Hernia umbilikalis terjadi ketika bagian usus atau jaringan perut menonjol melalui kelemahan di sekitar pusar (umbilikus). Dilansir dari Healthline, umbilical hernia sering terlihat pada bayi dan anak kecil, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa terutama yang mengalami obesitas atau kehamilan.
Menurut Healthgrades, benjolan di area pusar mungkin lebih terlihat saat berdiri atau batuk, dan sering kali tidak berbahaya pada awalnya. Namun, pada orang dewasa hernia ini dapat membesar dan menyebabkan ketidaknyamanan atau resiko terjepitnya usus.
Oleh karena itu, pemeriksaan medis dan pertimbangan operasi tergantung gejala dan perkembangan hernia.
Hernia umbilikalis berbeda dengan paraumbilikal karena lokasinya tepat di pusat, namun keduanya termasuk hernia dinding perut (ventral) yang dapat memerlukan perbaikan bedah jika menimbulkan gejala.
Pada bayi sebagian besar hernia umbilikalis menutup sendiri hingga usia 4–5 tahun, tetapi hernia yang besar atau persisten perlu evaluasi bedah. Pada orang dewasa, resiko komplikasi lebih tinggi sehingga dokter sering menganjurkan perbaikan hernia dengan mesh.
Deteksi dini penting agar hernia tidak berkembang menjadi lebih besar dan beresiko strangulasi usus. Perbaikan yang tepat membantu mencegah komplikasi dan mengembalikan kenyamanan pasien.
Dilansir dari WebMD, evaluasi medis tepat waktu, termasuk pemeriksaan fisik dan imaging bila perlu, adalah langkah krusial untuk diagnosis yang akurat.
Menurut NCBI Bookshelf, banyak hernia dapat ditangani secara efektif melalui operasi atau terapi konservatif tergantung jenis dan tingkat keparahan.
Dengan mengenali 7 jenis Hernia, hingga mengetahui lokasi dan cara penanganannya, pasien dapat mengambil tindakan cepat dan mencegah kondisi menjadi lebih serius.
Kesadaran dan penanganan yang tepat membantu meminimalkan resiko dan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang. Semoga bermanfaat!