Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Jenis Shockbreaker pada Motor, Penting untuk Kenyamanan Berkendara.jpg
Freepik/azerbaijan_stockers

Intinya sih...

  • Garpu teleskopik cocok untuk motor harian dan touring ringan, mudah dirawat

  • Garpu terbalik memberikan handling presisi untuk motor sport, namun perawatan lebih mahal

  • Twin shock mudah dirawat, monoshock stabil, shockbreaker hidrolik nyaman untuk kecepatan rendah hingga menengah, sedangkan shockbreaker gas cocok untuk motor sport dan premium

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Shockbreaker adalah komponen yang berperan besar dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan motor saat melewati berbagai kondisi jalan. Tanpa shockbreaker yang bekerja optimal, motor bisa terasa keras dan kurang aman dikendarai.

Setiap jenis shockbreaker punya karakter dan fungsinya masing-masing. Ada yang dirancang untuk penggunaan harian, ada juga yang dibuat khusus untuk performa tinggi atau medan berat.

Supaya tidak salah pilih dan lebih paham fungsinya, berikut Popmama.com rangkum 6 jenis shockbreaker yang paling umum digunakan pada sepeda motor.

1. Garpu teleskopik (telescopic forks)

id.made-in-china

Garpu teleskopik merupakan jenis suspensi depan yang paling umum digunakan pada motor masa kini. Sistemnya terdiri dari dua tabung yang bergerak naik turun seperti teleskop untuk meredam guncangan secara hidrolik. 

Shockbreaker ini menempatkan pegas dan oli di dalam tabung untuk menghasilkan peredaman yang stabil selama perjalanan. Karakteristiknya cenderung lembut dan cocok untuk motor harian maupun motor touring ringan. 

Keunggulan garpu teleskopik ada pada durabilitas dan perawatan yang relatif mudah. Meski tidak serumit model upside down, performanya cukup mumpuni untuk kebutuhan berkendara harian. 

2. Garpu terbalik (inverted forks / upside down)

remmotorcycle

Garpu terbalik atau inverted forks adalah pengembangan dari teleskopik dengan struktur yang dibuat terbalik. Posisi tabung yang lebih besar berada di atas dan yang kecil di bawah, sehingga memberikan kekakuan torsional lebih tinggi. 

Keunggulan paling terasa dari suspensi ini adalah handling yang lebih presisi, cocok untuk motor sport atau motor performa tinggi. Dengan bobot bagian bawah yang lebih ringan, motor dapat merespons perubahan arah lebih cepat. 

Namun, suspensi upside down memiliki kekurangan yaitu biaya perawatan lebih mahal dibanding teleskopik biasa. Jika seal atau komponen peredam mengalami kerusakan, oli bisa bocor dan menyebabkan hilangnya fungsi peredaman. 

3. Suspensi belakang ganda (twin shock)

webike

Twin shock merupakan sistem suspensi belakang yang menggunakan dua unit shockbreaker di sisi kanan dan kiri motor. Desain ini umum ditemukan pada motor klasik, motor bebek, atau motor yang mengusung konsep retro. 

Keunggulan twin shock ada pada kemudahan perawatan serta konstruksinya yang tidak rumit. Jika terjadi kerusakan, komponen lebih mudah diganti dibanding sistem suspensi modern. 

Meskipun tidak sefleksibel suspensi tunggal, twin shock tetap berfungsi baik untuk penggunaan santai. Daya redamnya mencukupi untuk kecepatan rendah hingga menengah tanpa memerlukan pengaturan yang rumit.

4. Suspensi belakang tunggal (monoshock)

webike

Monoshock adalah satu peredam kejut yang menghubungkan swingarm ke rangka motor. Sistem tunggal ini membuat distribusi beban lebih terpusat sehingga handling jadi lebih stabil. Banyak motor sport, trail, hingga skuter modern memakai monoshock karena kontrolnya lebih baik.

Keunggulan monoshock ada pada stabilitas swingarm yang tetap lurus tanpa mudah melenceng. Saat pengereman keras atau menikung, suspensi ini memberi cengkeraman lebih baik sehingga respons motor terasa lebih halus dan presisi.

Beberapa produsen menciptakan nama khusus untuk sistem mereka seperti Honda Pro-Link atau Kawasaki Uni-Track. Meskipun berbeda nama, konsep dasarnya tetap serupa yaitu memberikan performa redaman yang stabil. 

5. Shockbreaker hidrolik (hydraulic shock absorber)

Blibli

Shockbreaker hidrolik memakai oli sebagai peredam utama. Saat motor melewati jalan tidak rata, oli mengatur kecepatan kompresi pegas sehingga redamannya lebih halus. Jenis ini masih populer untuk motor harian karena perawatannya mudah.

Shockbreaker hidrolik punya redaman lembut, cocok untuk kecepatan rendah hingga menengah. Banyak yang memilihnya karena nyaman dan komponennya lebih terjangkau saat perlu diganti.

Kelemahan tipe ini muncul ketika digunakan dalam kondisi ekstrem atau panas berlebihan. Oli dapat memanas dan membuat performa redaman turun perlahan. 

6. Shockbreaker gas (gas charged shock absorber)

webike

Shockbreaker gas menggabungkan oli dan gas bertekanan untuk redaman yang lebih stabil. Teknologi ini mencegah terbentuknya gelembung pada oli, sehingga performanya tetap konsisten, baik pada perjalanan jauh maupun kecepatan tinggi.

Jenis ini banyak dipakai pada motor sport dan premium karena respons suspensinya lebih cepat. Tekanan gas membuatnya lebih sigap menahan hentakan keras, sehingga cocok untuk pengendara yang sering bepergian jauh atau melaju cepat.

Shockbreaker gas terkenal lebih awet karena struktur internalnya kuat menahan tekanan. Meski harganya lebih tinggi, stabilitas dan performanya sebanding, sehingga jadi pilihan favorit untuk motor berperforma tinggi.

Itu dia 6 jenis shockbreaker yang perlu kamu ketahui. Dengan memahami karakter masing-masing, kamu bisa menentukan mana yang paling sesuai untuk kebutuhan berkendara sehari-hari.

Editorial Team