TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Jenis-Jenis Jerawat, Mana yang Perlu Berobat ke Dokter Kulit?

Bagaimana membedakan jenis jerawat yang butuh bantuan dokter kulit?

22 November 2022

Mengenal Jenis-Jenis Jerawat, Mana Perlu Berobat ke Dokter Kulit
Freepik/user18526052

Punya kulit berjerawat memang menjengkelkan. Selain menimbulkan nyeri dan peradangan, jerawat jenis tertentu juga bisa meninggalkan bekas yang menurunkan rasa percaya diri lho, Ma.

Ada banyak jenis jerawat yang menyerang kulit. Beberapa bisa diobati sendiri dengan skincare atau obat-obatan yang dibeli bebas di apotek, tapi beberapa butuh perawatan khusus dari dokter kulit ya.

Nah, bagaimana membedakan jenis jerawat yang butuh bantuan dokter kulit?

Berikut Popmama.com rangkumkan untuk kamu jenis-jenis jerawat dan cara pengobatannya.

1. Blackhead acne atau komedo

1. Blackhead acne atau komedo
clevelandclinic.org

Blackhead acne atau komedo merupakan salah satu jenis jerawat (acne vulgaris) yang biasanya berupa benjolan terbuka di kulit akibat tersumbatnya pori-pori oleh minyak berlebih, kulit mati, dan kotoran.

Komedo biasanya menyerang remaja dan dewasa muda yang mengalami perubahan hormonal. Namun, banyak orang dewasa yang terus berjerawat hingga usia 20-an, 30-an, dan seterusnya.

Apakah jerawat jenis blackhead acne ini perlu berobat ke dokter?

"Jerawat blackhead bisa cari obat oles yang mengandung salicylic acid aja," tulis dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Arthur S., SpKK, FINSDV di media sosial edukasinya.

2. Whitehead acne atau komedo putih

2. Whitehead acne atau komedo putih
acne.org

Sama dengan blackhead acne, whitehead acne juga terbentuk karena pori-pori tersumbat oleh minyak, kulit mati, atau kotoran. 

Lantas kenapa warnanya berbeda? Pada blackhead acne, walaupun sumbatannya di dalam tapi masih ada yang menonjol di permukaan kulit. Kemudian bagian ujung yang di permukaan kulit itu teroksidasi sehingga memberikan penampakan hitam.

Sementara pada whitehead sumbatannya lebih ke dalam lagi, sehingga tidak ada bagian yang terekspos di permukaan kulit dan hanya memberikan penampakan bayangan putih di dalam kulit.

Menurut dr. Arthur, whitehead acne juga tidak perlu berobat ke dokter kulit. Kamu bisa mengobatinya dengan obat oles atau skincare yang mengandung salicylic acid dan niacinamide.

Editors' Picks

3. Jerawat papula

3. Jerawat papula
dermcollective.com

Jerawat papula terbentuk karena adanya mikrokomedo yang tidak diobati dan mengakibatkan penyumbatan.

Penyumbatan itu akhirnya menjebak lebih banyak minyak yang menciptakan lingkungan menguntungkan bagi bakteri Cutibacterium acnes untuk berkembang sehingga membentuk papula. Jerawat jenis ini tidak mengandung nanah.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan jerawat papula, yang semuanya terkait dengan peningkatan produksi sebum atau minyak alami kulit.

Faktor penyebabnya antara lain hormon, stres, penggunaan skincare yang tidak tepat, juga pola makan yang tidak sehat.

"Jenis jerawat blackhead, whitehead, papul masih bisa ditangani dengan skincare bebas seperti salisil dan niacinamide. Tentu juga boleh dan akan lebih cepat membaik bila diobati oleh dokter. Selain jenis jerawat tersebut sudah sangat disarankan untuk ditangani dengan obat/berobat ke dokter," tulis dr. Arthur.

4. Jerawat pustula

4. Jerawat pustula
acne.org

Jerawat pustula terbentuk ketika pori-pori tersumbat dan minyak kulit yang biasanya mengalir ke permukaan kulit menjadi tersumbat.

Bakteri kemudian tumbuh di dalam minyak kulit yang terperangkap menyebabkan lesi merah, perih, menonjol yang disebut papula. Ketika papula berisi nanah berwarna putih atau kuning, itu disebut pustula.

Jika dibiarkan, pustula akan tetap berada di kulit selama beberapa hari. Setelah itu, 'mata' pustula akan pecah dan mengeluarkan nanah ke permukaan kulit atau diserap kembali oleh tubuh.

Tapi agar lebih cepat sembuh dan tidak meninggalkan bekas, kamu yang mengalami jerawat jenis ini sebaiknya berobat ke dokter ya.

5. Jerawat kistik

5. Jerawat kistik
clevelandclinic.org

Jerawat kistik adalah jenis jerawat yang meradang dan menyebabkan benjolan menyakitkan dan berisi nanah, terbentuk jauh di bawah kulit.

Pada jerawat kistik, bakteri juga masuk ke dalam pori-pori dan terperangkap bersama minyak dan sel kulit. Reaksi kulit menyebabkan pembengkakan atau peradangan jauh di lapisan tengah kulit (dermis).

Ini adalah jenis jerawat yang paling parah. Jerawat kistik juga seringkali menyakitkan dan lebih cenderung menyebabkan jaringan parut.

Jerawat kistik biasanya muncul bergerombol di sekitar mulut, rahang, dan dagu.

Untuk jerawat jenis ini sebaiknya kamu berobat ke dokter kulit ya.

6. Jerawat nodul

6. Jerawat nodul
acne.org

Jerawat nodul adalah jerawat yang berukuran besar (berdiameter lebih dari 5 mm), merah, benjolan nyeri yang terbentuk karena pori-pori kulit pecah dan mengeluarkan isinya jauh ke dalam kulit.

Jerawat nodul paling sering muncul di punggung, dada, belakang leher, dan wajah.

Jerawat ini merupakan lesi berserat yang tidak mengandung nanah dan merupakan bagian dari jerawat kistik yang parah.

Jenis jerawat ini tidak bisa dikeluarkan 'isi' karena bentuknya padat. Memencet jerawat jenis ini justru dapat merusak kulit dan menyebabkan lebih banyak peradangan dan jaringan parut.

Kalau kamu mengalami jerawat jenis ini sebaiknya segera berobat ke dokter kulit ya. Jika tidak diobati, nodul membandel dan dapat bertahan di kulit selama berminggu-minggu atau malah berbulan-bulan, dan cenderung meninggalkan bekas luka permanen.

Itulah jenis-jenis jerawat dan cara mengobatinya. Jangan sembarangan memencet jerawat ya, Ma. Salah-salah bisa meninggalkan bekas lupa dan bopeng.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk