Mandi wajib atau mandi junub adalah cara membersihkan diri dari hadas besar, termasuk setelah keluar air mani. Mandi wajib dilakukan dengan membasahi seluruh tubuh dengan air, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, serta memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewatkan.
Setelah mandi wajib, seorang muslim dapat kembali melaksanakan salat, membaca Al-Qur'an, dan ibadah lainnya. Dengan demikian, mandi wajib memiliki peran penting dalam menjaga kesucian diri dan memastikan ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Nah, itulah penjelasan terkait apakah harus mandi wajib ketika keluar air mani saat puasa yang perlu diketahui. Semoga informasinya dapat bermanfaat ya, Ma.
Jika mani keluar secara tidak sengaja di siang hari tanpa syahwat, apakah puasa itu batal? | Keluar mani secara tidak sengaja (misalnya karena faktor fisik, bukan karena dorongan syahwat) tidak membatalkan puasa menurut mayoritas ulama. Itu dianggap mirip dengan mimpi basah yang terjadi tanpa kehendak. |
Apakah keluar mani karena melihat atau berpikir tentang hal yang memicu syahwat membatalkan puasa? | Mayoritas ulama mengatakan jika mani keluar karena dorongan syahwat dari melihat atau fantasi membatalkan puasa dan wajib diganti (qadha’). Namun ada pendapat yang menyatakan fast tetap sah jika tidak ada kontak fisik, tapi tindakan itu tetap dosa secara moral. |
Jika mani keluar setelah bercumbu (kissing/foreplay) tanpa hubungan lengkap, apa hukum puasanya? | Jika mani keluar akibat aktivitas seperti bercumbu atau rangsangan yang disengaja (misalnya onani atau stimulasi) di siang puasa, puasanya batal dan wajib diganti (qadha’). |