Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Jenis Perawatan Hernia yang Perlu Diketahui Sebelum Kondisi Memburuk
istockphoto/sasirin pamai

Intinya sih...

  • Observasi medis (Watchful Waiting) dilakukan pada hernia kecil, tanpa nyeri, dan belum mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Perubahan gaya hidup termasuk menjaga berat badan ideal, menghindari mengangkat beban berat, dan mengatur pola makan.

  • Penggunaan penyangga hernia (Hernia Belt atau Truss) direkomendasikan bagi pasien yang belum bisa menjalani operasi karena kondisi medis tertentu.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui jaringan atau otot yang melemah. Kondisi ini sering ditandai dengan munculnya benjolan di area perut, selangkangan, atau pusar yang bisa terasa nyeri, terutama saat batuk, mengangkat beban, atau berdiri lama.

Banyak orang mengira hernia bisa sembuh sendiri, padahal kenyataannya hernia umumnya membutuhkan pemantauan atau tindakan medis agar tidak menimbulkan komplikasi serius.

Menurut Mayo Clinic, hernia tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan cenderung memburuk jika tidak ditangani dengan tepat. Maka dri itu, pentingnya untuk Mama peduli akan kesehatan tubuh.

Untuk lebih jelasnya, Popmama.com akan menjelaskan 7 jenis perawatan hernia yang perlu diketahui sebelum kondisi memburuk. Yuk simak!

1. Observasi medis (Watchful Waiting)

istockphoto/phakphum patjangkata

Observasi medis dilakukan pada hernia yang masih kecil, tidak nyeri, dan belum mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam metode ini, dokter tidak langsung melakukan operasi, tetapi memantau kondisi hernia secara berkala melalui pemeriksaan rutin.

National Health Service (NHS) menyebutkan bahwa watchful waiting dapat menjadi pilihan pada hernia tanpa gejala, namun pasien tetap perlu waspada terhadap perubahan ukuran dan rasa nyeri.

Jika hernia mulai membesar, terasa nyeri, atau sulit dimasukkan kembali, dokter biasanya akan menyarankan tindakan lanjutan. Jangan menunda apabila sudah tidak merasa nyaman.

2. Perubahan gaya hidup

istockphoto/eggeeggjiew

Perubahan gaya hidup sering menjadi bagian dari perawatan hernia, terutama untuk mencegah kondisi semakin parah. Mama dapat melakukan rutinitas pagi dengan olahraga ringan seperti streching ringan atau pemanasan tubuh.

Langkah ini meliputi menjaga berat badan ideal, menghindari mengangkat beban berat, serta mengatur pola makan agar tidak mengalami sembelit yang memicu tekanan di perut.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi tekanan pada dinding perut, meskipun tidak dapat memperbaiki celah otot yang sudah terbentuk.

Selain itu, berhenti merokok juga penting karena batuk kronis dapat memperburuk hernia.

3. Penggunaan penyangga hernia (Hernia Belt atau Truss)

istockphoto/Tatomm

Penyangga hernia adalah alat yang digunakan untuk menahan tonjolan agar tidak semakin menonjol keluar. Biasanya direkomendasikan bagi pasien yang belum bisa menjalani operasi karena kondisi medis tertentu.

Mayo Clinic menegaskan bahwa penyangga hernia hanya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan tindakan operasi sebagai terapi utama. Penggunaan alat ini sebaiknya selalu atas saran dokter untuk menghindari iritasi kulit atau keterlambatan penanganan.

4. Obat pereda nyeri

istockphoto/Rattankun Thongbun

Obat pereda nyeri diberikan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat hernia. Biasanya digunakan pada hernia ringan atau sebagai penanganan sementara sebelum operasi dilakukan.

Menurut Johns Hopkins Medicine, obat pereda nyeri hanya membantu mengatasi gejala dan tidak menghilangkan hernia atau memperbaiki kelemahan otot. Karena itu, penggunaan obat harus sesuai anjuran tenaga medis.

5. Operasi hernia terbuka (Open Surgery)

istockphoto/castillodominici

Operasi hernia terbuka merupakan metode yang paling umum dilakukan. Dokter akan membuat sayatan di area hernia, mengembalikan organ ke posisi semula, lalu menutup celah otot, sering kali dengan bantuan mesh untuk memperkuat dinding perut.

American College of Surgeons menyebutkan bahwa penggunaan mesh dapat menurunkan risiko hernia kambuh dibandingkan penjahitan jaringan saja. Metode ini efektif untuk berbagai jenis hernia, meskipun waktu pemulihannya relatif lebih lama.

6. Operasi hernia laparoskopi

istockphoto/Eugene Nekrasov

Operasi laparoskopi dilakukan dengan sayatan kecil dan alat khusus berkamera. Teknik ini umumnya menyebabkan nyeri pasca operasi lebih ringan dan pasien bisa kembali beraktivitas lebih cepat.

Menurut Johns Hopkins Medicine, laparoskopi sering direkomendasikan pada pasien tertentu karena masa pemulihan yang lebih singkat dibandingkan operasi terbuka. Namun, tidak semua hernia bisa ditangani dengan metode ini.

7. Operasi darurat

istockphoto/shapecharge

Operasi darurat dilakukan jika hernia mengalami komplikasi serius seperti hernia terjepit (strangulated hernia). Kondisi ini berbahaya karena aliran darah ke organ yang terjebak dapat terhenti.

American College of Surgeons menegaskan bahwa hernia terjepit merupakan kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan operasi segera untuk mencegah kerusakan jaringan dan risiko kematian.

Gejalanya meliputi nyeri hebat, mual, muntah, dan benjolan yang tidak bisa dimasukkan kembali. Dokter akan langsung melakukan tindakan operasi darurat agar hernia tidak makin parah.

Perawatan hernia tidak bisa disamaratakan untuk semua orang. Mulai dari observasi medis hingga operasi, setiap metode memiliki peran penting untuk mencegah kondisi semakin parah dan menimbulkan komplikasi berbahaya.

Sekarang mama sudah tahu nih 7 jenis perawatan hernia yang perlu diketahui sebelum kondisi memburuk. Jika muncul benjolan atau nyeri yang mencurigakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin

Editorial Team