Dilansir dari WebMD, melalui sebuah penelitian di Inggris belum lama ini, peneliti menemukan cara khusus yang dapat membantu pasien Covid-19 mendapatkan kembali kemampuan indera penciumannya.
"Kehilangan penciuman juga merupakan gejala utama Covid-19, dan kami tahu bahwa pandemi ini menyebabkan banyak orang kehilangan kemampuan penciuman jangka panjang atau distorsi bau seperti parosmia," ungkap peneliti Carl Philpott, dari Norwich Medical School di University of East Anglia.
Untuk melakukan latihan ini, seorang dengan Covid-19 harus mengendus setidaknya empat bau berbeda dalam dua kali sehari, yang dilakukan setiap hari dalam jangak waktu beberapa bulan ke depan.
Menuru Philpott, latihan ini dialkukan agar memulihkan penciuman berdasarkan neuroplastisitas atau kemampuan otak untuk me-restart ulang dirinya sendiri sebagai pemulihan pasca adanya perubahan ataupun cedera.
Peneliti menguji hal ini ke lebih dari 140 orang yang mengalami kehilangan atau perubahan rasa pada indera penciuman mereka.
Partisipan diberikan berbagai benda-benda pelatihan penciuman, termasuk bau-bauan yang berbeda, seperti kayu putih, lemon, mawar, kayu manis, coklat, kopi, lavender, madu, stroberi, dan juga timi.
Philpott mengungkapkan, para peneliti menemukan bahwa munculnya parosmia dan kinerja penciuman pada pengujian tersebut mulai teridentifikasi secara klinis dalam fungsi penciuman seseorang setelah terinfeksi Covid-19.
"itu artinya, latihan ini mampu membantu memulihkan kemampuan penciuman," katanya.
Para peneliti juga menemukan bahwa ternyata orang tua akan lebih cepat memulihkan indera penciuman mereka.
Wah, Ma jangan sampai deh kena penyakit ini. Nggak enak banget pasti rasanya kehilangan rasa pada indera pengecap dan penciuman! Jadi ya baiknya menjaga protokol kesehatannya yang benar ya Ma.