Kisah Mengharukan Sang Mama Tunggal yang Lulus dari Harvard Law School

Mengharukan dan membanggakan, seorang single parent yang berhasil Lulus dari Harvard Law School

14 Juni 2018

Kisah Mengharukan Sang Mama Tunggal Lulus dari Harvard Law School
Instagram.com/lovexbriana

Menjadi seorang Mama tunggal atau single mom pastilah memberi tantangan tersendiri di samping waktu kebersamaan Mama dengan Si Kecil tercinta. Hal tersebut turut dirasakan oleh seorang Mama tunggal bernama Briana Williams asal Amerika Serikat.

Dalam perjuangannya sebagai seorang Mama tunggal, Briana membuktikan kesanggupan dan upayanya mendidik anak sekaligus memperjuangkan pendidikan yang didapatnya melalui Harvard Law School seperti dilansir dari Parents. Mari kita simak kisahnya yang mengharukan.

Kehadiran Si Kecil di tengah proses studi

Kehadiran Si Kecil tengah proses studi
Instagram.com/lovexbriana

Sebagaimana dilansir dari laman parents.com, Briana Williams merupakan perempuan muda berumur 24 tahun yang memiliki banyak impian untuk masa depannya. Hal itulah yang kemudian membuatnya sangat rajin belajar hingga menempuh studi di Harvard Law School.

Dari waktu ke waktu, Briana pada akhirnya dihadiahi seorang anak perempuan bernama Evelyn yang dianggapnya sebagai karunia terbesar. Menurutnya, kehadiran Si Kecil menjadi bagian terindah dari kehidupannya sebagai seorang perempuan sekaligus Mama.

Meski begitu, Briana tidak menepis fakta bahwa hari-hari setelah kehadiran anak perempuan pertamanya tersebut memberikan berbagai tantangan tersendiri. Apalagi, Briana membesarkan Si Kecil sebagai seorang Mama tunggal.

Proses kelahiran Si Kecil saat final exam

Proses kelahiran Si Kecil saat final exam

Kehidupan memang memberikan kombinasi terbaik antara kebahagiaan dan tantangan yang membuat segalanya sempurna dalam keindahannya tersendiri. Hal ini dirasakan oleh Briana Williams saat menjadi seorang Mama tunggal yang bersekolah di Harvard Law School.

Hal tersebut bermula di masa final exam, ketika Briana melahirkan Si Kecil tepatnya pada bulan April. Dengan persalinan normal, Briana harus melewati proses kontraksi yang sebagaimana kita ketahui memang menghasilkan rasa sakit yang tak terkira.

Namun, berdasarkan pesetujuan dokter terkait, Briana mendapatkan epidural untuk dalam proses kontraksi. Katanya, “Aku benar-benar menangis saat aku menyelesaikannya (proses persalinan dan final exam)

Editors' Picks

Perjuangan membesarkan Si Kecil sebagai Mama tunggal yang bersekolah

Perjuangan membesarkan Si Kecil sebagai Mama tunggal bersekolah

Tentu saja, tantangan sebagai Mama tunggal yang menimba studi di Harvard Law School tidak berhenti saat Si Kecil berhasil dilahirkan dengan selamat. Perjuangan baru untuk membesarkan anak perempuan tercintanya pun berlanjur dari hari ke hari.

Mulai dari kegiatan menyusui, memantau proses tumbuh kembangnya dan hal-hal penting lainnya yang menjadi tugas dan tanggung jawab besarnya sebagai seorang Mama tunggal. Semuanya dilakukannya bersamaan dengan tugas-tugas studinya di Harvard Law School.

Menurut pengakuannya, ada banyak sekali hari-hari di mana dirinya merasa down dengan istilah “mentally and emotionally fatigued.”

Momen kelulusan dan kunci keberhasilan sebagai Mama tunggal

Momen kelulusan kunci keberhasilan sebagai Mama tunggal
Instagram.com/lovexbriana

Melihat setiap momen-momen perjuangannya menimba studi sambil membesarkan anak perempuan tercintanya, Briana Williams sekarang dapat tersenyum atas hasil terbaik yang didapatkannya dari kerja keras dan komitmen yang teguh.

Hal ini diutarakannya dalam sebuah tulisan yang bernuansa emotional melalui akun Instagram pribadinya di @lovexbriana pada sebuah postingan foto yang menampilkan dirinya dan Si Kecil Evelyn yang terlihat mengenakan baju wisuda.

Secara garis besar, Briana mengungkapkan bahwa melalui proses yang tidak mudah memang terkadang membuatnya bertanya-tanya, apakah dirinya dapat melalui keberhasilan sebagai wisudawati dan Mama tunggal.

Namun, ketika dirinya memutuskan untuk tetap menjalani proses dan tidak menyerah untuk sekedar berhenti di tengah jalan, Briana melihat bahwa dirinya ternyata memiliki kesanggupan yang kuat sebagai seorang perempuan dan Mama tunggal.

Tentu saja, apabila Mama Briana dapat melakukan dan membuktikan keberhasilannya, Mama pun juga bisa melakukan hal yang sama!