panas jika motor sering dipakai jarak pendek dan tidak memerlukan tenaga besar.

6. Busi dingin (Cold Type Plug)

Google photo/ Adrenal Ken Gunadarma

Busi dingin dirancang untuk membuang panas mesin dengan sangat cepat sehingga cocok untuk motor performa tinggi. Karakter ini membuatnya aman digunakan pada mesin yang sering digeber dalam jangka panjang.

Busi dingin membantu mencegah detonasi atau knocking yang bisa merusak piston. Namun pada motor harian, busi ini justru tidak optimal karena mesin tidak bekerja di suhu yang cukup panas.

Biasanya tarikan malah terasa kurang bertenaga jika dipakai di kondisi normal. Jenis ini lebih sering dipakai pada motor sport atau motor modifikasi besar. Papa bisa pilih ini kalau motor sudah upgrade signifikan.

7. Busi multi-electrode

Alibaba.com

Busi multi-electrode memiliki lebih dari satu elektroda massa sehingga percikan api bisa lebih stabil. Desainnya membantu meningkatkan konsistensi pembakaran dalam berbagai kondisi jalan.

Umur pakainya juga cenderung lebih panjang karena elektrodanya tidak cepat aus. Meski tidak memberikan peningkatan performa yang ekstrim seperti iridium, busi ini sangat bagus untuk menjaga mesin tetap halus dalam jangka panjang.

Tipe ini cocok untuk motor harian yang ingin performa stabil tanpa sering ganti busi. Pengemudi yang banyak melewati cuaca berubah-ubah sering merasa busi ini lebih tahan lama.

Papa bisa memilihnya jika ingin keseimbangan antara keawetan dan kenyamanan. Menggunakan busi yang tepat tidak hanya meningkatkan tarikan, tetapi juga menjaga efisiensi dan kesehatan mesin dalam jangka panjang.

Dengan memahami 7 jenis busi motor sesuai kegunaannya, Papa bisa menentukan pilihan tanpa ragu. Mulai dari busi standar yang ekonomis, platinum yang lebih halus, iridium yang powerful, hingga busi khusus performa, setiap tipe menawarkan kelebihan berbeda.

Jadi sebelum ganti busi, pastikan Papa memilih berdasarkan spesifikasi motor dan pola penggunaan harian. Dengan komponen yang tepat, motor akan bekerja jauh lebih optimal dan awet.

Editorial Team