Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Makanan yang Harus Dihindari saat BAB Berdarah, Jangan Salah Pilih!
Freepik/jcomp

  • Makanan pedas dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan, terutama jika terdapat luka atau peradangan di area anus.

  • Makanan yang digoreng dan tinggi lemak cenderung lebih sulit dicerna oleh tubuh, memicu sembelit dan meningkatkan tekanan saat mengejan.

  • Makanan olahan rendah serat membuat BAB menjadi lebih sulit dan menyakitkan, meningkatkan risiko perdarahan berulang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melihat darah saat buang air besar tentu bisa membuat Mama atau siapa pun merasa khawatir. Kondisi BAB berdarah dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari wasir, luka di anus, hingga gangguan pada saluran pencernaan.

Selain pemeriksaan medis, pola makan juga berperan penting dalam membantu proses pemulihan. Beberapa jenis makanan justru bisa memperparah iritasi dan membuat keluhan BAB berdarah berlangsung lebih lama.

Berikut Popmama.com rangkum makanan apa saja yang sebaiknya dihindari saat BAB berdarah.

1. Makanan pedas

Freepik/jcomp

Makanan pedas dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan, terutama jika terdapat luka atau peradangan di area anus. Kandungan capsaicin pada cabai bisa menimbulkan sensasi panas dan perih saat BAB.

Jika tetap dikonsumsi, makanan pedas berisiko memperlambat penyembuhan luka dan membuat perdarahan terasa lebih menyakitkan. 

2. Gorengan dan makanan tinggi lemak

Freepik/jcomp

Makanan yang digoreng dan tinggi lemak cenderung lebih sulit dicerna oleh tubuh. Akibatnya, proses pencernaan menjadi lebih lambat dan dapat memicu sembelit.

Saat feses menjadi keras, tekanan saat mengejan akan meningkat. Kondisi ini dapat memperparah luka di anus atau wasir yang menjadi penyebab BAB berdarah.

3. Makanan rendah serat

Freepik/KamranAydinov

Makanan olahan seperti roti putih, mi instan, fast food, dan camilan kemasan umumnya rendah serat. Padahal, serat sangat dibutuhkan untuk menjaga tekstur feses tetap lunak.

Kurangnya asupan serat dapat membuat BAB menjadi lebih sulit dan menyakitkan, sehingga risiko perdarahan berulang pun meningkat.

4. Minuman berkafein dan bersoda

Freepik/azerbaijan_stockers

Minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, dan minuman bersoda dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Kondisi ini membuat tinja menjadi kering dan keras.

Selain itu, minuman bersoda juga bisa memicu iritasi pada saluran cerna, terutama jika dikonsumsi berlebihan saat pencernaan sedang bermasalah.

5. Makanan dan minuman terlalu asam

Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Buah yang terlalu asam, makanan bercuka, serta minuman asam dapat memicu rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan bagian bawah.

Pada kondisi BAB berdarah, makanan asam berpotensi memperparah rasa perih dan memperlambat proses penyembuhan.

6. Daging merah berlebihan

Freepik/timolina

Daging merah membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan umumnya tidak mengandung serat. Jika dikonsumsi terlalu sering, daging merah dapat memicu sembelit.

Saat sedang mengalami BAB berdarah, kondisi ini bisa memperparah tekanan di area anus dan membuat keluhan semakin lama membaik.

Itulah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari sementara waktu saat mengalami BAB berdarah.

FAQ tentang Makanan yang Harus Dihindari saat BAB Berdarah

Apa yang dimaksud dengan BAB berdarah?

BAB berdarah adalah kondisi ketika terdapat darah pada tinja, baik berwarna merah segar maupun gelap.

Apakah konsumsi air putih berpengaruh pada BAB berdarah?

Sangat berpengaruh. Kurang minum air dapat memperkeras tinja dan memperparah perdarahan, sehingga penting untuk menjaga asupan cairan yang cukup.

Mengapa perlu memperhatikan makanan saat BAB berdarah?

Pemilihan makanan yang tepat membantu mengurangi iritasi pada saluran pencernaan, mencegah sembelit, dan mempercepat proses pemulihan.

Editorial Team