Pakai Kantong Plastik Denda 25 Juta, Ini Cara Kurangi Penggunaanya!

Selain mencemari lingkungan,kantong plastik juga bisa menganggu kesehatan kita

2 Juli 2020

Pakai Kantong Plastik Denda 25 Juta, Ini Cara Kurangi Penggunaanya
Pexels/Stijn Dijkstra

Penggunaan barang berbahan plastik tentunya sangat sulit untuk dihindari dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena sifatnya yang ringan, mudah ditemukan, dan kuat menjadikan plastik praktis untuk digunakan.

Hal tersebut tak jarang membuat konsumsi plastik di rumah menjadi berlebihan sehingga sampah yang dihasilkan pun seringkali menumpuk.

Sampah plastik dikenal sangat sulit untuk diurai, butuh puluhan sampai ratusan tahun untuk sampah plastik terurai secara alami. Sampah plastik yang menumpuk tanpa disadari juga berbahaya dan dapat mengancam kesehatan serta keseimbangan lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan bagi para pengusaha yang tetap memakai kantong plastik sekali pakai akan dikenakan sanksi. 

Pemberian sanksi akan dilakukan secara berkala, dimulai dari pengelola yang menerbitkan surat teguran. Untuk sanksi administratif ada tiga kali teguran tertulis yaitu teguran pertama berlaku 14x24 jam atau 14 hari. Terguran kedua berlaku 7x24 jam atau 7 hari. Dan yang terakhir adalah 3x 24 jam atau 3 hari.

Selain teguran, diberlakukan juga sanksi berupa uang paksa, mulai dari 5 juta hingga 25 juta lho! Terakhir adalah pencabutan izin usaha jika masih menggunakan kantong plastik.

Pastinya kita tidak mau terkena sanksi yang sudah berlaku pada 1 Juli 2020 ini. Oleh karena itu, Popmama.com akan memberitahu cara untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dan barang plastik lainnya. Apa saja?
 

1. Membawa Tas Belanja Sendiri Kemana-mana

1. Membawa Tas Belanja Sendiri Kemana-mana
Pexels/Anna Shvets

Sebagian besar pusat perbelanjaan besar sudah menjalankan peraturan tentang kantong plastik berbayar, namun tidak sedikit yang rela mengeluarkan uang untuk tetap menggunakan kantong plastik.

Tapi mulai 1 Juli 2020, kita nggak bisa membeli kantong plastik lagi dan pusat perbelanjaan dan restoran akan menawarkan tote bag kain atau kertas untuk membawa barang dan makanan yang kamu beli dengan harga paling murah sekitar Rp3500.

Salah satu tindakan sederhana yang bisa Mama lakukan adalah membawa 1 totebag atau ecobag yang bisa dibawa kemana-mana terutama ketika Mama berbelanja baik ke minimarket atau supermarket.

Dengan membawa tas belanja sendiri kemana-mana, tidak ada lagi tumpukan tas plastik di rumah dan yang dibuang begitu saja karena tidak dipakai. Pastinya jadi lebih hemat!

2. Menggunakan produk yang dikemas dengan beling kaca atau karton

2. Menggunakan produk dikemas beling kaca atau karton
Pexels/Ella Olsson

Manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan membeli barang yang dikemas karton atau beling kaca pastinya ramah lingkungan ya, Ma.

Produk dengan kemasan beling kaca atau karton bisa lebih mudah terurai di tanah saat dibuang. Selain itu, produk yang dikemas dengan beling kaca atau karton bisa digunakan kembali untuk wadah lainnya. 

Editors' Picks

3. Bawa botol minum sendiri

3. Bawa botol minum sendiri
Pexels/Karolina Grabowska

Daripada membuang-buang uang dengan terus membeli air mineral botol, lebih baik kita membawa botol minum sendiri, selain lebih praktis kamu juga jadi jauh lebih hemat.

Botol minum kemasan plastik adalah salah satu jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan karena hanya sekali pakai dan akan mengganggu kesehatan jika digunakan lebih dari 2 kali.

Kalau mau hemat, aman, sehat dan cinta lingkungan mulailah belajar untuk membawa botol minum sendiri yuk!

4. Tidak lagi menggunakan sedotan untuk minuman di restoran cepat saji atau cafe

4. Tidak lagi menggunakan sedotan minuman restoran cepat saji atau cafe
Pexels/Polina Tankilevitch

Sampai sekarang masih banyak restoran terutama restoran cepat saji atau kedai minuman yang melayani pembelian minuman dengan gelas dan sedotan plastik. Tentu akan menjadi pertimbangan berat untuk kamu yang sedang dalam belajar mengurangi penggunaan plastik.

Mulai sekarang, cobalah bertahap mempertimbangkan menggunakan gelas reusable yang bisa dipakai lebih dari satu kali. Untuk sedotan, kita bisa pakai bahan stainless steel yang bisa digunakan secara berulang-ulang. Aman, hemat, dan ramah lingkungan!

5. Membawa tempat makan sendiri

5. Membawa tempat makan sendiri
Pexels/Ella Olsson

Biasanya ketika kita akan membeli makanan baik di restoran cepat saji atau sekedar di tempat makan pinggir jalan, kita memilih untuk dibungkus.

Saat membungkus makanan, banyak plastik untuk tempat makanan kita, apalagi jika kita membeli makanan dengan jenis berbeda-beda dan berkuah. Akan semakin banyak plastik yang digunakan untuk membungkusnya.

Sekarang, cobalah untuk membawa kotak makan sendiri sebagai bentuk usaha untuk mengurangi sampah plastik.

Selain itu membawa kotak atau rantang makan sendiri akan lebih praktis karena kamu tidak perlu memindah-mindahkan makanan yang dibeli ke wadah baru, tentunya akan menjadi lebih rapi dan praktis.

6. Belajar mendaur ulang

6. Belajar mendaur ulang
Pexels/Krizjohn Rosales

Jika tidak mau sampah plastik semakin menumpuk di rumah atau di sekitar lingkungan tempat kamu tinggal. Sebaiknya, belajar untuk mendaur ulang sampah plastik ini.

Tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan tempat tinggal. Kita juga bisa menjadikan sampah plastik menjadi benda yang bisa digunakan kembali.

Sekarang banyak produk barang pakai seperti tas bahkan keranjang pakaian yang dibuat dari sampah plastik. Lumayan kan? Kita bisa mendapat sesuatu yang bermanfaat dan ramah lingkungan tentunya.

Gimana Ma? Yuk, kita lakukan kiat di atas demi terjaganya bumi kita. Kesehatan bumi adalah tanggung jawab kita bersama

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.