Sering Dianggap Sepele, 6 Hal Ini Ternyata Bikin Kamu Nggak Bahagia

Terlalu terobsesi dengan sebuah hal kadang bikin kamu sulit merasa cukup

3 Agustus 2020

Sering Dianggap Sepele, 6 Hal Ini Ternyata Bikin Kamu Nggak Bahagia
Freepik/cookie_studio

Dalam hidup tentunya banyak sekali perasaan yang akan kita rasakan seperti marah, sedih, kecewa, dan hal-hal lainnya yang tentu saja kita tidak ingin merasakannya.

Namun tidak ada resep yang bisa membuat kita menghindari hal tersebut. Meski begitu, tentunya kita tetap bisa menghindari hal-hal tersebut dan menciptakan kebahagiaan kita sendiri lho.

Popmama.com akan membahas hal-hal yang harus kita hindari agar kita selalu dalam perasaan tenang, nyaman, dan bahgaia.

 

1. Obsesi memikirkan segala hal

1. Obsesi memikirkan segala hal
Pexels/Andrea Piacquadio

Ketika mengkhawatirkan sesuatu, kita biasa merasa memiliki kendali. Namun, ada banyak hal di dunia ini yang di luar kendali kita.

Sesuatu yang buruk bisa terjadi pada kita dan orang-orang terdekat kita tanpa diduga. Pada kondisi tersebut kita biasa diserang oleh berbagai kekhawatiran. Padahal, khawatir tidak akan mengubah apapun di dunia nyata.

Khawatir hanya akan menimbulkan kecemasan dan menjauhkanmu dari kebahagiaan yang ada dalam kendalimu. Sebaiknya kita mulai bisa mengontrol sifat obsesi kita dengan menerapkan pola pikir bahwa tidak semua hal bisa sejalan dengan apa yang kita rencanakan.

Tetap berusaha tapi jangan lupa untuk berikan rasa nyaman dalam menjalani segara tujuan hidup. Jika belum berhasil, koreksi kesalahan dan cobalah untuk membuka diri memulai kembali.

 

2. Menghindari konflik atau masalah

2. Menghindari konflik atau masalah
Pexels/Pixabay

Sebagian orang sangat tidak suka ketika berada dalam masalah. Akhirnya, mereka kemudian mengikuti apa yang orang lain mau dan mengabaikan kebutuhan pribadi.

Padahal, kebiasaan tersebut sangat tidak baik untuk kita lho. Tetaplah menjadi dirimu sendiri, jalani ide-ide, nilai, dan keinginanmu apapun hasilnya.

Menghindari masalah tentunya berdampak buruk untuk kebahagiaan kita lho. Misalnya, kita takut untuk menghadapi permasalahan dengan teman kita. Saat kita menghindarinya, orang lain akan menilai kita sebagai pribadi yang pengecut. Tentunya kita tidak mau hal itu terjadi ya.
 

Editors' Picks

3. Selalu membandingkan kebahagiaan diri dengan kebahagiaan orang lain

3. Selalu membandingkan kebahagiaan diri kebahagiaan orang lain
Pexels/ Yan

Sifat seperti ini tentunya akan membuat kita sangat tertekan dan tidak bahgaia. Membandingkan kebahagiaan diri dengan orang lain tentunya sangat tidak baik ya, Ma.

Apapun yang dirasakan orang lain bisa jadi tidak sebanding dengan apa yang kita rasakan. Bisa jadi orang yang kita lihat sangat bahagia ternyata kebenarannya tidak seperti itu. Mulailah menerima apapun keadaan yang kita alami. Karena setiap kebahagiaan tentunya bisa kita ciptakan sendiri.

4. Tidak punya rutinitas atau hobi

4. Tidak pu rutinitas atau hobi
Pexels/Ketut Subiyanto

Rutinitas akan melatih diri untuk konsisten melakukan satu tugas tertentu. Cara hidup satu ini dapat membantu kita untuk menikmati waktu. Kita bahkan lebih mudah menerapkan mindfulness dengan melakukan beberapa kebiasaan secara teratur.

Ketika kita memiliki satu saja kegiatan rutin yang bisa kita lakukan sehari-hari. Itu akan membantu kita untuk konsisten melakukan sesuatu dan sangat berpengaruh untuk masa depan.

Misalnya, kita punya hobi berkebun, saat kita sedang dalam kondisi senggang, cobalah untuk mencari tahu tanaman apa yang cocok untuk kebun di rumah kita. Pastinya waktu kita tidak akan terbuang sia-sia.

5. Mengejar standar diluar kapasitas diri

5. Mengejar standar diluar kapasitas diri
Pexels/ Startup Stock Photos

Tidak masalah memiliki standar untuk diri sendiri, sepanjang standar tersebut wajar dan beralasan. Ketika hal yang kita kejar adalah kesempurnaan, tentu saja kita tidak bisa mendapatkannya.

Kesempurnaan adalah hal yang tidak mungkin, jadi berhentilah mengejarnya. Kejarlah sesuatu yang wajar dan berikan apresiasi terhadap diri kita ketika berhasil melakyukannya. Jangan terlalu keras dengan diri sendiri, karena hal tersebut dapat membuat kita tidak bahagia.

6. Kurang menerapkan Self-Love

6. Kurang menerapkan Self-Love
Pexels/Serkan Göktay

Tidak ada orang yang bertanggungjawab atas kebahagiaan kita kecuali diri kita sendiri. Kadang kita masih sering bergantung kepasa seseorang tentang kebahagiaan kita.

Sebaiknya hal tersebut kita hindari ya, karena kita tidak bisa mengharapkan kebahagiaan datang dari seseorang. Diri kitalah yang mampu untuk menciptakan rasa bahagia itu.

Banyak pilihan self-love yang bisa kita lakukan. Seperti misalnya sering mengapresiasi hasil kerja sendiri, pergi liburan, self-care dengan melakukan perawatan diri, hingga belanja sehabis gajian. Kalo bukan kita yang menyayangi diri sendiri, siapa lagi?

Ternyata, kebahagiaan itu bisa diciptakan dan dijadwalkan lho. Mulailah ikhlas menerima apapun yang terjadi dalam hidup ini dan biarkan hidup mengalir apa adanya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.