Beranjak sedikit dari kota-kota besar, kita menuju sebuah kecamatan bernama Delanggu di wilayah Klaten, Jawa Tengah.
Di sana, terdapat sebuah inovasi kuliner lokal yang dinamakan lumpia duleg.
Kemunculan hidangan ini bermula dari eksperimen sederhana seorang penjual yang memanfaatkan bahan-bahan seadanya di dapur, yaitu tepung terigu dan tepung kanji, untuk membuat lembaran kulitnya.
Walaupun penampilannya tidak semegah kerabatnya dari Semarang, varian ini punya tempat istimewa tersendiri di hati para penikmatnya.
Ukurannya sangat mungil, kira-kira hanya sebesar satu ruas jari tangan orang dewasa, dengan isian utama berupa tumisan taoge yang sederhana.
Tekstur kulitnya yang kenyal dan sedikit legit menjadi ciri khas utama yang membuatnya berbeda.
Cara penggunaannya sangat praktis sebagai pendamping minum teh di sore hari.
Mama cukup menyajikannya di piring kecil, lalu menyiramkan atau mencocolnya dengan pelengkap berupa saus cair manis gurih yang terbuat dari racikan gula merah dan bawang putih tumbuk.