Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kebiasaan Buruk yang Buat Gigi Rusak saat Puasa Ramadan
Pexels/Pavel Danilyuk

Selama bulan Ramadan umat Islam di seluruh dunia melakukan puasa seharian penuh. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman pun ikut berubah. baik sahur dan puasa.

Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. Ketua AFDOKGI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia) dalam acara Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 oleh Pepsodent di Ballroom Masjid Agung Trans Studio, Bandung, Rabu (20/3/2024) mengatakan meski intensitas makanan dan minuman lebih sedikit, belum tentu risiko gigi rusak karena tidak merawat gigi juga berkurang.

Menurutnya, justru ada beberapa kebiasaan selama bulan Ramadan yang bisa menyebabkan kerusakan gigi nantinya.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya mengenai fakta kebiasaan buruk di bulan Ramadan yang sebabkan gigi rusak!

1. Banyak mengonsumsi makanan manis

Pemeriksaan gigi gratis untuk anak-anak madrasah dalam acara Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 oleh Pepsodent di Bandung, Rabu (20/3/2024) - Popmama.com/Putri Syifa N

Konsumsi makanan saat bulan Ramadan identik dengan yang manis-manis, apalagi saat waktu berbuka puasa tiba. Menurut Prof. drg. Suryono sendiri hal ini bisa menyebabkan gigi berlubang jika tidak dibersihkan dengan benar.

"Makanan yang manis itu lengket dan mudah tertinggal pada cekungan gigi yang dalam sehingga disitulah kuman akan banyak berkembang. Ini sebagai pencerahan juga kalau gigi berlubang itu sebenarnya bukan kuman yang makan gigi, tapi kuman memakan substrat yaitu gula kemudian menghasilkan asam dan asamnya inilah yang menyebabkan jaringan keras gigi itu menjadi lunak," jelasnya.

2. Tidak menggosok gigi secara rutin selama bulan Ramadan

Citra Kirana dalam acara Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 oleh Pepsodent di Bandung, Rabu (20/3/2024) - Popmama.com/Putri Syifa N

Mengonsumsi makanan manis tentu diperbolehkan. Asalkan juga bertanggung jawab untuk merawat kondisi gigi selama bulan Ramadan.

"Makanya setiap habis makan langsung dilakukan gosok gigi," jelasnya.

Banyak juga salah prasangka mengenai selama puasa bau mulut itu wajar. Padahal ini bisa menjadi tanda kuman berkembang biak secara masif di rongga mulut. Akibatnya kelak bisa mengakibatkan keluhan pada gigi.

"Kalau tidak masuk kerongkongan itu kan tidak membatalkan. Walaupun di bulan puasa hendaklah untuk tetap rajin gosok gigi. Karena plak dan kuman hilang berkat sering gosok gigi. Sehingga semakin sering maka itu akan berkurang juga bau mulutnya," pungkasnya.

3. Perubahan kondisi rongga mulut selama seseorang berpuasa

Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. Ketua AFDOKGI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia) di acara Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 oleh Pepsodent di Bandung, Rabu (20/3/2024) - Popmama.com/Putri Syifa N

Selanjutnya dijelaskan juga mengenai perubahan kondisi di rongga mulut ketika seseorang berpuasa. Ada beberapa hal penting yang perlu dicatat karena ada hubungannya jika orang tersebut tidak rajin gosok gigi atau kontrol ke dokter jika ada masalah.

"Pertama, dampaknya pada aliran air ludah mengalami penurunan. Formnya (air ludah) juga. Lalu, rongga mulut kering, air ludah menjadi lebih kental. Efeknya membuat rongga mulut menjadi tempat pertumbuhan kuman yang lebih cepat apalagi kalau ada sisa makanan. Kalau puasa kita hanya makan 2 kali sehingga biasanya fungsi pengunyahan lebih sering jadi menurun. Sehingga tidak ada pembersihan alami jika kita berpuasa," jelas Prof. drg. Suryono.

4. Fatwa MUI Bandung soal perawatan gigi saat puasa Ramadan

Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 oleh Pepsodent di Bandung, Rabu (20/3/2024) - Popmama.com/Putri Syifa N

Mengacu pada Fatwa MUI yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia kota Bandung tahun 2018, tindakan kedokteran gigi boleh dilakukan saat puasa. Pembahasan secara detil tercantum dalam Fatwa MUI Kota Bandung Nomor: 250/E/MUI-KB/V/2018 mengenai Tindakan Kedokteran Gigi.

Adapun tindakan kedokteran gigi yang boleh dilakukan saat puasa diantaranya:

  • Cabut gigi, pencabutan gigi tidak membatalkan puasa
  • Pemberian anestesi, baik yang disuntikkan, disemprot, maupun dioles juga tidak dapat membatalkan puasa
  • Scaling/ membersihkan karang gigi
  • Sensasi segar dari semprotan air pada scaler
  • Pasta profilaksis yang memiliki rasa manis/segar
  • Berkumur dengan air atau antiseptik
  • Penambalan gigi, penambalan gigi juga tidak dapat membatalkan puasa. Bila terdapat bahan yang tidak sengaja tertelan juga tidak membatalkan puasa
  • Pencetakan gigi

Kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah di bulan Ramadan karena dikhawatirkan dapat membatalkan puasa. Padahal besar pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh.

drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) menjelaskan, edukasi berkelanjutan masih menjadi prioritas guna membantu masyarakat memperbaiki perilaku dan kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut.

"Pentingnya sikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta rutin konsultasi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Mengingat tahun ini Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia bertepatan dengan Ramadan, secara khusus kami juga memberikan edukasi untuk menjawab kegelisahan masyarakat mengenai perawatan dokter gigi selama berpuasa," jelasnya.

Itulah tadi kebiasaan buruk yang bisa membuat gigi rusak saat berpuasa. Semoga membantu mama dan papa yang saat ini masih bingung ya!

Editorial Team