Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kenapa Gula dan Garam Tidak Punya Tanggal Kadaluarsa?
Pexels/Tara Winstead
  • Gula dan garam tidak memiliki tanggal kedaluwarsa karena sifatnya yang menyerap air, membuat mikroorganisme sulit hidup di dalamnya.
  • Garam merupakan mineral murni yang tidak bisa membusuk, sedangkan gula memiliki kadar air rendah sehingga mampu bertahan lama tanpa rusak.
  • Tanggal pada kemasan gula dan garam hanya menandakan kualitas terbaik, bukan batas aman konsumsi, selama keduanya tidak terkontaminasi atau lembap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia kuliner dan pangan, hampir semua bahan makanan memiliki batas waktu konsumsi yang jelas. Susu bisa basi, roti bisa berjamur, bahkan makanan kering pun tetap punya masa simpan tertentu. 

Tapi menariknya, ada dua bahan dapur yang seolah kebal waktu, yaitu gula dan garam. Keduanya sering tetap aman digunakan meskipun sudah disimpan sangat lama. 

Hal ini bukan kebetulan, melainkan memang karena sifat alami yang mereka miliki. Kira-kira kenapa bisa begitu ya?

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, yuk ikut Popmama.com membahas kenapa gula dan garam tidak punya tanggal kadaluarsa berikut ini. 

Sifat Menyerap Air yang Membuat Kuman Tidak Betah

Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Salah satu alasan utama kenapa gula dan garam awet adalah karena keduanya punya kemampuan menyerap air dari sekitarnya. Sifat ini mungkin terdengar sederhana, tapi efeknya sangat besar. 

Mikroorganisme seperti bakteri dan jamur umumnya membutuhkan air untuk hidup dan berkembang. Nah, ketika mereka mendarat di gula atau garam, air dalam sel mereka justru malah ditarik keluar. Proses ini juga dikenal sebagai osmosis. 

Singkatnya, gula dan garam membuat lingkungan menjadi sangat kering dari sudut pandang mikroba. Tanpa cukup air, bakteri dan jamur tidak bisa tumbuh, apalagi berkembang biak. 

Garam adalah Mineral, Jadi Tidak Bisa Membusuk

Pexels/Castorly Stock

Jika diperhatikan, garam memang berbeda dari bahan makanan lain. Garam bukan berasal dari makhluk hidup, melainkan mineral alami yang disebut natrium klorida. 

Bahkan, garam yang kita pakai sekarang bisa jadi berasal dari laut purba jutaan tahun lalu, lho.

Mengutip dari The Enviromental Literacy Council USA, karena bentuknya mineral murni, garam tidak punya komponen yang bisa membusuk seperti makanan organik. Selama disimpan dengan baik, struktur kimianya akan tetap sama. 

Itu sebabnya garam bisa disimpan sangat lama tanpa berubah menjadi berbahaya. Kalaupun ada tanggal di kemasan, biasanya itu hanya terkait kualitas tambahan seperti yodium yang bisa berkurang, bukan karena garamnya rusak.

Gula Juga Punya Cara Sendiri untuk Bertahan Lama

Pexels/cottonbro studio

Meski berasal dari bahan alami seperti tebu atau bit, gula tetap punya daya tahan yang luar biasa. 

Sama seperti garam, gula juga menciptakan lingkungan yang tidak ramah untuk mikroorganisme. Dilansir dari Times of India, hal ini terjadi karena kandungan air di dalam gula sangat rendah, sehingga tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan bakteri atau jamur.

Itu sebabnya, gula sering dipakai sebagai pengawet alami sejak dulu. Baik itu gula pasir, gula batu, atau gula bubuk, semuanya tetap aman digunakan selama tidak terkontaminasi.

Musuh Terbesar Gula dan Garam

Pexels/Valeria Boltneva

Meski tidak bisa kadaluarsa secara alami, bukan berarti gula dan garam bebas masalah. Musuh utama mereka justru datang dari luar, terutama kelembapan dan kotoran. 

Kalau terkena air, gula bisa menggumpal dan mengeras, sementara garam bisa menjadi lembap. Tapi penting untuk dipahami, perubahan ini hanya soal tekstur, bukan berarti sudah berbahaya. 

Yang perlu diwaspadai justru jika ada kontaminasi, misalnya dari sendok yang kotor atau remah makanan yang masuk ke dalam wadah. Bahan asing itulah yang bisa membusuk dan mengundang bakteri, bukan gula atau garamnya sendiri.

Arti Sebenarnya dari Tanggal di Kemasan

Pexels/Kampus Production

Banyak orang masih bingung melihat label tanggal pada kemasan gula atau garam. Sebenarnya, itu bukan tanda batas aman konsumsi seperti pada makanan lain, melainkan batas kualitas terbaik menurut produsen.

Artinya, setelah melewati tanggal tersebut, gula dan garam mungkin tidak lagi dalam kondisi paling optimal, misalnya mulai menggumpal atau tidak sehalus sebelumnya.

Tapi selama tidak ada tanda aneh seperti bau, perubahan warna ekstrem, atau jamur akibat kontaminasi, keduanya tetap aman digunakan.

Itu dia penjelasan mengenai kenapa gula dan garam tidak punya tanggal kadaluarsa. Kalau Mama menemukan gula atau garam yang sudah lama tersimpan di dapur, cukup pastikan kondisinya masih bersih dan tidak terkontaminasi, maka masih aman untuk digunakan.

FAQ Tentang Gula dan Garam

1. Apa manfaat larutan gula dan garam?

Larutan air gula dan garam (sering disebut oralit rumahan) bermanfaat utama untuk mengatasi dehidrasi ringan akibat diare atau muntah, menggantikan elektrolit yang hilang, serta mengembalikan energi.

2. Apa manfaat mencampur garam dan gula?

Garam dan gula bersama-sama memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti menghidrasi tubuh, membantu mencegah kram otot, pusing, dan kelelahan. Natrium mendukung fungsi otot, sementara glukosa memberi energi, menjadikan campuran ini ideal bagi mereka yang merasa lemas atau lemah karena terpapar sinar matahari.

3. Berapa batas konsumsi gula dan garam per hari?

Menurut Kemenkes RI (pedoman G4-G1-L5), batas konsumsi gula dan garam per hari adalah 4 sendok makan (50 gram) gula dan 1 sendok teh (5 gram) garam per orang per hari.

Editorial Team